Bicara Korupsi

Ribut-ribut besok mau tanggal 9 Desember ada hari Anti Korupsi Sedunia katanya. Yang menentang korupsi mau demo, yang korupsi mungkin pada sembunyi. Atau mungkin ikutan demo seolah-olah gak pernah mengkorup apapun, biar disangka tidak korupsi. ngKali lhoo..

Padahal, kita ini semua bisa jadi ahli korupsi. Gak usah jauh-jauh deh mikirin apa yang dikorupsi para pejabat negara. Diri kita sendiri bagaimana, apakah sudah menjadi teladan yang baik?

Tidak sering menggunakan fasilitas kantor untuk urusan pribadi misalnya. Bagi yang diberikan fasilitas memadai, misalnya telepon di meja kerja, foto copy, kendaraan dinas dan lainnya, mungkin sering tidak sadar bila memakai semua fasilitas itu untuk kebutuhan pribadi. Ya nelpon anak, istri, suami atau siapa lah, memfoto copy tugas anaknya sampai memakai mobil untuk mudik tanpa ijin. Bila sesekali mungkin masih bisa ditolerir, tapi bila sudah menjadi kebiasaan, bagaimana? Padahal gajinya besar, tunjangannya pun gede. Masa’ sih cuma ngecek anak di rumah pakai telepon kantor? Lha itu HP mahal-mahal untuk apa dianggurin?

Fasilitas internet juga demikian. Diberi notebook dan bandwith yang menggiurkan, isinya penuh dengan download-an file-file urusan pribadi. Lebih mengerikan lagi bila menjadi bandwith killer. Sebentar-sebentar download movie atau mp3. Kawan yang lain, yang membutuhkan jaringan untuk pekerjaan, menjadi terganggu. Ini apa namanya kalau bukan korupsi bandwith?

Atau aktif ber-facebook ria di saat jam kantor. Masa baru datang buka notebook/komputer langsung menuju serambinya facebook sih? Ini kan korupsi waktu namanya. Belum lagi kalau ada yang ngajakin chatting. Dijamin konsentrasi pekerjaan jadi buyar. <- sst, pengalaman pribadi ya mas? wkwkwkwkwk..

Dalam urusan agama pun sering terjadi. Yang paling parah mengkorupsi waktu sholat. Sudah jelas perintah sholat itu ada waktu yang disyariatkan, ini malah dikorupsi. Parah lagi, mengkorupsi waktu sholat Dzuhur di dekat waktu Ashar. Tapi kalau ditanya mengapa, jawabnya banyak kerjaan, gak sempat sholat. Kerjaan apa, ya browsing-browsing itu tadi palingan. ‘Duh..

Membaca Al-Qur’an pun bisa dikorup. Huruf yang seharusnya berharokat 5 atau 6, main tabrak saja jadi 2 karena gak sabar untuk mengikuti kaidah yang berlaku. Kalau ditanya alasannya, jawabnya ia memilih metode baca cepat yaitu ambil yang berharokat 2 semua agar cepat khatam bacaannya. Ini kan aneh, tidak mencari keutamaan malah terjebak dalam menyiasati sebuah kaidah hukum. Bisa jadi, ini korupsi juga namanya, korupsi harokat, hehehehe..

Begitulah, kalau dilihat-lihat, aku pun sering melakukan apa yang aku tulis diatas. Kaya nulis tulisan ini, kok diwaktu kerja? Wah, bukannya itu parah, sudah tau itu korupsi kok terus dilakukan saja? Nah itulah, mumpung lagi rame ngomongin kasus korupsi yang gak kelar-kelar, aku mau mengajak yang membaca tulisan ini untuk memperbaiki diri kita sendiri dulu. Jangan kita tunjuk orang lain namun tiga jari menunjuk diri kita sendiri. Kita teriak melawan korupsi namun diri kita sendiri tanpa sadar telah asyik bermain dengan korupsi, walaupun mungkin masih dalam taraf merugikan diri sendiri, belum merugikan orang lain.

Setuju gak nih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s