‘Akhirnyaaa..’

Judul itu ada pada semua ucapan yang menyertaiku saat aku ‘akhirnya‘ memutuskan memakai ponsel BlackBerry baru-baru ini. Padahal alasan utama adalah pengiritan, bukan ikut-ikutan hehehe. Bagaimana tidak, istri, anak, adik serta hampir semua keluarga besar dan sahabatku, sudah terhubung dengan yang namanya BlackBerry Messenger/BBM. Praktis, dengan mengandalkan aplikasi dan sistem tersebut, biaya untuk SMS, telepon apalagi MMS bisa dihilangkan.

Ya, syaratnya adalah terhubung atau get connected. Semakin banyak yang terhubung dalam satu sistem, tentu lebih banyak lagi penghematan yang bisa dilakukan. Kalau dulu cukup dengan menanyakan nomor teleponnya, sekarang bertambah lagi satu: berapa PINnya? ☺

Padahal di contact list Yahoo Messenger/YM! atau gTalk-ku, tak kalah banyaknya kawan-kawan yang juga terhubung disana. Namun mengapa BBM ini yang begitu banyak dipakai orang sekarang?

Ternyata banyak yang terhubung dalam satu sistem bukan berarti komunikasi dapat terjalin. Ada satu syarat lagi yang harus menyertainya: mudah digunakan. Sistem di BlackBerry/BB ini yang memungkinkan orang bisa chatting tanpa harus ribet-ribet login ala messenger publik seperti YM! atau gTalk. Ya mudah loginnya, mudah mengetiknya, mudah mengirim dan menerimanya dan bisa diakses dari mana dan kapan saja.

Apakah ponsel Apple, Windows Mobile atau Android tidak bisa melakukan yang mudah-mudah seperti itu? Bisa saja, tentu kita bisa menginstal YM! atau gTalk di ponsel multimedia itu. Namun membayangkan orang tua harus repot-repot mengisi formulir untuk mendaftar di web, lalu mendownload dan menginstal aplikasi itu di handheld mereka kemudian berlangganan internet untuk mengaksesnya dari handphone, tentu agak sulit untuk dibayangkan. Bandingkan dengan mereka tinggal mendatangi gerai operator, memilih handphone BBnya, mendaftar, bayar lalu pulang. Belum sampai di rumah pun mereka sudah bisa online dengan BBM, tanpa harus ribet memikirkan login segala macam.

Bagi internet freaks, BB memberikan kemudahan lain dalam berinteraksi sosial. Kemudahan mengakses dan menerima notifikasi dari Facebook, Twitter dan jejaring sosial lainnya, adalah bonus tambahan. Fungsi messaging standar seperti email, sms dan mms pun terintegrasi menjadi satu dengan notifikasi aplikasi lainnya dalam satu layar home, membuat penggunanya mudah mengetahui update terbaru atau pemberitahuan yang (nyaris) instant dalam satu sentuhan (khusus OS BB v6.0).

Setidaknya itu lah fungsi utama yang membuatku memilih BB sebagai pendamping kegiatan sehari-hari untuk aplikasi-aplikasi messaging. Kecepatannya dalam mengakses email, sungguh mengagumkan. Mantan pengguna Windows Mobile tentu setuju dengan opini ini, karena terasa ringan sekali dalam mengunduh email, mengedit serta mengirimkannya kembali, baik dalam modus plain text atau HTML. Sistem kompresi email adalah yang membedakannya, dan itu salah satu andalannya BB. ☺

Belum lagi yang namanya BlackBerry Group/BBG. ‘Duh, menyatukan para pengguna BB dari satu institusi, almamater, komunitas atau jamaah, begitu mudahnya. Siapa yang suka berceloteh lewat perangkat/chatting, pasti menyukai BBG ini. Tinggal diundang/invite, setiap pembicaraan antar pengguna langsung masuk ke BBG dan termonitor oleh pengguna lainnya. Kalau di YM! atau gTalk, harus mengeset ‘conference‘ dan mengundang user setiap kali hendak melakukan pembicaraan group, di BB ‘conference‘ ini dijadikan satu group permanen yang hanya butuh satu kali undangan lewat PIN. Bila hendak ngobrol lagi keesokan harinya, tak perlu mengundang lagi namun cukup kembali ke group yang telah ada. Kakek-nenek pun insyaAllah bisa deh -sambil membayangkan repotnya kakek nenek kudu login di YM! lalu mengklik atau meng-create menu ‘conference‘ untuk setiap percakapan group- hehehe..

Namun untuk aplikasi office, grafis atau multimedia, sebaiknya jangan menggantungkan asa pada BB, setidaknya sampai tulisan ini ditulis, karena ponsel multimedia lain memiliki kemampuan yang lebih baik. Bila dibandingkan dalam satu kisaran harga, jelas sekali ponsel BB ini over-priced. Dengan harga sama-sama 3 juta, satu ponsel Android sudah memiliki layar QVGA dengan resolusi dan ukuran lebih besar serta kedalaman warna yang lebih banyak. Processornya pun lebih cepat, kamera lebih baik, ram dan storage juga lebih besar. Silakan dicek detilnya di sini dimana aku membuat perbandingan antara Samsung Galaxy Ace S5830 dengan BlackBerry Curve 3G 9300 yang memiliki harga setara.

Tidak diijinkannya meng-install/menyimpan aplikasi pada storage media/sd card adalah salah satu ‘cacat bawaan‘ yang menjengkelkan. Memang bisa saja diakali dengan third-party-software, namun bila ditilik secara default, BB masih terlihat angkuh dan kuno untuk hal ini. Hal ini seakan mempertegas bahwa BB hendak memposisikan dirinya sebagai handheld dengan messaging sebagai fungsi utamanya, bukan untuk diisi aplikasi-aplikasi berat lainnya.

Untuk itulah, ponsel WinMo atau si Robot Ijo Android masih aku bawa. Aku yang terbiasa mem-‘push to the limit‘ terhadap setiap device yang aku miliki, tetap merasa lebih nyaman menggunakan ponsel non-BB dibandingkan mengandalkan BB untuk aplikasi non messaging, misalnya office, panduan navigasi juga tracking, internet browsing dan games. Disamping banyak aplikasi yang belum tersedia (misalnya software navigasi dengan map yang built-in/offline), BB juga rasanya gak cocok digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang berat-berat, apalagi yang membutuhkan layar dengan resolusi tinggi. Yah, memang masing-masing punya kegunaan dengan kelebihan dan kekurangannya.

So, bagi yang tidak merasa butuh berinteraksi sosial dengan kenyamanan notifikasi secara real-time, sebaiknya memaksimalkan ponsel yang ada ketimbang harus menambah atau menggantinya dengan si BB. BB cocok untuk mereka yang merasa harus selalu terhubung, dimana dan kapan saja karena memang itulah nilai jual utama dari perangkat ini. Perkara orang bilang ponsel mahal-mahal kok cuma dipakai sms dan chatting, lha kalau kenyataannya memang fungsi itu yang dicari dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kita, lalu mau bilang apa? ☺

Mari beli apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan..

7 pemikiran pada “‘Akhirnyaaa..’

  1. Permisi Pak , saya juga bocah Bontang yang baru2 saja mencoba membuat Blog klo ada nasihat buat mempercanggih blog dan penggunaannya ,Mohon Beritahu – dan Mohon Arahannya Pak … Terima Kasih – Klo sudi juga bisa lihat Blog saya di ——————————- http://www.blog-anaklangit.co.cc ———————

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s