2 Hari 1 Malam bersama Al-Qur’an

Tidaklah orang-orang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, kecuali mereka akan memperoleh ketentraman, diliputi rahmat, dikitari para malaikat dan nama mereka disebut-sebut oleh Allah di kalangan malaikat. (HR MUSLIM & TARMIZI)

InsyaAllah pada hari Sabtu dan Ahad tanggal 22-23 Mei 2010 / 8-9 Jumadil Ula 1431H, di Masjid Al-Qolam [kordinat -6.281396,106.926734 atau klik http://tinyurl.com/38rlr8a] Komplek Islamic Centre Iqro’ Pondok Gede Bekasi akan diadakan acara Khotmul Qur’an yang kedua. Acara yang bertema 2 Hari 1 Malam Bersama Al-Qur’an ini adalah pembacaan Al-Qur’an 30 juz dengan cara menghafal dan memperdengarkannya kepada para jamaah, dilakukan oleh 5 orang ustadz hafidz [penghafal Qur’an] secara bergantian.

Acara dimulai pada hari Sabtu 22 Mei 2010 pukul 06.00 pagi. Biasanya, setiap 1 juz akan memakan waktu sampai 45 menit. Hari pertama akan diperdengarkan 20 juz, diperkirakan berakhir pukul 23.00. Selanjutnya istirahat dan pada hari Ahad 23 Mei 2010 pukul 03.00 akan dilakukan qiyamul lail hingga waktu sholat subuh tiba.
Klik untuk info lebih lanjut disini..

Belajar Mengaji Lagi

JATIMAKMUR – Sudah dua pekan ini aku mengikuti Tahsin di LTQ Yayasan Islamic Centre Iqro’ Pondok Gede, sebuah tempat yang dulu mempertemukanku dengan seorang Murabbi. Sejatinya sudah pengen ikutan sejak awal tahun 2008 ini namun kala itu telat mendaftar. Baru pada semester ini saat pendaftaran dibuka, alhamdulillah bisa masuk dalam daftar peserta.

Bacaan dimulai dari A Ba Ta Tsa lagi. Serius. Mengaji yang kali pertama belajar saat SD dulu di Bontang, kali ini hadir dengan pendekatan yang jauh berbeda. Peserta tahsin ini pun bukan mereka-mereka yang buta Al Qur’an, sama sekali bukan. Bahkan ada yang sudah hafal 2 juz, tetap harus belajar dari awal karena pengucapan dan letak pelafalan huruf Al Qur’annya yang salah.

Yuk lanjut disini..

Info Pelatihan Sholat Khusyu’ & Nikmat

JATIBENING – Tanggal 3 Januari 2008 aku menerima SMS dari Tim Manajemen Sholat Khusyu’ & Nikmat pimpinan Ust. Ansufri Sambo. Isinya sebagai berikut:

Raih SHOLAT KHUSU di thn br HIJRIYAH. Ikuti Plthn Mnjmen Sholat plus mnjm doa, tgl 9 jam 17 s/d jam17 tgl 10 Jan 08 di Masjid Pang. Kuningan, museum satria mandala jl Gatot subroto jkt, brsama Ust SAMBO. Infaq 500 rb u mkn, snack, nginap, kit, 10 psrta dbimbing 1 ust. INFO 081311111136 /27

Tertarik? Silakan hubungi nomor telepon di atas.

Silaturahim & Taklim Bulanan Dakta

Taklim Bulanan di DaktaBEKASI – Kali pertama aku dan Utami mengikuti Taklim Bulanan Radio Dakta 107 FM di halaman studionya di Jln. H. Agus Salim Bekasi. Taklim diikuti oleh ratusan ikhwan & akhwatu fillah, dimulai dari pukul 09.00 sd saatnya azan sholat Dzuhur.

Nara sumber yang pertama, Ustadz Farid Utbah, yg sering on-air pada kajian Selasa malam pukul 20.00 ini menyampaikan tema persaudaraan dalam Islam.

Penyampai yang kedua adalah Ustadz Abu Deedat dari Tim Fakta, yang meminta kaum muslimin untuk waspada terhadap maraknya ajaran sesat akhir-akhir ini, seperti munculnya ‘rasul’ baru seperti munculnya ‘rasul’ baru dari Al Qiyadah Al Islamiah pimpinan Ahmad Musodik. Bagi yang hendak mendengar kajian tim Fakta, ustadz Abu on-air di Radio Dakta setiap Selasa pukul 16.00.

Pembicara ketiga, Ustadz Agus Tri Sundari dari PD Muhammadiyah Bekasi yang biasa membawakan acara Mutiara Hikmah setiap hari Senin malam pukul 20.00. Ustadz Agus menyampaikan per asalahan perbedaan-perbedaan dalam Islam yang sering dimanfaatkan pihak lain untuk memecah-belah umat.

Nara sumber berikutnya adalah Ustadz Anwar Ansyori Mahdub yang sering membawakan acara Getar Kalam pada hari Sabtu malam pukul 20.00. Ustadz yang telah mengisi kajian di Radio Dakta selama 9 tahun ini menyampaikan perkembangan segmen dakwah di Radio ini yang 10 tahun yang lalu masih seperti radio lainnya yakni menyiarkan lagu-lagu barat dengan hanya 10% muatan Islaminya hingga akhirnya berubah menjadi Radio Islam dengan muatan dakwah 80% saat ini.

Nara sumber terakhir adalah Ustadz Murhaili Barda yang membawakan acara Kajian Samara setiap hari Rabu. Dalam tausiyahnya ustadz menyampaikan sifat-sifat orang yang cinta dunia dan takut akan kematian. Dengan pembawaan tausiyahnya yang diselipi guyonan, Ustadz yang satu ini sanggup mendinginkan suasana yang telah panas karena hari telah beranjak siang.

