Maryam Nurfathiya

Tengah malam itu ummi membangunkan abi. Ada tetesan darah dan sedikit lendir terserak di lantai. Karena khawatir itu adalah darah kontraksi, segera abi mengantar ummi ke RSIA Hermina Bekasi. Sesampainya disana, ummi langsung diperiksa karena HBnya drop dari 11 ke 7 namun pendarahan yang tampak hanya sedikit. Dokter takut ada pendarahan hebat di dalam dan ummi langsung diobservasi di ruang isolasi. Saat itu, usia kandungan ummi baru 36 minggu, masih kurang 3 minggu dari saatnya melahirkan.

Siangnya, di ruangan USG..

Untuk Adek di dalam Perut Ummi

Adek @ 4 Agustus 2010
InsyaAllah saat ini adek di perut ummi sudah 32 pekan. Sekarang adek aktif bergerak terus, nendangin perut ummi yang semakin buncit. Seingat abi, perut ummi gak pernah segendut ini saat hamil kakak Ingga dan akak Najah. Bu dokter juga bilang berat badanmu 4 ons lebih berat dari usia bayi yang lain. Wah, apa kamu bakal memecahkan rekor 3,7 kgnya akak Najah saat lahir nanti?

Balik dulu setahun yang lalu ceritanya ya ‘Dek. Saat abi sedang berkumpul di suatu malam dengan kawan-kawan di satu kelas pengajian, abi merasa ‘malu’ karena di sana banyak kawan dan ustadz yang masih muda-muda namun mempunyai banyak anak. Saat abi tanya apa latar belakang, keinginan dan motivasinya, mereka menjawab agar generasi Islam mendatang bukan hanya semakin banyak namun juga kuat, ya fisik, akidah, akhlak, ilmu dan lainnya agar kejayaan Islam di bumi ini kembali lagi.

Mendengar hal itu..

Menyiapkan Target di Bulan Ramadhan

Banner RumahJAKARTA – Tinggal sedikit lagi masuk bulan suci Ramadhan 1430H. Sudah tiga Ramadhan ini rumah kami selalu dihiasi atribut menyambut datangnya sang bulan suci. Ini kami lakukan agar anak-anak tergugah semangat dan motivasinya untuk fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan. Tema tahun ini adalah ‘Ramadhanku Bercahaya Bersama Abi & Ummi‘. Desain itu kami cetak dalam ukuran 1m x 1.5m dan digantung di dekat musholla rumah, yang diharapkan berfungsi untuk mengingatkan anak-anak bahwa saat ini adalah saat yang sangat berharga untuk beribadah sebanyak-banyaknya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sekeluarga sudah mempunyai target ibadah masing-masing. Si Ummi kemarin menyerukan kepada Ingga dan Najah, akan memberi Rp 50.000,- untuk satu juz Al-Qur’an yang diselesaikan. Mata Ingga pun berbinar-binar, mungkin ia membayangkan akan memperoleh uang seperti di permainan PetSos-nya [yang menjengkelkanku itu] lalu bisa beli ini itu. Ia pun bertanya, ‘Bila khatam Qur’an, bisa dapat satu setengah juta dong ‘mi, nanti uang ummi habis.‘ Si Ummi pun menjawab, ‘Tak apa-apa. Yang penting anak ummi bisa khatam Qur’an.

Sah-sah saja kan, menggugah semangat anak-anak lewat iming-iming sesuatu, baik berupa barang ataupun uang? Karena terkadang anak-anak drop semangatnya di tengah jalan. Bosen lah, capek lah, dan banyak lagi alasan lainnya. Biasanya dengan memberikan suntikan semangat demikian, mereka pun sadar, mereka mempunyai target yang harus dipenuhi.

Bagaimana dengan orang tuanya? InsyaAllah, kita pun tidak mau kalah dengan anak-anak . Bila saat umrah 9 hari saja bisa khatam 1 kali, seharusnya 30 hari bisa lebih dong ya, hehehe. Tapi aku sadar diri, ghirah di sini tidaklah sekuat di Tanah Suci, apalagi waktunya yang susah bila harus lama bertadarus setiap selesai sholat fardhu. Target khatam 1 kali masih realistis namun harus ditambah dengan target menghafalkan semua surah di juz ke 30, insyaAllah.

Nah, bagaimana dengan anda, sudahkan mempunyai target ibadah di bulan suci kali ini?

