Sportypal, Teman Berolahraga yang Gratis

Sudah lama gak nulis review jadi pengen ngelanjutin tulisan yang belum sempat dipublish beberapa waktu yang lalu. Taunya pegal juga ya bikin review sampai berlembar-lembar gini, hehehe, sepuluh hari gak kelar-kelar.. ☺

Kali ini aku mau menulis soal software yang setia menemaniku bersepeda ke mana saja. Namanya Sportypal. Software keluaran dari CreationPal ini tersedia untuk beberapa platform, mulai dari Android, Windows Mobile, Java, iPhone sampai Blackberry.

Satu keistimewaan utama software ini adalah GRATIS. Walaupun gratis bukan berarti fitur yang ditawarkan sifatnya recehan namun cukup komplit dan powerful. Tersedia pula portal di internet yang menayangkan data statistik yang kita upload dari handheld, membuat software ini benar-benar cocok dijadikan teman berolahraga dan berkompetisi. Oya, portal itu juga gratis. Cukup bayar sambungan internetnya saja yah.. ☺

LANGKAH PERTAMA

Silahkan signup di http://sportypal.com/. Masukkan email serta data diri di formulir yang disediakan. Pengisian data ini perlu untuk sinkronisasi data latihan kita yang diupload dari handheld. Ketik juga berat badan dan tinggi tubuh anda agar Sportypal dapat mengkalkulasi jumlah kalori yang telah dikeluarkan selama latihan. Oya, pada field ‘Unit System‘ silakan pilih ‘Metric‘ yang umum kita gunakan di Indonesia untuk menampilkan data dalam satuan kilometer daripada dengan mile.

Setelah lengkap, silakan unduh softwarenya sesuai dengan handheld dan operating system milik anda. Tersedia pilihan handheld bila anda ragu memilih software untuk didownload. Pada review kali ini, karena aku punya-nya PDA ya screenshotnya dari Windows Mobile ya. Untuk Windows Mobile….

Negeri Sembalap

Sudah lebih dari sebulan ini sejak Ummi bedrest dan cuti melahirkan, aku memakai sepeda motor untuk pergi bekerja. Enak sih, lebih cepat, irit uang bensin dan penuh pengalaman baru. Aku pun bisa berangkat lebih siang, jadi punya waktu untuk bermain-main dengan si kecil dulu. Rasanya kalau naik motor lewat jalanan mana saja OK, mau jalan raya atau jalan tikus ayo aja. Kendalanya paling kalau pas hujan deras, di belakang truk sampah atau berkendara di bawah matahari yang terik. Tak sepadan memang bila dibandingkan dengan naik mobil yang ber-AC, semua kendala itu jadi tak ada artinya.

Rute setiap hariku dari Jatibening ke Pulomas memang tidak terlalu jauh, paling hanya 17-20 km tergantung lewat mana. Bisa ditempuh dalam 45 menit sampai 1 jam dengan kecepatan yang normal, gak pakai ngebut. Kalau naik mobil, paling cepat satu jam, itu juga lewat jalan tol. Kalau lewat jalan arteri seperti jalur aku naik motor, bisa tambah 30 menit lagi.

-Nah yang menjadi…>

El Loco, Mualaf Timnas Nomor 9

Cristian 'El Loco' GonzalesAjang Piala AFF Suzuki 2010 yang baru lalu mencuatkan pahlawan lapangan hijau Indonesia, Christian Gonzales. Dialah yang dengan gol tunggalnya mengantarkan Timnas Garuda mengalahkan Philipina di babak semifinal. Pesepakbola asal Uruguay berusia 35 tahun ini peraih top skor 4 tahun terakhir berturut-turut di dunia pesepakbolaan Indonesia. Kunci suksesnya tak lain adalah sedekah dan riyadhoh. Sebelum bertanding melawan Philipina dan mencetak satu gol tunggal itu misalnya, malam harinya Chirstian sekeluarga sholat tahajud, diikuti pengajian kaum ibu dan anak yatim yang mendoakannya.

