Terngiang Masa Kecilku

Kemarin putriku Najah memberitahu bahwa hari ini [23 Juli] adalah Hari Anak Nasional. Sesaat aku teringat masa-masa kecilku di kota Bontang, Kalimantan Timur. ‘Duh, rasanya kok saat itu enak banget jadi anak kecil, apa-apa ada, mudah dan murah. Setiap hari Ahad ada yang ditunggu, tayangan film boneka si Unyil atau Aneka Ria Anak-anak Nusantara. Kadang juga lomba nyanyi Ibu Meinar, yang sama sekali berbeda dengan Idola Cilik saat ini, hehehe..

Permainan dengan kawan-kawan sebaya pun banyak banget. Belum jamannya video game, jadi kita lebih banyak bermain di luar rumah. Aku coba ingat-ingat permainan masa kecil yang indah dulu disini ah:

1. Petak Umpet
Semua anak Indonesia pasti senang memainkannya. Jengkelnya kalau yang ngumpet jauuuuh banget. Malah pernah ‘pal’nya di rumahku, dianya ngumpet di rumahnya, langsung pulang dan tidur gak balik lagi. Yee, curang.. eh, namanya juga anak kecil, hehehe..

Ayo lanjut bernostalgia disini..

Menghimpun yang Berserak

JAKARTA – Sudah dalam beberapa hari ini, seorang kawan, sahabat bahkan bisa disebut saudara lama, tiba-tiba mengirimiku email dan ‘smile‘ di friendster. Nama panggilannya Freddy. Si Freddy ini sudah aku kenal sejak kelas 1 SD (tahun 1977) di Bontang, Kalimantan Timur. Itu berarti hampir 30 tahun yang lalu, Subhanallah.

Freddy merupakan salah satu dari 2 sahabatku waktu itu. Kami bersekolah dari SD, SMP dan SMA yang sama, karena memang hanya satu-satunya di komplek PT Badak NGL Bontang. Jadi tak heran, 12 tahun berkawan di Bontang dengan segala macam hobi kami lalui bersama membuat aku dan dia benar-benar mengetahui satu sama lain, in and out. Perbedaan agama di antara kami sama sekali bukan penghalang, setidaknya, sampai terakhir aku bertemu dengannya satu setengah tahun yang lalu di Yogya.

Lanjutkan membaca “Menghimpun yang Berserak”