Maryam Nurfathiya

Tengah malam itu ummi membangunkan abi. Ada tetesan darah dan sedikit lendir terserak di lantai. Karena khawatir itu adalah darah kontraksi, segera abi mengantar ummi ke RSIA Hermina Bekasi. Sesampainya disana, ummi langsung diperiksa karena HBnya drop dari 11 ke 7 namun pendarahan yang tampak hanya sedikit. Dokter takut ada pendarahan hebat di dalam dan ummi langsung diobservasi di ruang isolasi. Saat itu, usia kandungan ummi baru 36 minggu, masih kurang 3 minggu dari saatnya melahirkan.

Siangnya, di ruangan USG dokter menjelaskan beberapa kemungkinan yang buruk. Seperti plasenta yang menutupi jalan lahir/placenta previa, plasenta yang menempel dengan saluran kandung kemih, pendarahan yang telah terjadi di beberapa tempat hingga kemungkinan rahim ummi yang harus diangkat. Intinya, sore ini ummi harus segera dioperasi untuk melahirkan sang bayi. ‘Well, the doctor always said the worst condition first. Chance dari kebenaran diagnosis ini adalah 80%, jadi bisa saja perkiraan ini meleset dan tidak perlu diambil tindakan’, katanya. Walau demikian, abi sebenarnya tidak terlalu menghiraukan diagnosa itu. Abi lebih ‘concern’ pada usia bayi yang hendak dipaksa dilahirkan pada hari itu, apakah sudah cukup umur apa belum.

Abi menciumi ummi sembari berbisik ‘Kok sepertinya gak terlalu complicated kaya gitu ya ‘Mi. Abi percaya pada pertolongan Allah SWT.’ InsyaAllah, jawab ummi.

Ya, perkiraan kelahiran bayi adalah pada tanggal 28 atau 29 Desember 2010. Karena kami memilih metode melahirkan lewat operasi cesar, dokter kandungan menunjuk minus sebelas hari dari hari-H untuk dilakukan operasi. Kami memilih hari Jumat, 17 Desember sebagai hari kelahiran, sedangkan saat itu baru tanggal 8 Desember yang berarti 3 pekan dari ia seharusnya dilahirkan. Namun melihat kondisi dan berat badan sang bayi, dokter berkeyakinan bahwa si jabang bayi insyaAllah sudah siap untuk dilahirkan.

Persiapan untuk operasi pun dilakukan. Ummi ditransfusi darah dulu untuk menaikkan HBnya ke level normal. Ummi dibawa masuk kamar operasi pukul 15.30 WIB. Abi menunggu di luar dan pada pukul 17.15 belum juga ada tanda-tanda operasinya selesai. Itu membuat abi sedikit gelisah karena membandingkan saat operasi cesar anak kedua yang tak sampai 30 menit. Tak kuasa lebih lama lagi menunggu, abi pun masuk untuk bertanya kepada suster di nurse station. Ternyata, dikarenakan harus menunggu dokter urologi yang terjebak kemacetan di jalan, operasi baru dilakukan beberapa saat yang lalu. Dan benar, pada pukul 17.31 WIB abi dipanggil masuk. Permata ketiga kami pun telah lahir dengan sehat dan selamat, alhamdulillah.

Berita baik lainnya, ummi tidak perlu diangkat rahimnya dan pengoperasian kandung kemih tidak perlu dilakukan. Hehe, percuma saja dokter urologi tadi ditunggu, toh ia tidak jadi bekerja. Namun standar operasi di rumah sakit itu demikian adanya, tim dokter harus lengkap atau tidak ada operasi sama sekali. Pertolongan Allah dekat sekali dan nyata!

Maryam 1,5 jam setelah ia dilahirkan.Maka pada 8 Desember 2010 pukul 17.31 WIB, lahirlah putri ketiga kami yang kami beri nama Maryam Nurfathiya. Nama seorang wanita langit yang bercahayakan kemenangan. Maryam lahir dengan berat 3258 gram, dan panjang 49 cm. Kedua matanya agak sipit, berdagu bundar, berambut tebal dan berkulit merah. Sedikit banyak mirip kakaknya yang pertama dibandingkan dengan yang kedua. Sebuah amanah ketiga telah kami peroleh dari Allah SWT setelah 8 tahun lebih berlalu. Ia hadir disaat kami memang ingin memiliki satu anak lagi sebagai tambahan bekal untuk menciptakan satu generasi mujahid baru untuk agama Allah yang mulia. Rahmati dan ridhoilah niat kami ini ya Rabb, amin ya Rabbalalamin.

Barangsiapa memelihara (mengasuh) tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan wajib baginya masuk surga. (HR. Ath-Thahawi)

2 pemikiran pada “Maryam Nurfathiya

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Alhamdulillah..
    Berarti jarak antara anak kedua dan anak ketiga 8 tahun ya pak? Sama seperti saya dan adik..🙂
    Insya allah kelahiran ini penambah keberkahan di keluarga pak oyi dan Maryam dapat menjadi anak sholehah.. Amin Ya Rabb..
    btw, selamat milad juga pak..🙂

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wa barakatuh,

    iis, terima kasih doanya. iya, 8 tahun ternyata cukup lama untuk membuat kami lupa rasanya mempunyai bayi, hehehe. jadi serasa punya anak pertama lagi nih, ada yang mbangunin kalau malam hari. insyaAllah kami berusaha mendidik anak-anak menjadi anak yg sholehah, amin. jazakallahu khair ya iis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s