Terngiang Masa Kecilku

Kemarin putriku Najah memberitahu bahwa hari ini [23 Juli] adalah Hari Anak Nasional. Sesaat aku teringat masa-masa kecilku di kota Bontang, Kalimantan Timur. ‘Duh, rasanya kok saat itu enak banget jadi anak kecil, apa-apa ada, mudah dan murah. Setiap hari Ahad ada yang ditunggu, tayangan film boneka si Unyil atau Aneka Ria Anak-anak Nusantara. Kadang juga lomba nyanyi Ibu Meinar, yang sama sekali berbeda dengan Idola Cilik saat ini, hehehe..

Permainan dengan kawan-kawan sebaya pun banyak banget. Belum jamannya video game, jadi kita lebih banyak bermain di luar rumah. Aku coba ingat-ingat permainan masa kecil yang indah dulu disini ah:

1. Petak Umpet
Semua anak Indonesia pasti senang memainkannya. Jengkelnya kalau yang ngumpet jauuuuh banget. Malah pernah ‘pal’nya di rumahku, dianya ngumpet di rumahnya, langsung pulang dan tidur gak balik lagi. Yee, curang.. eh, namanya juga anak kecil, hehehe..

Ayo lanjut bernostalgia disini..

‘Berjumpa’ Rasulullah SAW

Dua hari pertama setelah tiba di Madinah, 1426H. Aku belum juga bisa masuk taman-taman surga itu. Padahal aku sudah mengenakan gamis yang terbaik, yang memang sengaja aku niatkan untuk ‘bertemu’ dengan manusia mulia, Rasulullah SAW. Dua hari itu aku hanya bisa melewati makamnya dari pintu Bab as Salam, mengucapkan shalawat dan salam kepadanya, tapi tetap saja semua terasa biasa.

Hati ini menjadi gundah saat kawan-kawan bercerita telah berhasil khusyu’ beribadah di taman surga yang sangat padat itu. Aku pun beristighfar, memohon ampun pada Allah SWT, karena yakin niatku mungkin belum benar untuk menuju kesana.

Sesuatu yang ajaib menunggu disana..

Terima Kasih Istriku

JAKARTA – Hari-hari kerja biasa kita berdua berangkat bersama, kali ini aku hanya mengantarkanmu ke terminal mobil omprengan di depan komplek perumahan kita. Kau cium tanganku sebagai tanda takzim-mu kepadaku, semoga menjadi tanda keikhlasan untuk pergi sendirian ke medan jihad pagi itu. Kerelaanmu untuk berdesak-desakan, kepanasan dan berkeringat serta hilangnya waktu untuk membicarakan topik yang sedang hangat diperbincangkan di radio kesayangan kita, semoga itu juga tidak mengurangi niatmu.

Bukannya aku sedang ingin sendiri istriku. Bukan pula gara-gara kenikmatan yang baru kutemukan ini membuatku lupa padamu. Namun ijinkan aku tak mengantarmu dua-tiga hari dalam satu pekan saja, agar keinginanmu memiliki suami yang bugar, sehat dan tidak kegendutan dapat aku hadirkan. Keridhaanmu sangatlah aku harapkan karena aku tak berani membayangkan azab Allah yang akan menimpaku bila kau tak ridha atas apa yang aku lakukan sekarang.

Sungguh, aku tidak lagi selingkuh. Aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku bisa menjadi suami yang engkau harapkan, suami yang tidak ‘memberatkanmu’. Kamu tetap percaya padaku kan?

Terima kasih istriku, demi Zat yang diriku ada di tanganNya, kau tetap tak terbandingkan. Aku jauh lebih mencintaimu daripada sepeda baruku ini…

KaffahShots is Down :(

JAKARTA – Sudah tiga hari ini blog mobile-ku yang beralamat di http://mobiblogr.com/index.php?blogId=987 tidak menampilkan halaman seperti biasanya. Di hari pertama masih berharap itu hanya maintenance server saja. Namun sudah menginjak hari ketiga dan tidak adanya pengumuman dari pihak pengelola mobiblogr.com akhirnya membuatku cemas.

