Citizen Journalism: Bolehkah Dipakai Tanpa Ijin?

JAKARTA – Demo sopir taksi di Jakarta kemarin, ternyata membawa sebuah cerita sendiri. Aku dan istri yang kebetulan lewat di jalan tol Dalam Kota, menyaksikan pemukulan sopir taksi oleh sopir taksi. Saat itu aku menduga, mereka melakukan pemukulan karena sopir taksi yang dipukul itu tidak mau ikut berdemo. Aku lantas mengabadikan peristiwa itu dengan kamera HP, yang kemudian aku upload ke laman FB pribadiku beberapa menit kemudian dengan status public.

Tak dinyana, video itu menjadi viral. Terlebih setelah aku post ke beberapa group Whatsapp dan Path, juga ke situs pasangmata milik detikcom.

Namun hingga hari ini, hanya stasiun Antv dan Beritasatu.com yang secara tertulis (via Whatsapp) dan telpon (dari kawanku om Bambang) yang meminta ijin menggunakan video ini untuk siaran berita mereka. Belakangan, info dari teman-teman di whatsapp group serta aku saksikan sendiri, 3 stasiun televisi lain juga ikut menayangkan, baik secara parsial maupun lengkap. 3 stasiun televisi itu adalah TVOne, Metro TV dan Kompas TV, yang hingga blog ini aku tulis, sama sekali tidak ada kontak dari mereka.

Adapun urutan kejadiannya adalah sbb:

1. Kejadian pemukulan terhadap sopir taksi berwarna putih yang dikeroyok oleh sopir-sopir taksi berwarna biru terjadi di jalan tol Dalam Kota sebelum gedung LIPI pada pukul 07.24 WIB. Saya rekam memakai HP dari dalam mobil yang bergerak selama 32 detik.

Lanjutkan membaca “Citizen Journalism: Bolehkah Dipakai Tanpa Ijin?”

When I Opened My Laptop

JATIKRAMAT – Today is just like another day. Nothing is special except replying some wishes through Whatsapp application. Until tonight, when I opened the lid of my Macbook and found this beautiful hand-made card from my beloved daughters on the keyboard.

image

I won’t type the words here, you can read it by the picture. The left page was written by Najah, my number two daughter and the ‘Abi’ character on the right was drawn by my five-year baby Maryam.

image

Been for years, the meaning of birthday was really nothing for me, or maybe for my entire family. We never celebrate our birthdays. I prefer contemplating myself about the journey of life that I have been through and wish the best for our family in the future.

But tonight, my heart was melted. This birthday gift really took me by surprise. And after more than one year and a half, it can force me to login to this abandoned blog and make a new entry. Yes right, only to show to the world how lucky I am as their Dad.

Alhamdulillaah ya Allah. I thank Allah for blessing me with this family. They all have been the best gifts from Allah for me. For good, for sure.

image

Abi loves you all, Ingga, Najah, Maryam. Thank you for giving me a spirit to carry on, to become your best superhero of a lifetime.

And of course, I love you too, Utami sweetheart, for everything, for every little wonderful thing. 💚💛💜

‘Akhirnyaaa..’

Judul itu ada pada semua ucapan yang menyertaiku saat aku ‘akhirnya‘ memutuskan memakai ponsel BlackBerry baru-baru ini. Padahal alasan utama adalah pengiritan, bukan ikut-ikutan hehehe. Bagaimana tidak, istri, anak, adik serta hampir semua keluarga besar dan sahabatku, sudah terhubung dengan yang namanya BlackBerry Messenger/BBM. Praktis, dengan mengandalkan aplikasi dan sistem tersebut, biaya untuk SMS, telepon apalagi MMS bisa dihilangkan.

Ya, syaratnya adalah terhubung atau get connected. Semakin banyak yang terhubung dalam satu sistem, tentu lebih banyak lagi penghematan yang bisa dilakukan. Kalau dulu cukup dengan menanyakan nomor teleponnya, sekarang bertambah lagi satu: berapa PINnya? ☺

Padahal di contact list Yahoo Messenger/YM! atau gTalk-ku, tak kalah banyaknya kawan-kawan yang juga terhubung disana. Namun mengapa BBM ini yang begitu banyak dipakai orang sekarang?

Padahal di contact list….

Sportypal, Teman Berolahraga yang Gratis

Sudah lama gak nulis review jadi pengen ngelanjutin tulisan yang belum sempat dipublish beberapa waktu yang lalu. Taunya pegal juga ya bikin review sampai berlembar-lembar gini, hehehe, sepuluh hari gak kelar-kelar.. ☺

Kali ini aku mau menulis soal software yang setia menemaniku bersepeda ke mana saja. Namanya Sportypal. Software keluaran dari CreationPal ini tersedia untuk beberapa platform, mulai dari Android, Windows Mobile, Java, iPhone sampai Blackberry.

