Petunjuk seorang Ulama Rabbani tentang Jihad

Kiriman Sigit Budi (cahaya_sunnah@yahoo.com)

asy-Syaikh Abdul Aziz Alussyaikh
Ini adalah petunjuk seorang alim Rabbani, ulama kita yang kokoh keilmuannya, asy-Syaikh al-Allaamah Abdul Aziz Alussyaikh –hafidhahullah– dalam permasalahan yang penting dan riskan, beliau berkutbah dalam kutbahnya yang bercahaya di Arafah :

“Wahai mereka yang menjadikan jihad sebagai syiar! Pernahkah suatu hari engkau bertanya pada dirimu sendiri? Apakah menumpahkan darah kaum muslimin termasuk jihad fi sabilillah?

Apakah menghalalkan darah orang kafir yang dijamin keamanannya termasuk jihad fi sabilillah? Apakah menghancurkan harta benda kaum muslimin termasuk jihad fi sabilillah?

Wahai muslim, hendaknya engkau menjadi seorang yang berakal dan waspada!
Berhati-hatilah, jangan sampai engkau menjadi seorang yang menggelora semangatnya (tanpa ilmu).

Jadilah seorang muslim yang mengikuti petunjuk!
Dan berhati-hatilah, janganlah engkau menjadi seorang pembuat kerusakan dan penumpah darah !

Wahai saudaraku sesama muslim …
Sesungguhnya jihad fisabilillah tidaklah disyariatkan untuk menumpahkan darah dan membunuh.

Bukanlah jihad fisabilillah sebagai pelampiasan dan balas dendam
Jihad fisabilillah adalah ibadah kepada Allah dan salah satu syariat Allah.
Jihad fisabililah disyariatkan untuk membela negeri muslimin.
Sebagai sarana memelihara agama ini dan berdakwah kepadanya serta mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.

Wahai mereka yang cinta jihad dan berkeinginan mengangkat benderanya.
Sesungguhnya agama Islam tidak mengobarkan untuk menumpahkan darah, bahkan berusaha untuk menahan pertumpahan darah jika didapati jalan menuju hal itu.
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya.” (al-Anfal : 61)

Wahai mereka yang cinta jihad dan berkeinginan mengangkat benderanya.
Saya bertanya kepadamu (dan jawablah dengan benar), apakah engkau telah berjihad terhadap dirimu sendiri dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya?
Apakah engkau telah berjihad terhadap dirimu sendiri dalam mengikuti al-Qur’an dan sunnah?

Apakah engkau telah berjihad terhadap dirimu sendiri dalam menerima al-Qur’an dan sunnah, sekalipun akal dan hawa nafsumu menolaknya?
Apakah engkau telah berjihad terhadap dirimu sendiri dalam menerima firman Allah:
“Dan janganlah engkau membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya melainkan dengan sebab yang benar”. (al-‘An’am : 151)

Dan sabda Rasulullah :
“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan menyelisihi jama’ah lalu mati, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah, dan barangsiapa berperang dibawah bendera “amiyyah” (tidak berdasarkan petunjuk agama), ia marah karena fanatisme kelompok dan mengajak kepadanya atau menolong lantarannya lalu terbunuh, maka ia mati jahiliyyah, Barangsiapa yang keluar dari umatku, melawan/membunuh orang yang baik maupun yang jahat, tidak mewaspadai orang-orang mu’min dan tidak menunaikan janjinya, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukanlah darinya.” (Muslim 1848)

Wahai saudaraku sesama muslim,
Sesungguhnya pengertian jihad amat luas tidaklah terbatas dalam makna tertentu, bahkan pengertian jihad bermacam-macam, berdakwah kepada Allah, mendamaikan diantara kaum muslimin dan menunaikan kewajiban-kewajiban, semua itu adalah termasuk jihad…

Maraji’:
Dinukil dari kaset ceramah asy-Syaikh Abdul Aziz Alussyaikh.