Dia dilahirkan di Montevideo…

Maryam Nurfathiya

Tengah malam itu ummi membangunkan abi. Ada tetesan darah dan sedikit lendir terserak di lantai. Karena khawatir itu adalah darah kontraksi, segera abi mengantar ummi ke RSIA Hermina Bekasi. Sesampainya disana, ummi langsung diperiksa karena HBnya drop dari 11 ke 7 namun pendarahan yang tampak hanya sedikit. Dokter takut ada pendarahan hebat di dalam dan ummi langsung diobservasi di ruang isolasi. Saat itu, usia kandungan ummi baru 36 minggu, masih kurang 3 minggu dari saatnya melahirkan.

Siangnya, di ruangan USG..

Laporan Donasi Renovasi Musholla Baiturrahim (Tahap I)

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para jamaah, saudara, sahabat dan kerabat yang telah menyisihkan sebagian dari hartanya untuk ikut berpartisipasi dalam renovasi Musholla Baiturrahim di Jl. Tirta Kencana, RT03 RW13 Komp. TNI AL Jatibening, Bekasi. Semoga keikhlasan dan amal yang telah Bapak/Ibu/Sdr lakukan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, amin.

Tahap pertama renovasi ini mulai berjalan sejak tanggal 30 September 2010 dan hingga tulisan ini dipublikasikan pekerjaan tahap pertama masih berlangsung. Kami membuka dua rekening BCA untuk donasi renovasi ini, yaitu account bendahara musholla an Wahyu Hidayat dan account Ketua Musholla an saya pribadi. Dana yang tercantum di sini adalah dari dana yang masuk melalui account BCA saya saja, belum dari account di bendahara.

Berikut adalah daftar para donatur yang telah berpartisipasi sejak dimulainya renovasi ini hingga tahap pertama renovasi tercapai:

No. Date Name Donation
1 Rabu, 13-Okt Mu************* 1,000.xxx
2 Rabu, 13-Okt Sa************* 500.xxx
3 Kamis, 14-Okt Uj************* 100.xxx
4 Kamis, 14-Okt Da************* 500.xxx
5 Kamis, 14-Okt Fa************* 500.xxx
6 Kamis, 14-Okt Ib*************anto 3,000.xxx
7 Jumat, 15-Okt Mu*************i 1,000.xxx
8 Jumat, 15-Okt Ro************* 200.xxx
9 Minggu, 17-Okt Ar************* 150.xxx
10 Sel, 19-Okt Ut************* 1,000.xxx
11 Sel, 19-Okt Sh************* 1,000.xxx
12 Sel, 19-Okt Ja************* 1,000.xxx
13 Sel, 19-Okt Di************* 200.xxx
14 Sel, 19-Okt La*************o AS 5,000.xxx
15 Sel, 19-Okt So************* RT3 250.xxx
16 Rabu, 20-Okt H ************* 1,000.xxx
17 Kamis, 21-Okt Ar************* 500.xxx
18 Kamis, 21-Okt Do************* 200.xxx
19 Sen, 25-Okt Ac*************in 1,000.xxx
20 Rabu, 27-Okt Su************* 300.xxx
21 Kamis, 28-Okt Se*************RT3 1,000.xxx
22 Minggu, 31-Okt Dj*************r RT3 300.xxx
23 Minggu, 31-Okt Yu*************RT3 500.xxx
24 Minggu, 31-Okt Bu*************ki RT3 100.xxx
25 Sen, 01-Nop Wi*************RT3 200.xxx
26 Jumat, 05-Nop Ru************* 2,000.xxx
27 Jumat, 05-Nop He************* RT3 500.xxx
28 Sen, 08-Nop Ab*************rdi 500.xxx
29 Rabu, 10-Nop Ar************* 200.xxx
30 Kamis, 11-Nop Su************* 500.xxx
31 Kamis, 11-Nop Ag************* 200.xxx
32 Rabu, 17-Nop Ma*************Ibu Juju 825.xxx
33 Rabu, 17-Nop Ib*************lok A AL 250.xxx
34 Rabu, 17-Nop Ib*************lok A AL 200.xxx
35 Kamis, 18-Nop Su************* 2,500.xxx
36 Sabtu, 20-Nop Al*************& Alm Mintarsi 200.xxx
37 Kamis, 25-Nop De************* 250.xxx
38 Kamis, 25-Nop Is************* 500.xxx
39 Sen, 20-Des Wi*************RT3 1,000.xxx
40 Sabtu, 08-Jan H ************* 800.xxx
41 Sen, 10-Jan H ************* 500.xxx
42 Sel, 11-Jan Su************* 1,000.xxx
43 Jumat, 14-Jan Da************* 500.xxx
43 Jumat, 11-Feb Ar************* 1.000.xxx
Rp36,225,726

