Berlibur ala ‘Free and Easy’

Tulisan ini dilengkapi dengan file excel untuk panduan itinerary.

JATIBENING – Berlibur di musim libur sekolah dapat dipastikan dimana-mana tempat hiburan, atraksi, penginapan serta transportasi mencapai puncaknya. Bagi kita yang hendak melakukan perjalanan tamasya, ada baiknya menyiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelum hari-H. Selain dapat menghemat biaya, juga memudahkan kita untuk merencanakan tempat wisata yang akan dikunjungi.

Baru-baru ini kami mengajak anak-anak berlibur ke negeri jiran, Singapura dan Malaysia selama 4 hari 3 malam. Memang cuma 4 hari namun persiapannya sudah kami lakukan sejak 3 bulan yang lalu. Dimulai dari pemesanan tiket pesawat dan hotel, merencanakan transportasinya, membikin rencana tour hari per hari sampai estimasi biaya yang dibutuhkan. Semua direncanakan berdasarkan budget yang tidak terlalu besar namun juga sebisa mungkin tidak mengorbankan kenikmatan berlibur.

Semua berawal saat kami melihat iklan sebuah biro travel perjalanan yang menawarkan paket Free and Easy. Jadi travel tersebut hanya menyediakan tiket pesawat dan hotel, selebihnya terserah anda. Yang penting pada hari keberangkatan diterbangkan ke negara tujuan, dibawa ke hotel lalu pada hari kepulangan dijemput dan terbang kembali pulang. Mereka hanya menyediakan buklet tempat-tempat wisata yang disarankan namun tidak menyediakan tour apalagi guidenya. Pokoknya, terserah saja dah mau kemana juga.

Hmm, kalau gitu, mending gak usah pakai biro travel. Urus saja sendiri semuanya, ya nggak?

Ya namanya saja free and easy jadi ada beberapa konsekuensi maupun keuntungan masing-masing. Konsekuensinya, kita menjadi guide untuk diri sendiri. Resiko tersesat bisa saja terjadi. Namun keuntungannya juga mengiming-imingi lho, misalnya kita bebas hendak kemana saja kita mau, kapan saja, tak terikat jadwal tour yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Bila setuju, berikut beberapa hal yang kami lakukan untuk mewujudkan berlibur free and easy ala keluarga kami.

Ampuhnya Internet
Ya, dengan internet kita bisa mencari informasi apa saja yang dibutuhkan. Bukan itu saja, dengan perkembangan teknologi online saat ini, hampir semua tiket pesawat, hotel sampai venue/tempat atraksi menyediakan pembelian secara online. Bisa dibilang, 80% transaksi yang kami bayar, kami lakukan via internet, dari atas meja di hadapan kami.

Pertama, menentukan waktu & rute berlibur. Berhubung kami hendak mengunjungi dua negara, dibutuhkan sedikit effort atau usaha untuk menimbang-pilih hendak kemana kita terlebih dahulu. Faktor penentu disini adalah memilih moda transportasi dari Singapura ke Kuala Lumpur (KL), apakah hendak menggunakan bis, kereta api atau pesawat terbang? Berhubung ketatnya waktu, maka bis kami kesampingkan karena bisa memakan 6-9 jam dari Singapura ke KL. Tinggal kereta api vs pesawat. Kami kalkulasi lagi, beda total harga tiket antara kereta api dan pesawat ternyata hanya tiga ratus ribuan. Lho kok gak beda-beda amat? Akhirnya kami pun memilih pesawat terbang dengan alasan memangkas waktu walaupun lebih mahal tiga ratus ribu.

Langkah berikutnya adalah mencari & memesan armadanya. Harga tiket pesawat low cost carrier seperti AirAsia, JetStar, ValueAir atau Lion Air tidak banyak berbeda. Beti lah, beda-beda tipis. Karena kami ingin perjalanan liburan ini memanfaatkan waktu yang seluas-luasnya, maka kami pilih penerbangan pertama untuk keberangkatan dan penerbangan terakhir untuk kepulangan. Tentu pilihan ini ada baik dan buruknya. Baiknya adalah harga tiketnya biasanya paling murah. Sedangkan buruknya, kita harus pagi-pagi sekali berangkat dan menghadapi ancaman delay pada jadwal penerbangan terakhir. We take that chance.