Satu keistimewaan utama software ini adalah GRATIS. Walaupun gratis bukan berarti fitur yang ditawarkan sifatnya recehan namun cukup komplit dan powerful. Tersedia pula portal di internet yang menayangkan data statistik yang kita upload dari handheld, membuat software ini benar-benar cocok dijadikan teman berolahraga dan berkompetisi. Oya, portal itu juga gratis. Cukup bayar sambungan internetnya saja yah.. ☺

LANGKAH PERTAMA

Silahkan signup di http://sportypal.com/. Masukkan email serta data diri di formulir yang disediakan. Pengisian data ini perlu untuk sinkronisasi data latihan kita yang diupload dari handheld. Ketik juga berat badan dan tinggi tubuh anda agar Sportypal dapat mengkalkulasi jumlah kalori yang telah dikeluarkan selama latihan. Oya, pada field ‘Unit System‘ silakan pilih ‘Metric‘ yang umum kita gunakan di Indonesia untuk menampilkan data dalam satuan kilometer daripada dengan mile.

Setelah lengkap, silakan unduh softwarenya sesuai dengan handheld dan operating system milik anda. Tersedia pilihan handheld bila anda ragu memilih software untuk didownload. Pada review kali ini, karena aku punya-nya PDA ya screenshotnya dari Windows Mobile ya. Untuk Windows Mobile….

Negeri Sembalap

Sudah lebih dari sebulan ini sejak Ummi bedrest dan cuti melahirkan, aku memakai sepeda motor untuk pergi bekerja. Enak sih, lebih cepat, irit uang bensin dan penuh pengalaman baru. Aku pun bisa berangkat lebih siang, jadi punya waktu untuk bermain-main dengan si kecil dulu. Rasanya kalau naik motor lewat jalanan mana saja OK, mau jalan raya atau jalan tikus ayo aja. Kendalanya paling kalau pas hujan deras, di belakang truk sampah atau berkendara di bawah matahari yang terik. Tak sepadan memang bila dibandingkan dengan naik mobil yang ber-AC, semua kendala itu jadi tak ada artinya.

Rute setiap hariku dari Jatibening ke Pulomas memang tidak terlalu jauh, paling hanya 17-20 km tergantung lewat mana. Bisa ditempuh dalam 45 menit sampai 1 jam dengan kecepatan yang normal, gak pakai ngebut. Kalau naik mobil, paling cepat satu jam, itu juga lewat jalan tol. Kalau lewat jalan arteri seperti jalur aku naik motor, bisa tambah 30 menit lagi.

-Nah yang menjadi…>

Ketika Musim Haji Tiba Lagi

Sudah mau musim haji lagi aja neh. Ritual tahunan ini selalu menjadi magnet yang menarik semua umat muslim di belahan bumi manapun. Tak kurang dari 3 juta manusia dari penjuru bumi setiap Dzulhijjah berkumpul di padang Arafah, tersungkur dalam doa dan air mata, hanya untuk mengharapkan ridhaNYA agar menjadi manusia Islam yang sempurna.

Sayangnya, masih lebih banyak yang belum mau menginvestasikan akhiratnya dengan berhaji. Syarat ‘berhaji bila mampu‘, yang lebih berkonotasi kepada biaya yang diperlukan, seringkali dibelokkan pada kata ‘belum siap‘. Mungkin maksudnya belum siap secara spirituil karena masih berat menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim secara istiqomah atau mungkin belum mampu meninggalkan kebathilan yang akrab menemani hari-harinya.

Di sisi lain, yang sudah siap secara mental dan spirituil justru belum siap secara materiil. Mereka ini yang terjaga di malam hari dan basah matanya karena memohon kemurahan rejeki Allah untuk berangkat ke tanah suci, namun belum kunjung dikabulkan Allah. Padahal dilihat dari kacamata seorang manusia, dengan kualitas iman dan taqwanya mereka-mereka ini lah yang seharusnya berada di Arafah.

Pada sisi lainnya lagi, mereka yang telah berada di Arafah terkadang tidak menemukan esensi dan nikmat berhaji. Mereka pergi taunya untuk mencari titel yang baru, guna menambah deretan panjang titel akademisnya untuk kepentingan duniawinya. Gelar baru ‘pak haji‘ membuatnya nyaman saat dipanggil orang. Gamis serta peci putihnya pun bahkan sanggup mengangkat harga dirinya. Semua demi kepentingan dilihat manusia, bukan oleh YANG menciptakannya, naudzubillah.

Padahal sudah berhaji atau belum, itu bukan parameter untuk tidak meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT. Orang yang mabrur hajinya, insyaAllah akan terlihat peningkatan kualitas ibadahnya. Dilihat orang atau tidak, berjamaah atau sendirian, ibadahnya sama baiknya. Ibadah-ibadah sunnah, seakan menjadi wajib baginya. Kepeduliannya terhadap sesama, berinfaq dan bersedekah, meningkat dari hari ke hari. Tilawahnya pun tartil, benar dan merdu berirama.

