‘Berjumpa’ Rasulullah SAW

Dua hari pertama setelah tiba di Madinah, 1426H. Aku belum juga bisa masuk taman-taman surga itu. Padahal aku sudah mengenakan gamis yang terbaik, yang memang sengaja aku niatkan untuk ‘bertemu’ dengan manusia mulia, Rasulullah SAW. Dua hari itu aku hanya bisa melewati makamnya dari pintu Bab as Salam, mengucapkan shalawat dan salam kepadanya, tapi tetap saja semua terasa biasa.

Hati ini menjadi gundah saat kawan-kawan bercerita telah berhasil khusyu’ beribadah di taman surga yang sangat padat itu. Aku pun beristighfar, memohon ampun pada Allah SWT, karena yakin niatku mungkin belum benar untuk menuju kesana.

Dan Allah mengabulkan permohonanku pada hari ketiga. Disaat tiada maksud untuk mencapai raudhah menjelang Ashar, tiba-tiba saja penyekat antara jamaah ikhwan dan akhwat dilipat. Orang-orang berlomba saling berlarian melewatiku. Aku sejenak terpana, ada apa ini? Mengapa penyekat itu tiba-tiba dibuka? Aku baru menyadari, sekarang adalah waktunya jamaah pria masuk ke raudhah! Langkah seribu pun aku ambil, sembari beristighfar memohon ampun telah lancang berlari di rumah Allah yang Maha Agung.

Aku pun mendapat tempat di karpet putih nan wangi itu tanpa berdesakan sama sekali. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau kabulkan doa hambaMu. Aku kini begitu dekat dengan RasulMu ya Rabb. Ia berada tepat di sampingku, kami hanya dibatasi oleh sebuah dinding penyekat, Subhanallah. Namun saat aku melihat pakaianku, ya Allah, ini kan bukan gamis yang aku persiapkan untuk pertemuanku dengan RasulMu? Maha Suci Engkau ya Rabbi, aku sadar Rasul tak menyukai kemewahan, tak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan. Aku datang padamu ya Rasul dengan apa adanya.

Tak terasa waktu Ashar telah usai. Kami yang baru mereguk nikmatnya beribadah di taman-taman surga itu diminta beranjak. Saat sedang mengantri keluar raudhah, perasaanku mengatakan ada yang menunggu di ujung sana, tepat di depan makam Rasulullah. Dadaku bergoncang, deg-deg-an sekali. Aku mulai membaca sholawat dan salam untuknya. Yaa Nabi Salam, alaika.. Ya Rasul salam, salam alaika.. Ya Habib salam, alaika.. Sholawatullah, alaika. Allahummasholi wa salim ‘ala Sayyidina Muhammad Wa’ala ‘alihi Sayyidina Muhammad . Berulang-ulang aku ucapkan sembari berdesakan melewati makamnya.

Tak terasa, air mata pun tumpah. Pun tak terkira banyaknya. Sudah dua hari aku lewat di depan makammu ya Rasulullah, namun baru saat ini aku merasakan kehadiranmu disana. Dadaku bergoncang, bergemuruh, melawan dorongan orang-orang di belakangku yang menyuruhku beranjak. Aku ingin tetap ada disana namun para askar dan jamaah lain memintaku untuk tetap berjalan. Saat itu mungkin aku tengah histeris, karena ada beberapa orang merangkulku, memintaku beristighfar sembari mengusap-usap bahuku, ‘Hajj, sobri ya hajj, sobri..‘.

Saat itu aku baru merasa, selama ini sebagai umatnya aku tidak terlalu peduli dengan riwayat perjuangan beliau menegakkan Islam. Namun Allah membukakan mataku justru disaat yang sebentar itu, dari pintu keluar raudhah hingga melewati makam Rasulullah SAW. Aku menangis sebanyak-banyaknya layaknya anak kecil, memohon ampun karena disana aku baru merasakan betapa Rasulullah SAW begitu lelah, begitu sulit dan begitu banyak halangan saat mendakwahkan agamanya yang tauhid, Islam. Aku sebagai umatnya merasa tidak pernah berterima kasih atas perjuangan berat beliau yang membawa umatnya dari kegelapan menuju ke dunia yang terang benderang, astaghfirullah.

Aku ingin sekali menjadi saudaramu ya Rasulullah. Anauhibbukailallah yaa Habib Allah. Aku umatmu yang tak pernah berjumpa denganmu namun aku beriman pada ajaranmu. Ya Allah, jadikanlah takdirMu hambaMu ini mendapat syafaat dari RasulMu dan berjumpa dengannya kelak, amin..

Khamees, 4 Rabiul Awwal 1431H with lips fulfilled of shalawat..

4 pemikiran pada “‘Berjumpa’ Rasulullah SAW

  1. saya adalah muslim, tapi sholat aja jarang, tapi ketika baca tulisan ini saya juga menangis di buatnya… begitu banyak kerinduan bagi mu Bagindaku,..serasa tdk pantas aku menjadi umatmu…

    subhanallah, walhamdulillah. noel, saya juga terharu membaca komentar anda. semoga ini adalah salah satu jalan hidayah Allah SWT kepada anda, agar anda dan saya pun semakin giat beribadah dan berlomba-lomba menuju kepada kebaikan, fastabiqul khairat.

    semoga Allah SWT memudahkanmu untuk melaksanakan sholat 5 waktu ya, amiin..

  2. Subhanallah….
    Sama,, baca artikel ini buat ana menangis , ” Ya Allah, semoga hamba ENKAU beri kesempatan untuk berkunjung ke SANA.. Amin ya Allah .

    Amin, Allahumma amiin. Semoga Allah SWT mengijabah doa, terlebih doa yang benar-benar tulus keluar dari hati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s