(updated 16-Feb-2011)

Proposal pekerjaan renovasi ini bisa dilihat di http://www.scribd.com/doc/39229394/Proposal-Renovasi-Musholla serta foto progres pekerjaan di http://kaffahshots.typepad.com/blog/renovasi/.

Jazakumullahu ahsanul jaza atas segala bantuan yang telah diberikan kepada kami.

Untuk Adek di dalam Perut Ummi

Adek @ 4 Agustus 2010
InsyaAllah saat ini adek di perut ummi sudah 32 pekan. Sekarang adek aktif bergerak terus, nendangin perut ummi yang semakin buncit. Seingat abi, perut ummi gak pernah segendut ini saat hamil kakak Ingga dan akak Najah. Bu dokter juga bilang berat badanmu 4 ons lebih berat dari usia bayi yang lain. Wah, apa kamu bakal memecahkan rekor 3,7 kgnya akak Najah saat lahir nanti?

Balik dulu setahun yang lalu ceritanya ya ‘Dek. Saat abi sedang berkumpul di suatu malam dengan kawan-kawan di satu kelas pengajian, abi merasa ‘malu’ karena di sana banyak kawan dan ustadz yang masih muda-muda namun mempunyai banyak anak. Saat abi tanya apa latar belakang, keinginan dan motivasinya, mereka menjawab agar generasi Islam mendatang bukan hanya semakin banyak namun juga kuat, ya fisik, akidah, akhlak, ilmu dan lainnya agar kejayaan Islam di bumi ini kembali lagi.

Mendengar hal itu..

Proyek Surgawi dan Jejaring Sosial

Musholla kami sedang direnovasi. Pekerjaan utamanya membongkar atap dan menggantinya dengan atap baja ringan agar tak lapuk dimakan rayap seperti yang saat ini terjadi. Tahap berikutnya, meninggikan lantai karena tahun 2007 lalu saat banjir besar melanda, air memasuki ruangan sholat. Pekerjaan lainnya seperti menghias dinding depan dengan granit dan mengganti karpet, menjadi prioritas kesekian. Yang penting atap musholla tidak rubuh karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Namanya saja musholla, tak ada pendapatan mingguan layaknya sebuah masjid yang dipakai untuk Jumat’an. Dana yang ada di kas musholla berasal dari infaq Ramadhan dan donasi rutin tiap bulan dari warga satu RW.

Lanjut disini, maree..

Hafair

Nama itu akan selalu aku ingat. Saat manasik, aku bertanya banyak hal mengenai Hafair, tempat dimana kami tinggal selama 25 hari di Mekkah. Soal maktab, warung, transportasi, kontur tanah hingga jauh dekatnya daerah itu ke Masjidil Haram. Jawab pembimbing, kira-kira 1,5 km jauhnya, kalau berjalan kaki bisa 15-20 menit. Banyaknya flyover akan membuat perjalanan terasa sedikit capai karena harus menanjak. Kalau naik mobil atau bis, biasanya membayar 1 sampai 2 riyal.

