Najah, si Imam

Bermula dari penjelasan singkatku kepada dua gadis kecilku di rumah, bahwa keutamaan sholat berjamaah di masjid atau musholla adalah wajib hukumnya bagi abi sebagai seorang laki-laki, apalagi tempat tinggal kami yang hanya sepelemparan batu jauhnya dari musholla. Saat mereka menanyakan kewajiban itu bagi mereka di rumah, aku pun mengiyakan, bahwa sebaiknya mereka sholat berjamaah juga di rumah.

Awal mula mereka enggan sholat berjamaah, baik berdua atau bertiga bersama uminya. Kadang-kadang uminya juga sih, sering mendahulukan mandi sepulangnya dari kantor sehingga anak-anak malas menunggu dan akhirnya mereka pun sholat sendiri-sendiri. Tapi perlahan-lahan dengan metode ‘pegang telinga‘ -seolah-olah menjewer namun hanya memegangnya saja- mereka pun sadar diri menyerahkan ‘kupingnya’ untuk ‘dijewer’ bila tidak sholat berjamaah. Alhamdulillah mereka kini sering sholat berjamaah di rumah.

Anak kecil menjadi imam, bolehkah?

Sujud Syukur

Foto ini milik AFP
Keterangan foto: Diambil dari situs detikinet, mungkin copyright dari AFP

JAKARTA – Pagi ini saat membaca berita tim kesebelasan Mesir menundukkan Italia di detiksport, terlihat ada foto yang menarik yaitu para pemain Mesir melakukan sujud syukur setelah timnya mengalahkan Italia di Piala Konfederasi di Afrika Selatan.

Agama kita memang luar biasa. Salah satu mekanise perwujudan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla dapat kita lakukan secara spontan dimana saja, yaitu dengan melakukan sujud syukur. Sering kita temui foto-foto jamaah haji yang melakukan sujud syukur setelah mendarat kembali di tanah air, atau spontanitas mbak Prita Mulyasari saat dibebaskannya dari tahanan wanita LP Tangerang, menunjukkan betapa sujud syukur ini adalah suatu ungkapan terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas karunia terbesar yang dirasakannya pada saat itu.

Lakukan saja, langsung dan dimana saja saat kita menerima anugerahNya.  Tak perlu bersuci, tak perlu merasa hina, tundukkan hati dan rendahkan diri ini, bersujud dan bersyukurlah dalam sujudmu, sebanyak-banyaknya. Puji dan sebut namaNya berulang kali niscaya hatimu akan tergetar dan merasakan betapa Allah itu sangatlah dekat. Bila meleleh air matamu, rasakanlah itu sebagai bagian dari nikmat Allah itu sendiri.

Surah Al-Baqarah (QS2:152):  Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Surah Ibrahim (QS14:7): Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Jumatan di Masjidil Haram

JAKARTA – Tak terasa telah sepekan berlalu sejak melakukan sholat Jum’at di Masjidil Haram. Ya, pengalaman berumrah kemarin memang menumbuhkan tekadku untuk membayar penyesalan atas gagalnya sholat Jum’at di lingkaran Ka’bah pada musim haji 1426H yang lalu.

Ceritanya, saat musim haji yang begitu padat jamaahnya, aku pun bergegas berangkat lebih awal dari makhtab untuk berniat mencari shaf terdepan sesuai sunnah Rasulullah. Shaf terdepan di Masjidil Haram dimana lagi kalau bukan di lingkaran Ka’bah, bukan? Sesampainya di Haram, niat mulai goyah. Bukan shafnya sudah terisi, justru di lingkaran Ka’bah itu masih banyak tempat yang kosong. Aku lihat jam tanganku, masih pukul 10.30. Ah, azan masih 2 jam lagi, kira-kira bisa tahan gak ya duduk di situ sampai dua jam lagi? <-setan udah mulai berbicara, hehehehe. Akhirnya saat itu aku coba maju dan mencari shaf yang masih lowong di depan Multazam.

Lanjutin yuk di dalam..

Sujud Tilawah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Jika Bani Adam membaca ayat sajdah maka setan menyingkir dan menangis lalu berkata : ‘Wahai celaka aku, Bani Adam diperintahkan untuk sujud, maka dia sujud, dan baginya Surga, sedangkan aku diperintahkan untuk sujud, tetapi aku mengabaikannya, maka neraka bagiku.’ “ (Dikeluarkan oleh Muslim, lihat Fiqhul Islam halaman 23 karya Syaikh Abdul Qadir Syaibatul Hamdi)

JATIBENING – Jum’at subuh tadi, ada peristiwa kecil di musholla dekat rumah. Sang imam, pak haji biasanya kami memanggil beliau, untuk Jum’at kedua secara berurutan mengumumkan kepada jamaah bahwa nanti ia akan melaksanakan sujud tilawah, karena akan membaca ayat sajadah dalam bacaan sholatnya. Karena ‘pengumuman’ itu diberikan saat hendak dimulainya sholat, kami para jamaahpun tidak ada yang menanggapinya. Dan sholat subuh pun dimulai.

