Proyek Surgawi dan Jejaring Sosial

Musholla kami sedang direnovasi. Pekerjaan utamanya membongkar atap dan menggantinya dengan atap baja ringan agar tak lapuk dimakan rayap seperti yang saat ini terjadi. Tahap berikutnya, meninggikan lantai karena tahun 2007 lalu saat banjir besar melanda, air memasuki ruangan sholat. Pekerjaan lainnya seperti menghias dinding depan dengan granit dan mengganti karpet, menjadi prioritas kesekian. Yang penting atap musholla tidak rubuh karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Namanya saja musholla, tak ada pendapatan mingguan layaknya sebuah masjid yang dipakai untuk Jumat’an. Dana yang ada di kas musholla berasal dari infaq Ramadhan dan donasi rutin tiap bulan dari warga satu RW.

Rencana rehab ini bermula 3 bulan Ramadhan yang lalu, saat ada seorang ibu yang telah sepuh menginfakkan uang Rp 5 juta kepada pengurus Musholla disertai pesan ‘untuk merenovasi musholla ya pak‘. Gembira sekaligus bingung karena untuk merenovasi tentu butuh uang yang tidak sedikit.

Dari pemborongnya, setahun yang lalu diperkirakan habis dana Rp 100 juta untuk keseluruhan pekerjaan, namun untuk tahap pertama hanya dibutuhkan Rp 45 juta. Butuh 3 tahun sejak amanah itu diterima hingga saldo musholla kami mencapai Rp. 28 juta, jumlah yang kami kira cukup sebagai modal awal pekerjaan renovasi ini.

Dan, pekerjaan besar itu dimulai awal bulan Oktober 2010 ini. Panitia inti segera membuat proposal dan bergerak mencari donatur-donatur yang berkenan menyisihkan hartanya untuk merenovasi, berlomba dengan penyelesaian tahap pertama pekerjaan ini yang diperkirakan satu hingga dua bulan. Sasaran utamanya adalah donatur tetap dan jamaah musholla yang secara kasat mata berkecukupan serta kantor masing-masing anggota panitia renovasi.

Secara offline sudah, terbersit untuk mengetuk hati kawan dan kerabat secara online. Aku memanfaatkan jejaring sosial semacam Facebook dan mailing list. Aku kumpulkan kawan-kawan berdasarkan komunitas masing-masing. Ada dari keluarga, klub mobil, kawan haji hingga tetangga. Tanpa malu-malu aku kirimi mereka message beserta dokumen pendukung seperti proposal yang bisa diakses secara online.

Hasilnya, luar biasa cepat. Belum sepekan saja sudah terkumpul sepuluh juta and still counting. Aku tak menyangka bila efek penggunaan jejaring sosial bisa sepositif ini. Teknologi yang menyatukan banyak orang semacam Facebook dan kemudahan mentransfer dana secara mobile lewat internet atau phone banking, mempercepat pengumpulan donasi ini. Dana yang terkumpul di rekeningku, langsung aku transfer ke rekening bendahara musholla. Aman, cepat dan transparan, karena semuanya tercatat di rekening koran. Lagipula, hanya orang gila yang mau bermain-main dengan uang amal, apalagi amal jariyah seperti ini.

Bersyukur kepada Allah SWT, aku dikelilingi kawan-kawan yang peduli dan suka membantu terhadap sesama. Bukan nilai uangnya yang terpenting, namun kepekaan untuk menyisihkan sedikit rejekinya guna membantu renovasi sebuah tempat ibadah yang mereka sendiri tidak pernah mengetahui lokasinya ada dimana itu yang bernilai ibadah di mata Allah SWT. InsyaAllah bila ikhlas memberikannya, pahalanya akan terus mengalir selama musholla itu dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, amin.

Bagi yang hendak ikut berperan serta dalam proyek surgawi ini, bisa membaca proposalnya terlebih dahulu di http://www.scribd.com/doc/39229394/Proposal-Renovasi-Musholla.

Jazakumullahu khairan katsiraa, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang dilakukan dengan balasan yang lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s