Tapi hal-hal tersebut bukan hasil dari berhaji saja, karena tanpa pernah pergi ke tanah suci pun banyak saudara-saudara kita yang lebih berakhlak haji ketimbang yang sudah. Mereka begitu menjaga akidahnya, sholatnya, puasanya, hafalan qur’annya, zakatnya dan tanpa ragu meninggalkan segala laranganNYA. Bagi sebagian mereka, pergi ke tanah suci adalah impian bahkan tetap impian sampai ajal menjemput. Namun apakah surga Allah hanya untuk yang berhaji?

Ya, semua berpulang kepada kita, hendak dibawa kemana tujuan hidup ini. Adakah muncul sebersit niat saat musim haji tiba untuk bergegas menabung ONH? Adakah rasa rindu untuk segera berkunjung ke Baitullah saat melihat orang berihram? Tergerakkah hati untuk dapat ikut tawaf saat melihat gambar Ka’bah? Atau semua itu hanya rencana belakangan di hari tua? Atau malah belum terpikirkan sama sekali saat ini?

Panggilan Allah sudah diperdengarkan. Jawablah dengan lantang “Labbaik Allahumma Labbaik!“, jawaban yang insyaAllah akan membawamu ke tanah suci. Azzamkan niat mulai sekarang untuk pergi berhaji. Mulai persiapkan diri, gak perlu nunggu kalau udah ada duitnya, karena niat itu masih gratis. Jangan juga tunggu hari tua, karena berhaji saat kita masih muda dan kuat insyaAllah lebih banyak ibadah yang dapat kita lakukan.

Pilihan itu ada di diri kita masing-masing. Mau menjawab panggilan itu, atau terus mengabaikannya…

I Love You, Ramadhan!

Musholla kami di sudut lapangan itu biasanya sepi, cuma satu shaf bila sholat Maghrib, Isya dan Subuh. Kadang bisa dua shaf, namun tak sampai penuh. Yang hadir pun ‘dia lagi dia lagi‘. Apalagi imamnya, kalau gak pak haji itu, ya pak haji yang lain. Pokoknya gak terlalu rame deh, tapi tetap nikmat dan suasananya ‘ngangeni’.

Namun sontak malam tadi berubah riuh, jamaah berbondong mengalir memasukinya sampai luber ke halaman belakang. Tamu tahunan itu sudah tiba nampaknya, Marhaban ya Ramadhan: Selamat datang Bulan Ramadhan. Eh, atau selamat datang di bulan Ramadhan?

Apapun artinya, jelas kita wajib dan berhak bergembira karena doa yang kita panjatkan di akhir Ramadhan tahun yang lalu telah diijabah Allah SWT. Kita dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Kita semua berikrar siap memasuki bulan istimewa ini, dengan bekal keimanan sebagaimana syarat memenuhi panggilan Allah di QS2:183.

Tak heran bila malam tadi kaki-kaki dan bahu saling bersentuhan, saling merapatkan shaf. Sesuatu yang jarang terjadi di hari sebelumnya karena longgarnya isi musholla kami.

Kotak amal yang sudah hampir setahun beristirahat kembali bekerja, berkeliling mendatangi hambaNYA yang sudi berinfaq dan bersedekah. Malam tadi terkumpul empat ratus ribu rupiah, naik sedikit dibanding permulaan Ramadhan tahun yang lalu, alhamdulillah.

Selesai tarawih, pesta malam belum usai. Kali ini giliran lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema dimana-mana. Tiap rumah seakan menampilkan qori dan qoriah terbaiknya, merdu sama-sama merdu. Sampai merinding mendengarnya.

Saat malam baru saja mau pamit, denting bunyi sendok garpu sudah beradu dengan piring, seakan meneruskan pesta malam tadi. Lampu-lampu di dalam rumah sudah lama menyala padahal azan Subuh belum dikumandangkan. Semua penghuninya sudah terjaga nampaknya, dan kami semua mengharapkan berkah dalam santap sahur, ternyata.

Dan subuh ini, pesta semalaman itu ditutup dengan kembalinya para jamaah ke musholla kami, bersesakan menunaikan kewajiban dan mengagungkan asmaMU untuk memulai hari shaum yang baru. Kami saling bersalaman, saling mendoakan sesamanya sebelum berpisah di ujung jalan.

Indah sekali malam tadi ya Rabb. Sepenggal rekaman kegiatan umat Muhammad yang berlomba meraih Rahman dan RahiimMU itu membuatku berharap ini bukan untuk sementara.

I LOVE YOU RAMADHAN, please stay. Kalau bisa, jangan cepat pergi dulu. Biarkan pesta ini berlangsung lama dan lama..