Bagi pengguna aplikasi CorelDraw [versi 11 atau yg lebih besar] yang mau mengunduh file gambar diatas, silakan download disini (70 Kb).

Berlibur ala ‘Free and Easy’

Tulisan ini dilengkapi dengan file excel untuk panduan itinerary.

JATIBENING – Berlibur di musim libur sekolah dapat dipastikan dimana-mana tempat hiburan, atraksi, penginapan serta transportasi mencapai puncaknya. Bagi kita yang hendak melakukan perjalanan tamasya, ada baiknya menyiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelum hari-H. Selain dapat menghemat biaya, juga memudahkan kita untuk merencanakan tempat wisata yang akan dikunjungi.

Baru-baru ini kami mengajak anak-anak berlibur ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia selama 4 hari 3 malam. Memang cuma 4 hari namun persiapannya sudah kami lakukan sejak 3 bulan yang lalu. Dimulai dari pemesanan tiket pesawat dan hotel, merencanakan transportasinya, membikin rencana tour hari per hari sampai estimasi biaya yang dibutuhkan. Semua direncanakan berdasarkan budget yang tidak terlalu besar namun juga sebisa mungkin tidak mengorbankan kenikmatan berlibur.

Semua berawal saat kami melihat iklan sebuah biro travel perjalanan yang menawarkan paket Free and Easy. Jadi travel tersebut hanya menyediakan tiket pesawat dan hotel, selebihnya terserah anda. Yang penting pada hari keberangkatan diterbangkan ke negara tujuan, dibawa ke hotel lalu pada hari kepulangan dijemput dan terbang kembali pulang. Mereka hanya menyediakan buklet tempat-tempat wisata yang disarankan namun tidak menyediakan tour apalagi guidenya. Pokoknya, terserah saja dah mau kemana juga.

Hmm, kalau gitu, mending gak usah pakai biro travel. Urus saja sendiri semuanya, ya nggak? Klik untuk info lebih lanjut yang lebih seru..

Novel Najah

Untuk dua cahaya kami, Ingga dan Najah. Abi ummi bangga sekali dengan kalian!

JATIBENING – Diawali dari kegemaran sang kakak membaca, lama-lama pun menular ke Najah, anak kami nomor dua. Buku yang suka dibaca Ingga salah satunya adalah seri Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) terbitan Mizan. Seri ini menampilkan deretan karya ‘novelis-novelis’ kecil yang rata-rata masih di tingkat Sekolah Dasar (SD), seperti buku Kado untuk Ummi karangan Siti Izzati, pelajar kelas III SD yang baru berusia 8 tahun.

Berangkat dari situ, si Najah rupanya tidak hanya gemar membaca, namun juga ingin mempunyai karya sendiri. Kami pun membiarkan Najah memakai komputer untuk mengetik. Kadang ia dibantu Ingga, yang sering kurang sabar memberi tahu adiknya mengetik di Microsoft Word namun kadang sangat wise dalam memberi contoh tulisan atau menyumbangkan ilustrasi. Walaupun terkadang lebih sering sendiri, kami sebagai orang tuanya tidak mau cawe-cawe atau ikut campur. Kami ingin hasil karyanya benar-benar tulisan dari seorang gadis kecil kelas 1 SD.

Mari lanjut disini..

Surat untuk Palestina

JATIBENING – Seorang kawan menginformasikan ada upaya untuk mengumpulkan surat-surat dari anak-anak Indonesia ke Palestina di sebuah situs. Pengelola situs yang bernama Sahabat Al Aqsha itu mengharapkan dapat terkumpul 100.000 surat untuk nantinya dikirim ke anak-anak Palestina. Kami melihatnya ini sebagai salah satu niat baik, paling tidak untuk melihat sudut pandang anak-anak Indonesia tentang apa yang mereka lihat dan ketahui tentang agresi militer Israel ke Palestina.

Dari beberapa yang masuk di situs tersebut, rata-rata memang anak-anak menggambar tentang perang. Aku tunjukkan kepada Ingga dan Najah beberapa surat yang telah masuk dan mereka pun mulai menggambar. Kebetulan siang itu kawan-kawan mereka, Putri & Dinda datang bermain dan mereka pun ikut menggambar. Tentu, kami tidak mengatur tentang apa-apa yang mereka akan gambar karena kami memang menginginkan ide orisinil mereka yang akan mereka tuang di kanvas kertas itu. Klik untuk melihat gambar anak-anak itu disini..