Pukul 11.30 acara Taklim pun selesai. Puas rasanya bertatap muka dengan nara sumber yang selama ini hanya didengar suaranya di radio dan dapat bertemu dengan sesama jamaah pendengar siaran dakwah Dakta. Setelah bersama-sama membacakan doa Kifar Majelis, jamaah pun membubarkan diri.

5 Tanda Orang Bertaqwa – Dari Tahajud & Tausiyah di Al Jabbar

JAKARTA – Akhir bulan lalu di Masjid Al Jabbar Jatibening Estate, kembali diadakan Tahajud & Muhasabah yang dipimpin oleh Ustadz Komaruddin Cholil dari Daarut Tauhiid Bandung. Kang Komar -begitu biasa kami menyapanya- adalah mantan Kepala Rombongan (Karom) Kelompok 3 Haji DT 1426H yang kami ikuti. Saat ini beliau masih aktif sebagai Kepala Divisi Pelatihan Yayasan Daarut Tauhiid Bandung.

Adalah suatu kebetulan yang menyenangkan ketika pertama kali mendengar kabar kang Komar diundang oleh pengurus taklim Masjid Al Jabbar untuk mengimami sholat Tahajud berjamaah dan memberikan tausiyah ba’da sholat subuh pada hari Sabtu terakhir tiap bulannya. Mengapa disebutkan kebetulan yang menyenangkan karena Masjid Al Jabbar terletak di seberang komplek perumahan kami dan kami pun awalnya tidak mengenal sama sekali dengan pengurus Masjid Al Jabbar tersebut. Jadilah kami anggota ‘sisipan’ majelis taklim tiap bulannya dan alhamdulillah para pengurus dan jamaah sangat membuka lebar tangannya untuk menyambut kehadiran diri ini di acara itu.

Lanjutkan membaca “5 Tanda Orang Bertaqwa – Dari Tahajud & Tausiyah di Al Jabbar”

MMQ di Baitul Ihsan

JAKARTA – Kali kedua pengajian Majelis Manajemen Qolbu di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta diiringi dengan sejuknya hujan gerimis namun nampaknya tidak menyurutkan langkah kaki para jamaah yang berniat menghadiri Majelis Ilmu, suatu majelis yang dihadiri pula oleh para malaikat dan turut mengamini doa yang dipanjatkan malam itu.

Waktu azan maghrib berkumandang, sontak para jamaah yang kebetulan berpuasa pun segera berbuka. Suatu pemandangan yang menakjubkan, betapa masih banyak para profesional muda di ibukota yang setia mengikuti salah satu sunnah Rasulullah, yaitu berpuasa sunnah Senin-Kamis. Begitu pula saat bada sholat Maghrib, masih banyak yang meneruskan berbuka, kali ini dengan menyantap makanan yang lebih ‘berat’.

Jumlah jamaah yang hadir, alhamdulillah, cukup memadati Masjid Baitul Ihsan. Bahkan sampai ke lantai dua untuk para akhwat. Waktu pertama kali digelar bulan lalu, Aa sempat ‘heran’ dan menanyakan mengapa masih banyak jamaah yang mau mendengarkan ceramah yang dibawakannya. Maklum, pasca poligami yang menghebohkan itu banyak para jamaah yang menolak untuk mendengarkan dakwah Aa lagi. Namun aku lihat malam itu jamaah akhwat pun luber, walaupun mungkin masih belum sepadat saat MMQ dilaksanakan di Masjid Agung Al Azhar.

Lanjutkan membaca “MMQ di Baitul Ihsan”

Ternyata Kita Bisa

JATIBENING – Alhamdulillah, telah selesai ibadah Ramadhan kita. Walaupun pada posting sebelumnya aku mengeluhkan kualitas ibadah yang menurun namun ada beberapa pelajaran yang aku dapat dari pengajian Ustadz Syachruddin tadi malam [29/10], yang intinya adalah kita ternyata mampu melakukan banyak ibadah selama bulan Ramadhan.

Berikut petikannya.

Ternyata Kita Bisa Mudah Berpuasa
Awal Ramadhan mungkin berat. Sepuluh hari kedua, pasti sudah terasa ringan. Apalagi sepuluh hari ketiga, sudah semakin ‘jagoan’ saja kita, kalau perlu tak sahur pun kita bisa tetap mudah berpuasa.

Ramadhan telah melatih kita untuk menahan segala lapar dahaga dan nafsu kita. Pada bulan Syawal ini ada ibadah sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu berpuasa selama 6 hari. Tidak ada ketentuan apakah 6 hari ini harus berurutan atau tidak, tapi sesuai sabda Rasul, ‘Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.’

Subhanallah, betapa banyak nikmat yang bisa kita dapatkan. Bila telah bisa melakukan 30 hari, akankah yang 6 hari ini terasa berat? Bila tidak, insya Allah kita sudah bisa mengamalkan puasa sunnah seperti yang sering dilakukan Rasulullah SAW. Mari lanjutkan dengan berpuasa senin-kamis, hanya 2 kali dalam seminggu ini kok. Bisa kan?

Ternyata Kita Bisa Bangun Tengah Malam
Selama bulan suci, kita semua terbiasa bangun untuk sahur. Waktunya pun biasanya pada sepertiga malam terakhir, yaitu pada waktu yang sangat disarankan untuk melakukan ibadah qiyammul lail. Mengapa setelah Ramadhan selesai tidak kita teruskan bangun tidur kita di sepertiga malam terakhir untuk melakukan sholat tahajud dan bermunajat kepadaNya?

Lanjutkan membaca “Ternyata Kita Bisa”