Maktab kami ada di bangunan/rumah nomor 394. Bangunan 5 lantai ini mempunyai 15-20 kamar kurang lebih. Dari stiker di depan pintunya, gedung ini sudah berulang kali menjadi makhtab jamaah haji Indonesia. Ada liftnya juga, serta 3 kamar mandi di setiap lantainya. Secara umum bisa dikatakan bersih dan nyaman. Kamarnya berpendingin udara, kamar mandi pun ada hot showernya. Dapur dengan kompor plus galonan air mineral, tersedia 24 jam. Di meja ‘resepsionis‘ tersedia saluran telpon internasional untuk menelpon sanak famili di tanah air. Mau nonton tivi [halah ngapain coba], juga ada di ‘lobby‘nya yang kecil.

Lainnya tentang Hafair, disini..

Ketika Musim Haji Tiba Lagi

Sudah mau musim haji lagi aja neh. Ritual tahunan ini selalu menjadi magnet yang menarik semua umat muslim di belahan bumi manapun. Tak kurang dari 3 juta manusia dari penjuru bumi setiap Dzulhijjah berkumpul di padang Arafah, tersungkur dalam doa dan air mata, hanya untuk mengharapkan ridhaNYA agar menjadi manusia Islam yang sempurna.

Sayangnya, masih lebih banyak yang belum mau menginvestasikan akhiratnya dengan berhaji. Syarat ‘berhaji bila mampu‘, yang lebih berkonotasi kepada biaya yang diperlukan, seringkali dibelokkan pada kata ‘belum siap‘. Mungkin maksudnya belum siap secara spirituil karena masih berat menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim secara istiqomah atau mungkin belum mampu meninggalkan kebathilan yang akrab menemani hari-harinya.

Di sisi lain, yang sudah siap secara mental dan spirituil justru belum siap secara materiil. Mereka ini yang terjaga di malam hari dan basah matanya karena memohon kemurahan rejeki Allah untuk berangkat ke tanah suci, namun belum kunjung dikabulkan Allah. Padahal dilihat dari kacamata seorang manusia, dengan kualitas iman dan taqwanya mereka-mereka ini lah yang seharusnya berada di Arafah.

Pada sisi lainnya lagi, mereka yang telah berada di Arafah terkadang tidak menemukan esensi dan nikmat berhaji. Mereka pergi taunya untuk mencari titel yang baru, guna menambah deretan panjang titel akademisnya untuk kepentingan duniawinya. Gelar baru ‘pak haji‘ membuatnya nyaman saat dipanggil orang. Gamis serta peci putihnya pun bahkan sanggup mengangkat harga dirinya. Semua demi kepentingan dilihat manusia, bukan oleh YANG menciptakannya, naudzubillah.

Padahal sudah berhaji atau belum, itu bukan parameter untuk tidak meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT. Orang yang mabrur hajinya, insyaAllah akan terlihat peningkatan kualitas ibadahnya. Dilihat orang atau tidak, berjamaah atau sendirian, ibadahnya sama baiknya. Ibadah-ibadah sunnah, seakan menjadi wajib baginya. Kepeduliannya terhadap sesama, berinfaq dan bersedekah, meningkat dari hari ke hari. Tilawahnya pun tartil, benar dan merdu berirama.

Tapi hal-hal tersebut bukan hasil dari berhaji saja, karena tanpa pernah pergi ke tanah suci pun banyak saudara-saudara kita yang lebih berakhlak haji ketimbang yang sudah. Mereka begitu menjaga akidahnya, sholatnya, puasanya, hafalan qur’annya, zakatnya dan tanpa ragu meninggalkan segala laranganNYA. Bagi sebagian mereka, pergi ke tanah suci adalah impian bahkan tetap impian sampai ajal menjemput. Namun apakah surga Allah hanya untuk yang berhaji?