Pagi itu di rakaat pertamanya beliau membaca surah As Sajdah (QS32). Setibanya pada ayat ke 15 yang artinya ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.‘ beliau pun langsung sujud, tanpa takbir. Tak lama ia bersujud, ia pun berdiri kembali -juga tanpa takbir- dan melanjutkan bacaannya. Yang parah, ada beberapa jamaah yang tidak ikut sujud –termasuk diri ini– dan ada sebagian yang ikut sujud. Bagaimana penjelasan sujud tilawah ini? Mari lanjut disini..

Pelatihan Sholat Khusyu’

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya. (QS 107: 4-5)

JAKARTA – Beberapa hari yang lalu aku mendapat informasi mengenai pelatihan Sholat Khusyu’ dibawah asuhan Ustadz Sambo dengan Manajemen Sholat menuju Khusyu’ dan Nikmat. Pelatihan itu insyaAllah akan diadakan pada hari Ahad 15 Maret 2009 di Masjid Al-Hakim, Jl HOS Cokroaminoto No 84-86, Menteng Jakarta Pusat. Temanya “Sholat Khusyu’ itu Mudah” mulai dari pukul 07.30 s/d 22.00 WIB.

Bagi yang belum pernah mengikuti pelatihan sholat mungkin bertanya, untuk apa sholat kok pakai kursus dan pelatihan segala? Nah, kalau ada yang bertanya demikian, mending cobain yang satu ini deh. Dulu waktu pertama mendapat undangan tentang pelatihan sholat ini aku pun agak ragu, karena merasa sholat yang dilakukan selama ini sudah benar. Ternyata o, ternyata, ada rahasianya mencapai sholat yang khusyu’ dan nikmat.

Itulah mengapa Ustadz Sambo aku masukkan sebagai salah satu orang yang mengubah diri ini. Dengan mengikuti arahan dan panduan tata sholat Rasulullah SAW, beliau mengajarkan kepada kita tentang tata cara, posisi dan gerakan-gerakan sholat yang benar. Mungkin dalam satu dua pertemuan, tingkat khusyu’ itu tidak bisa kita dapatkan, walaupun kabarnya ada yang beruntung bisa langsung merasakannya. Sebaliknya, ada juga yang setelah beberapa kali mengikutinya, tetap saja tidak dapat mencapai tingkatan khusyu’.

Aku tidak bilang diriku sudah dapat melaksanakan sholat dengan khusyu’, namun setidaknya dengan mengikuti metode sholat seperti Rasulullah SAW ini, rasa nikmat dalam menjalankan sholat dengan menikmati setiap gerakannya insyaAllah pelan-pelan mendidik kita menuju arah kekhusyu’an dalam beribadah kepada Allah SWT.

Tidak mau celaka walaupun sudah sholat, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam petikan Surah Al Maa’uun di atas kan? Coba ikuti pelatihan ini deh! Info lengkap mengenai Manajemen Sholat Khusyu’ Ustadz Ansufri Idrus Sambo ada di http://manajemensholat.com/

Memanfaatkan Ruksyah

JAKARTA – Perjalanan satu pekan ke Nanggroe Aceh Darussalam yang lalu meninggalkan satu kenangan tersendiri. Bermula dari pengajian rutin tiap Ahad di Musholla Baiturrahim sepekan sebelumnya, Ustadz Syahruddin mengingatkan kembali satu sunnah Rasulullah yang seharusnya dimanfaatkan bagi seorang muslim yang melakukan perjalanan (safar).

Bukannya aku tidak mengetahui sunnah itu, namun sebelum memanfaatkan secara maksimal ‘fasilitas keringanan’ atau sering disebut ruksyah, hampir tidak pernah aku memanfaatkannya. Yang sering aku manfaatkan adalah keringanan saat sedang dalam perjalanan, yaitu saat kita sedang berkendara menuju tempat tujuan. Bila telah tiba di tempat tujuan, keringanan yang seharusnya membantu kita memaksimalkan ibadah dan pekerjaan, malah sengaja tidak dimanfaatkan. Untuk kali pertama, sepekan safar di provinsi ini aku memanfaatkan ruksyah ini secara keseluruhan.

Aku ingin memanfaatkan….

Info Pelatihan Sholat Khusyu’ & Nikmat

JATIBENING – Tanggal 3 Januari 2008 aku menerima SMS dari Tim Manajemen Sholat Khusyu’ & Nikmat pimpinan Ust. Ansufri Sambo. Isinya sebagai berikut:

Raih SHOLAT KHUSU di thn br HIJRIYAH. Ikuti Plthn Mnjmen Sholat plus mnjm doa, tgl 9 jam 17 s/d jam17 tgl 10 Jan 08 di Masjid Pang. Kuningan, museum satria mandala jl Gatot subroto jkt, brsama Ust SAMBO. Infaq 500 rb u mkn, snack, nginap, kit, 10 psrta dbimbing 1 ust. INFO 081311111136 /27

Tertarik? Silakan hubungi nomor telepon di atas.