Setelah memesan tiket pesawat, giliran berikutnya adalah mencari hotel. Alhamdulillah, banyak hotel juga sudah menyediakan reservasi secara online, jadi kita bisa membanding-bandingkan harga yang ditawarkan langsung via internet. Banyak situs yang dapat digunakan untuk mensurvei daftar hotel di Singapura & KL seperti asiarooms maupun bookings.com. Perhatikan apakah harga yang ditawarkan benar-benar all-in atau belum termasuk pajak.

Dari situs pencari hotel itu biasanya terdapat link ke situs hotel yang bersangkutan. Kita bisa melihat apakah situs hotel tersebut menyediakan reservasi online atau tidak. Bila ya, sebaiknya kita menggunakan situs hotel itu saja dan ucapkan terima kasih kepada asiarooms atau bookings.com yang telah mengantarkan kita ke situ.๐Ÿ˜€

Berikutnya, kita membikin daftar tujuan wisata. Kita bisa mengunjungi situs-situs pariwisata pemerintah negara tujuan yang resmi atau cari saja lewat mbah Google dengan keywordTourist Guide‘. Untuk Singapura, situs yang baik adalah visitsingapore.com dan untuk Malaysia bisa mengunjungi www.tourism.gov.my.

Di dalam situs-situs tersebut biasanya disertakan juga usulan tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi dalam 1 atau 2 hari tour. Ini tentu memudahkan kita untuk merencanakan moda transportasi dan jarak serta waktu tempuh untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang disarankan. Guna mendukung penghitungan transportasi ini kita bisa mengandalkan situs street directory atau google map.

Menggunakan situs street directory cukup mudah apabila kita sudah terbiasa membaca peta. Karena memang ingin memperkenalkan MRT /Mass Rapid Transport atau kereta bawah tanahnya Singapura kepada anak-anak, kami sengaja memilih MRT ini untuk mencapai lokasi tujuan wisata, seperti ke Bugis, Orchard Road atau HarbourFront. Kita tinggal menentukan lokasi awal dan tujuan serta memilih moda transportasinya, dalam sekejap arah perjalanan berikut estimasi harga MRT-nya sudah tersaji. Memudahkan kita untuk mengkalkulasi pengeluaran nantinya.

hotel to merlion parkBila dari situs street directory tersedia informasi bis atau MRT, dari google map kita bisa memilih menggunakan mode ‘berjalan kaki‘. Ini penting lho, karena selain bisa mencari lokasi hotel mana yang dekat dengan lokasi-lokasi tempat wisata, kita bisa menghemat pengeluaran transportasi, ya kan? Kalau akhirnya kami mendapat hotel dekat Singapore River dan itu berarti tak memerlukan MRT, bis atau taxi untuk mencapai Merlion Park, Boat Quay dan Singapore Flyer, sudah berapa Sing Dollar yang dihemat? Ya ya yaa..๐Ÿ˜€

Berbeda dengan di Singapura, saat di Kuala Lumpur kami berinisiatif untuk merental mobil. Selain lebih memudahkan mobilitas, aku pun ingin merasakan mengendarai mobil di negara orang yang tentu sedikit banyak ada perbedaan dalam berlalu lintas. Pengalaman merental mobil untuk bertamasya di Malaysia ini insyaAllah akan aku sajikan di tulisan lainnya.

Terakhir, saat hari-H, bila berlibur bersama keluarga jangan lupa membawa foto copy Kartu Keluarga dan Kartu NPWP bila sudah punya. Kalau kelupaan, Rp. 2.500.000,- untuk fiskal berdua harus anda bayarkan, nggak banget dah. Tempat pengurusan bebas fiskal ini ada di dekat pintu masuk pemeriksaan paspor dan fiskal, terpisah dengan counter pembayaran fiskal bank.

Semoga bermanfaat bagi yang hendak ‘nekad’ berpetualang di negeri orang, tanpa pemandu wisata..๐Ÿ˜€

Bila ingin melihat itinerary dan perkiraan biaya yang kami buat, silakan download disini.

Trip Itinerary - Excel XLS
Trip Itinerary - Excel XLS


4 pemikiran pada “Berlibur ala ‘Free and Easy’

  1. wah baru liburan ke singapore ya? asyik donk bang..

    aku sih mainnya lokal aja (bali, lombok)๐Ÿ˜€

    alhamdulillah, sedang diberi kenikmatan berlibur sama Allah. hendak berlibur kemana pun kita, jangan lupa untuk tetap mengingatNya. thanks Krishna.

  2. syukron ya mas oyi n mb. utami…Ceritanya menginspirasi buat travelling di bumi Allah dgn smart n hemat…salam kenal

    terima kasih kembali ukhti farida, senang bisa berbagi. salam kenal juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s