Ya, semua berpulang kepada kita, hendak dibawa kemana tujuan hidup ini. Adakah muncul sebersit niat saat musim haji tiba untuk bergegas menabung ONH? Adakah rasa rindu untuk segera berkunjung ke Baitullah saat melihat orang berihram? Tergerakkah hati untuk dapat ikut tawaf saat melihat gambar Ka’bah? Atau semua itu hanya rencana belakangan di hari tua? Atau malah belum terpikirkan sama sekali saat ini?

Panggilan Allah sudah diperdengarkan. Jawablah dengan lantang “Labbaik Allahumma Labbaik!“, jawaban yang insyaAllah akan membawamu ke tanah suci. Azzamkan niat mulai sekarang untuk pergi berhaji. Mulai persiapkan diri, gak perlu nunggu kalau udah ada duitnya, karena niat itu masih gratis. Jangan juga tunggu hari tua, karena berhaji saat kita masih muda dan kuat insyaAllah lebih banyak ibadah yang dapat kita lakukan.

Pilihan itu ada di diri kita masing-masing. Mau menjawab panggilan itu, atau terus mengabaikannya…

I Love You, Ramadhan!

Musholla kami di sudut lapangan itu biasanya sepi, cuma satu shaf bila sholat Maghrib, Isya dan Subuh. Kadang bisa dua shaf, namun tak sampai penuh. Yang hadir pun ‘dia lagi dia lagi‘. Apalagi imamnya, kalau gak pak haji itu, ya pak haji yang lain. Pokoknya gak terlalu rame deh, tapi tetap nikmat dan suasananya ‘ngangeni’.

Namun sontak malam tadi berubah riuh, jamaah berbondong mengalir memasukinya sampai luber ke halaman belakang. Tamu tahunan itu sudah tiba nampaknya, Marhaban ya Ramadhan: Selamat datang Bulan Ramadhan. Eh, atau selamat datang di bulan Ramadhan?

Apapun artinya, jelas kita wajib dan berhak bergembira karena doa yang kita panjatkan di akhir Ramadhan tahun yang lalu telah diijabah Allah SWT. Kita dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Kita semua berikrar siap memasuki bulan istimewa ini, dengan bekal keimanan sebagaimana syarat memenuhi panggilan Allah di QS2:183.

Tak heran bila malam tadi kaki-kaki dan bahu saling bersentuhan, saling merapatkan shaf. Sesuatu yang jarang terjadi di hari sebelumnya karena longgarnya isi musholla kami.

Kotak amal yang sudah hampir setahun beristirahat kembali bekerja, berkeliling mendatangi hambaNYA yang sudi berinfaq dan bersedekah. Malam tadi terkumpul empat ratus ribu rupiah, naik sedikit dibanding permulaan Ramadhan tahun yang lalu, alhamdulillah.

Selesai tarawih, pesta malam belum usai. Kali ini giliran lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema dimana-mana. Tiap rumah seakan menampilkan qori dan qoriah terbaiknya, merdu sama-sama merdu. Sampai merinding mendengarnya.

Saat malam baru saja mau pamit, denting bunyi sendok garpu sudah beradu dengan piring, seakan meneruskan pesta malam tadi. Lampu-lampu di dalam rumah sudah lama menyala padahal azan Subuh belum dikumandangkan. Semua penghuninya sudah terjaga nampaknya, dan kami semua mengharapkan berkah dalam santap sahur, ternyata.

Dan subuh ini, pesta semalaman itu ditutup dengan kembalinya para jamaah ke musholla kami, bersesakan menunaikan kewajiban dan mengagungkan asmaMU untuk memulai hari shaum yang baru. Kami saling bersalaman, saling mendoakan sesamanya sebelum berpisah di ujung jalan.

Indah sekali malam tadi ya Rabb. Sepenggal rekaman kegiatan umat Muhammad yang berlomba meraih Rahman dan RahiimMU itu membuatku berharap ini bukan untuk sementara.

I LOVE YOU RAMADHAN, please stay. Kalau bisa, jangan cepat pergi dulu. Biarkan pesta ini berlangsung lama dan lama..