Novel Najah

Untuk dua cahaya kami, Ingga dan Najah. Abi ummi bangga sekali dengan kalian!

JATIBENING – Diawali dari kegemaran sang kakak membaca, lama-lama pun menular ke Najah, anak kami nomor dua. Buku yang suka dibaca Ingga salah satunya adalah seri Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) terbitan Mizan. Seri ini menampilkan deretan karya ‘novelis-novelis’ kecil yang rata-rata masih di tingkat Sekolah Dasar (SD), seperti buku Kado untuk Ummi karangan Siti Izzati, pelajar kelas III SD yang baru berusia 8 tahun.

Berangkat dari situ, si Najah rupanya tidak hanya gemar membaca, namun juga ingin mempunyai karya sendiri. Kami pun membiarkan Najah memakai komputer untuk mengetik. Kadang ia dibantu Ingga, yang sering kurang sabar memberi tahu adiknya mengetik di Microsoft Word namun kadang sangat wise dalam memberi contoh tulisan atau menyumbangkan ilustrasi. Walaupun terkadang lebih sering sendiri, kami sebagai orang tuanya tidak mau cawe-cawe atau ikut campur. Kami ingin hasil karyanya benar-benar tulisan dari seorang gadis kecil kelas 1 SD.

Pagi ini, iseng-iseng Utami mengcopy file ‘novelnya’ Najah. Aku pun tergelitik untuk melakukan hal serupa: ingin membacanya. Pasalnya, beberapa hari yang lalu Najah memberitahuku kalau tulisannya sudah sampai 30 halaman, Subhanallah.

Najah memberi judul tulisannya itu My Best Friend‘. Rupanya, ia ingin bercerita tentang kawan-kawannya, atau biar sesuai judul novelnya, tentang sahabat-sahabatnya di sekolah. Lucunya, tidak ada karakter ‘Najah’ di cerita itu. Semuanya menceritakan tentang Fayla, Karisa dan Fara, nama-nama yang cukup akrab di telingaku bila Najah bercerita sepulangnya dari sekolah. Ya, mereka adalah benar-benar teman satu genk-nya, hihihi..

Gaya penulisan ceritanya berjalan mengalir. Ia pun sering menyelipkan percakapan dalam bercerita. Namanya juga masih kelas 1 SD, salah ketik di sana-sini ya harap maklum hehehe. Namun aku begitu menikmati tulisannya. Tidak menyangka kalau anakku yang satu itu bisa mengarang sebuah cerita yang -bagiku- cukup panjang untuk anak seusianya.

ilustrasi my best friend ingga untuk najahBelum lagi peran serta kakaknya dalam mengisi ilustrasi. Ingga memang suka menggambar, ya di kertas atau di kanvas MS Paint. Itu dibuktikannya dengan memberikan gambar-gambar yang hidup untuk ‘novel’ adiknya. Aku pun takjub melihatnya, membayangkan bila menggambar dengan MS Paint pastilah aku tidak sebisa itu. Ingga mencoba menggambar sesuai paragraf cerita adiknya dan memberikan warna-warna yang cerah. Gambarnya begitu kiddy dan kartun namun juga tampak realistik.

Di akhir tulisannya, mirip dengan buku KKPK, ada kolom biografi singkat penulisnya. Kali ini Najah menceritakan siapa dirinya dan tak lupa ia memberikan pujian untuk kakaknya yang telah memberikan ilustrasi ‘novel’nya itu. Hahaha, sudah serasa dipublikasikan oleh Mizan ya nak.

Subhanallah, terima kasih ya Rabb atas besarnya karuniaMu kepada kami. Ijinkan kami dapat terus membimbing anak-anak untuk membekali mereka dengan sebaik-baiknya ilmu dan menjadi pembela agamaMu yang kaffah, amin.

Bagi yang ingin membaca ‘novel’ pertama putri kami, dapat mendownload Novel Najah My Best Friend (PDF – 1,2 MB) atau klik disini untuk membacanya secara online (harap bersabar untuk menkonversi PDF ke Flash).

4 pemikiran pada “Novel Najah

  1. Subhanallah.. mas pinter banget si Najah.. Ingga gambarnya juga bagus banget.. Hehehe.. Mbak Aya mau bikin juga, kok nggak jadi-jadi.. 🙂

    waah, terima kasih om.. ingga dan najah pasti senang membaca komentar om nunu. nanti di rumah mau ditunjukkan biar menambah semangat untuk membikin edisi berikutnya, hehehe..

    semoga dik aya juga cepat menerbitkan karya-karyanya ya..

  2. Wahhhhhhh ini sih jenius namanya…. bisa begitu sempurna membuat kalimat2 bentukan, seperti menghambur, bergandengan tangan, berhamburan… dll. Hebat, hebat… ternyata punya kakak yg usianya terpaut jauh banyak gunanya ya.. anak jadi lebih cepat besar. Fea sebenarnya juga sudah menulis cerita di MS Word, tapi lebih suka cerita2 khayal (peri2, putri, bidadari dll), tapi belum sebagus Najah.

    Hebat ya Najah… teruskan!! Tante Wiwiek bangga sama kamu!!

    waaa, adek dapat komentar dari sang pakar.. makasih ya tante.. 😀
    iya nih, si najah memang lagi senang-senangnya membaca, ikut²an kakak dan umminya, jadi mungkin dari situ imajinasinya berkembang.

    semoga adek fea bisa bikin cerita juga ya, hehehe..

  3. novelnya bagus banget hayo najah ingga ditunggu novel selanjutnya yah hehehe…..

    hahahah.. makasih om.. insyaAllah najah sedang mempersiapkan edisi berikutnya, hehehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s