Puasa dan Keimanan

Ramadhan KareemJAKARTA – Syukur alhamdulillah kita sudah berpuasa 7 hari di bulan suci 1430H ini. Puasa atau shaum itu satu-satunya ibadah dalam Rukun Islam yang bukan merupakan ibadah ‘demonstratif’. Ibadah lainnya, seperti syahadat, sholat, membayar zakat dan pergi berhaji, orang lain bisa tahu bahwa kita sedang melakukannya.

Seorang mualaf harus bersyahadat dan bersaksi di depan orang lain sebagai pertanda masuk keislamannya. Sholat bahkan diwajibkan berjamaah di musholla/masjid bagi kaum laki-laki. Zakat pun demikian, kadang namanya sampai diumumkan di media. Apalagi ibadah haji, yang pergi sepasang suami istri, yang mengantar bisa sekampung. Tapi berpuasa? Boleh kita sahur dan berbuka bersama keluarga, tapi siapa yg tahu bahwa kita saat ini sedang berpuasa? Hanya diri kita dan Allah SWT lah yang tahu.

Lalu ada yang menggelitik di hati, apakah kita yang berniat puasa dan sahur tadi pagi, berani membatalkan puasa dengan sengaja siang ini? Karena lapar dan dahaga, sepulang Jumatan bisa saja kita mampir ke warung untuk membeli sebotol minuman. Toh tak ada yang protes, tak ada tang melarang dan tak ada yang tahu. Mungkin hanya kita, penjual minuman itu dan tentu, Allah SWT. Tapi mengapa kita tidak berani melakukannya?

Kita yang tidak berani melakukannya, insyaAllah karena kita memiliki iman di dada. Bersyukurlah kita karena masih mempunyai iman. Hanya yang beriman lah yang dipanggil Allah SWT untuk melakukan shaum Ramadhan, sebagaimana ayat ke 183 di surah Al-Baqarah yang terkenal itu. Hanya dengan iman itu lah kita bisa juga bersyahadat, melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat berjamaah, membayar zakat dan pergi berhaji (bila mampu).

Sayangnya, kadang kita hanya ‘beriman’ di bulan Ramadhan saja. Setelah ramadhan pergi, seolah-olah tingkatan iman kita baru sampai di rukun islam yg pertama. Rukun Islam sisanya, seolah berlalu bersama munculnya sang Syawal. Lebih sedih lagi kalau tak ada bekasnya sama sekali, bagai Ramadhan yang datang tapi tak mau memberikan oleh-oleh rahmatNya, naudzubillah.

Tulisan ini sebenarnya untuk memotivasi diri sendiri, namun tak ada salahnya bila dapat mengajak pembaca untuk mempertebal kualitas iman dan ibadah agar Allah menggolongkan kita sebagai generasi Qur’ani, bukan hanya generasi Ramadhani. Mumpung baru sepekan kita berpuasa, ayo tingkatkan ibadah dengan mengazzamkan niat di hati agar kualitas ibadah kita akan terus seperti saat ramadhan menemani hari sehingga predikat taqwa yang dijanjikan Allah untuk hambaNya bisa kita raih, amin.

Gambar diambil dari situs B.S.B, Dubai. Diolah.

Satu pemikiran pada “Puasa dan Keimanan

  1. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah tiba…
    setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, he he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau…
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…
    Nih, saya kasih link comment-nya…

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    http://www.4shared.com/file/127273395/aafaeca/
    Ucapan_Selamat_Kemerdekaan__Ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya!
    Lho, kok jadi maksa sih? He he he…
    Anggep aja ini cuma reminder & invitation dari saudara jauh,
    jadi… nggak ditampilin juga nggak apa2, kok.

    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang Ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini,
    mohon maaf lahir bathin & ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s