Screenshot KaffahShotsBukan apa-apa, sejak mengenal mobiblogr.com hampir setengah tahun lalu, yang salah satu fasilitas terbaiknya adalah mampu menangkap Exif JPEG untuk kordinat GPS yang terkandung dalam foto yang diunggah, aku menjadi sangat addict untuk selalu menangkap momen yang terjadi dan ‘menceritakannya’ kepada dunia. Sangat optimistik memang, namun itu tak lepas dari kegemaranku untuk selalu mencatat dan menuangkannya ke dalam diari elektronik di komputer yang rajin aku lakukan sejak tahun 1995.

Ya, mobiblogr tak ubahnya diari elektronik yang baru, yang bisa ditulis kapan saja, dari mana saja dan dibaca oleh siapa saja. Tak heran, walapun baru kupakai 6 bulan total postingnya sudah melebihi posting blog di wordpress ini. 🙂

Maka dari itu, saat mengetahui situs itu collapse, rasanya seperti kehilangan sebuah tempat untuk menulis yang asyik. Walaupun begitu, bunyi informasi ‘Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.‘ seperti terlihat di widget Blog Photo di sebelah kanan ini masih tetap aku biarkan disana. Yah, siapa tahu mobiblogr akan pulih dan melayani penggunanya seperti dulu lagi, amin.

Tempat Impian

JATIBENING – Saat subuhan di musholla Baiturrahim dekat rumah, di shaf depanku berdiri bapak-bapak yang pernah menunaikan ibadah haji. Imamnya pun seorang haji yang menunaikan ibadahnya tahun 2002 yang lalu. Selesai sholat, aku hitung para jamaah yang sudah berhaji. Ada empat orang, alhamdulillah.

Sekelebat langsung muncul kenangan-kenangan indah saat berhaji dua tahun yang lalu. Betapa Ka’bah itu demikian dekat. Kumparan manusia yang mengelilinginya begitu rapat, berdesak-desakan mendekati hajar aswad, maqom Ibrahim dan hijr Ismail. Segar dan nikmatnya kucuran air zam-zam dari tempatnya tak terkatakan saat membasahi kepala dan tubuh ini. Dinginnya pualam tempat berpijak menambah kekhusyu’an saat bersujud kepadaNya di depan Multazam. Semua kenikmatan yang diberikan Allah SWT saat itu, sungguh tak ada bandingannya. Tak heran bila banyak jamaah haji atau umrah yang pulang dari sana selalu mengutarakan keinginannya untuk selalu kembali, kembali dan kembali..

Tak terkecuali diri ini. Dua tahun rasanya sudah cukup lama untuk menahan keinginan itu. Setiap alunan syahdu dari Abdurrahman Assyudaiz melantunkan Kalam Illahi terdengar, sesak rasanya rongga hati ini seolah ingin berontak untuk segera mewujudkan mimpi kali yang kedua.

Mimpi untuk mengajak istri dan anak-anak bermunajat di tempat yang di dalamnya doa tak pernah tertolak..
Tempat dimana pahala Kau lipatgandakan seratus ribu kali..
Tempat dimana para malaikatMu turun ke bumi dan membawa segala amal ibadah kami ke ‘arsy..
Tempat dimana umatMu tak pernah berhenti melakukan tawaf..
Tempat dimana kiblat manusia-manusia pilihanMu mengarahkan ruku’ dan sujud setiap hari..
Ialah RumahMu yang agung, Masjidil Haram..

Kabulkan doa kami lagi ya Allah. Amin.

Ingat Jaman Jahiliyah

detikconcert.pngJATIBENING – Ada yang menarik saat melihat iklan konser musik di detikcom dalam beberapa hari ini. Setidaknya ada 3 grup band yang hendak manggung di Indonesia di bulan Februari – Maret ini, yang kalau mereka datang 14 tahun yang lalu pasti masuk dalam agenda yang tidak mungkin terlewatkan. Ketiga grup band yang dimaksud adalah Skid Row, Toto dan Helloween. Ketiga grup band ini dulu masuk ke dalam ‘jajaran’ kaset yang wajib dibeli bila mereka mengeluarkan album. Bahkan lagu-lagu Skid Row dan Helloween termasuk yang pernah dibawakan oleh grup bandku sewaktu masih suka ngeband saat jaman kuliah di Semarang.

Hayuk dilanjut..