Uang Aqua

JAKARTA – Kamis siang ini, sepulangnya dari Gramedia Grand Indonesia.
Mau lewat Bundaran HI ke arah Semanggi pasti ditangkap polisi kalau kita menyebrang langsung dari depan Hotel Indonesia, jadinya aku mengambil arah lewat belakang Grand Indonesia, masuk lewat samping HI lalu memutar di bundaran HI. Itu lebih aman.

Sayangnya, di pintu Timur Mal Grand Indonesia, mobil bertumpuk mau masuk. Karena aku kurang sabar, bukannya masuk jalur lambat malah masuk jalur cepat. Yeee, ketahuan dah.. di depan bundaran HI ada pak polisi nyuruh minggir ke kanan, di samping jalur Busway. Prit priitt.. 😦

‘Selamat siang pak..’ ujar pak polisi itu.
‘Siang pak..’ jawabku.
‘Maaf pak, bapak melanggar marka. Dari jalan itu, tidak boleh langsung ke jalur cepat.. Bisa lihat surat2nya?’
Aku kasih SIM dan STNK. Eh, STNK langsung dibalikin lagi.

‘Karena ini pelanggaran kecil, bapak bisa pilih.. mau saya tilang atau kasih uang lah untuk beli aqua’
‘Tilang? Saya gak bisa pakai form biru aja pak?’
sambil mengingat-ingat satu pengalaman kawan di sebuah forum, benar form biru atau merah ya?
‘Oh, yang bayar di BRI itu pak? Sebentar, saya tanya senior saya dulu..’
Hmmm,
waktu aku ditilang di bundaran Senayan si petugas lapor ke ‘komandan’ yang ini lapor ke ‘senior’.. 😀

‘Baik pak.. senior saya bilang karena memang di jalan itu tidak ada rambu larangan ke jalur cepat, dan surat-surat bapak lengkap, maka kali ini kami maafkan. Ini SIM bapak. Selamat melanjutkan perjalanan dan selamat siang’
‘Selamat siang pak.. terima kasih’
jawabku.

Moral of the story: akuilah kalau kita salah kalau memang begitu kenyataannya. Bila polisi menawarkan tilang, it’s OK, jangan takut, tapi please tidak pakai kasih uang aqua dong. Lebih baik kita bayar langsung saja denda tilangnya di BRI via ATM, lalu ambil SIM-nya di pos polisi itu. Kita untung, bangsa untung.. –eh itu jargon Pertamina ya, hehehe. Maksudnya, kita tidak menyuap polisi, dan polisi pun tidak memakan suap, karena sesungguhnya yang menyuap dan disuap sama-sama salah dan berdosa.

Ya mungkin I just got lucky this time. Tapi siang itu aku puas sekali, keukeuh tidak mau memberikannya ‘uang aqua’ yang kemudian Allah membalasnya dengan mendapatkan kembali SIMku secara ‘gratis’.. 😀

Alhamdulillah.

6 pemikiran pada “Uang Aqua

  1. Tapi ada enaknya juga loh bi….
    emang gak enak di tilang polisi..
    Enaknya sebelum di tilang! hehehehe… 🙂
    Kan bisa beli buku sepuaasnya di gramed!! 😀

    iya putriku.. kan abi gak sempat ditilang nak..
    oww, gitu yah, yang diingat saat beli bukunya ya? dasar anak ummi! 😀

  2. oh…
    gitu ya caranya kalo di tilang biar duitnya buat negara, pake form biru….
    hmm… oke juga, di Depok biasanya ada tilang-tilang gak jelas gitu deh,,, syukron akh sharenya, bermanfaat banget buat ane sebagai pengendara motor…

    waiyyakum akhi. yang penting diniatkan untuk tidak ikut budaya menyuap polisi deh. kalau polisi tidak mau memberikan form biru, kita lebih baik memilih sidang saja. memang lebih ribet dan memakan waktu, tapi kita terbebas dari kegiatan suap menyuap itu, wallahua’alam. syukron akh.

  3. wah wah wah, hebat juga bang oyi 😉

    oo iya met taon baru ya bang, moga tahun ini merupakan tahun penuh berkah 😀

    happy blogging!

    hehehe.. thanks ya krishna. selamat tahun baru untukmu juga.

  4. ary jadi ngikut panggil Bang aja lah..
    ya,,sedikit meniru mas krishna,,tapi sepertinya memang lebih pantas dan etis daripada ary panggil Bung..

    Bang Oyi,,ary juga pernah mengalami tu pengalaman..
    tapi bedanya ary diminta uang rokok,,bukannya uang aqua..
    hehe..bedanya lagi,,ary kasih tu oknum 2 bungkus rokok..
    mau di post sekarang lah..
    hehehe..

    waduh waduh, dijadikan sub-title nih.. ntar kalau blog ane ngetop gimana dunk? hahaha..
    jazakallah sudah mampir & menjadikan kaffah4829 inspirasi untuk menulis. ayo tetap menulis akhi ary.
    syukran katsira.

  5. two thumbs up om 🙂
    ane ud lama bgt gak ketangkep polisi, tapi terakhir ketangkep (cm gara2 muter balik gak pake lampu sen di patung kuda thamrin) ane kasih uang rokok tuh … abis kebayang ribetnya klo kudu ke pengadilan sih … hehehe, jadi malu pas baca blog ini

    gak apa-apa farid, asal tidak diulang lagi hehehe..
    memang kita sering tergoda untuk melakukan hal tersebut dengan mengatasnamakan ‘tak ada waktu untuk sidang’ dan seabreg alasan lainnya. namun bila kita cermati budaya menyuap polisi ini telah memberikan citra yang tidak baik bagi kepolisian dan juga membentuk pribadi yang tidak baik untuk diri kita. nah, alangkah baiknya bila kita mulai dari diri sendiri untuk tidak main sogok, dimana pun itu. insyaAllah dilandasi niat yang kuat, kita bisa kok melakukannya.

    terima kasih sudah mampir kesini ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s