Pernikahan Adikku Sayang

JATIBENING – Akhirnya, adik bungsuku Chita menyudahi masa lajangnya dengan menerima pinangan Bona, teman kuliahnya di UI, pada tanggal 26 Juli 2008 yang lalu. Chita, juga adik perempuanku yang lain – Wiwiek, berbeda agama denganku. Jadi saat pemberkatan nikahnya di gereja HKBP Cibubur, aku pun tak bisa menyaksikannya.

Karena Bona adalah putra dari orang Batak, sesuai adatnya Chita harus mempunyai marga terlebih dahulu agar bisa dinikahi. Untuk itulah aku dan Wiwiek pada bulan Mei lalu berangkat ke Medan untuk menghadiri pemberian gelar itu. Sejak saat itu si Chita mempunyai nama batak: Chita Rachel boru Radjagukguk. Ada-ada saja ya, hehehe. Maha Suci Allah yang memberikan banyak keanekaragaman budaya di negeri ini.

Nah itu saja belum cukup. Selesai pemberkatan di gereja, siangnya Chita dan Bona harus menghadiri acara adat khusus Batak yang digelar di gedung Restu 2 di bilangan Tendean. Kami yang datang ke acara itu terkaget-kaget dengan banyaknya undangan yang datang dan suasananya riuh sekali. Makanan yang menurut mereka tidak mengandung babi, sudah terlanjur membuat tidak bisa masuk ke perut. Tak apa, yang penting hari itu aku melihat mereka sudah di pelaminan, alhamdulillah..

Ya, mereka sudah lama ditodong kakak-kakaknya, bahkan dari keluarga besar kami untuk segera menikah. Masing-masing sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Mereka sudah mandiri, bahkan sudah mencicil rumah segala. Namun untuk menikah kok sampai Pakde yang di Bandung kudu memimpin ‘sidang’ segala agar Bona segera menikahi Chita. Maka dari itu, saat mereka melangsungkan pertunangan di rumah kami, keluarga besar kami pun antusias menyambutnya.

Alhamdulillah, segalanya terhitung cepat. Sejak pertunangannya, lalu dilanjutkan pemberian marga hingga mereka duduk di pelaminan akhir bulan lalu, terasa begitu mudah dan lancar. Adik kecilku yang rasanya baru kemarin merengek-rengek minta dibelikan es krim di warung depan rumah, sekarang sudah menikah. Perbedaan usia yang 10 tahun denganku membuatku merasa dia adalah adikku yang selalu kecil. Padahal persiapan pernikahannya kemarin benar-benar ia siapkan sendiri. Mandiri, tak minta banyak ini itu. Apalagi si Bona yang saat ini bekerja di Bintan, sehingga praktis menjelang hari-H mereka, si Chita yang pontang-panting sendirian.

Sekarang pesta itu sudah berlalu. Semua yang dilewati kemarin hanyalah satu langkah kecil untuk kehidupan dan perjuangan yang sesungguhnya. Betapa menyatukan dua jiwa yang berbeda kultur dan budaya, tentu perlu waktu untuk memahami satu sama lain. Tapi aku yakin, Chita dan Bona dapat menyatukan dan memahami perbedaan-perbedaan itu.

Selamat menempuh hidup baru, adikku..

4 pemikiran pada “Pernikahan Adikku Sayang

  1. Selamat ya untuk chita dan bona. Semoga menjadi keluarga yang berbahagia. Ingatlah janji setia dihadapan jemaat dan di hadapan Tuhan ketika di HKBP CIbubur yaitu: saling mengasihi dan mencintai baik dalam suka dan duka. Tidak akan bercerai selain kematian yang memisahkan. Hanya bantuan imanlah sehingga kalian berdua dimampukan untuk menjalaninya. Untuk Oyi & Utami, saya sangat senang membaca blogmu. Kata-katanya sngat sederhana dan mudah di mengerti. Salut. Dan rasa care sama Chita semoga terbayar dengan kebahagiaan mereka kelak. Salam
    tua_siregar@yahoo.com

    mantap lae, terima kasih banyak komentar & pujiannya. semua saya kembalikan kepada Allah SWT yang memiliki diri ini.

    terima kasih juga atas doa untuk adik-adik kami. salam.

  2. selamet ya tuk chita dan bona… tuk om oyi jg selamet, bisa jaga ade sampe ke pelaminan… salut…

    terima kasih ibu renny yang budiman.. yah, resiko jadi anak pertama yang harus menggantikan fungsi orang tua yang sudah tiada, hehehe..

  3. Huehehehehe. Memang keluargamu tidak bisa jauh dari Batak ya.
    Saya sangat senang Chita sudah berumah tangga di HKBP lagi. Mantap. Jadi ingat sy khusus beli Sajadah untuk kawanku ini, yg rela nungguin di kost walaupun sy masih di gereja. Horas lae OYI sama Utami. Huehehehe. 08161371747 ini nomor sy

    alhamdulillah..
    ninggor pardede, kawan lama di undip akhirnya bertemu lagi setelah kurang lebih 15 tahun berpisah!

    wah, soal sajadah itu, tak tahu aku kalau kau harus beli segala, hahahaha.. memang mantap kawan satu ini.

    terima kasih pak ninggor atas komentarnya.. insyaAllah kalau nanti bertemu jangan lupa bawa anak2 & istri ya. sudah 3 anakmu? ckckck, ruarrr biasa.. :))

  4. Oyi dan Utami, selamat ya buat kalian yang sudah menjada Chita sampai masuk ke kehidupan baru, Buat Chita, walaupun sudah lama tak bertemu Abangmu ini ucapkan selamat menempuh hidup baru, dalam rumah tangga Tuhan memberkati….Masih melekat kenangan semua di bontang Yi, bersama keluarga….Btw..sekarang kami sekeluarga sudah menetap diBatam, pekerjaan baru disini…baru saat ini sempat kirim kabar, semua data dan alamat bingung nyari kemana…mudah2 kalau terima kabar ini bisa kirim email dan telp….cheers brother….John Batubara 08127050745…(give me a call please….)

    John my man!
    waduh, sudah terdampar pula kau di Batam ya? mantap lah lae, jadi kalau kita ada trip ke Batam, bisa ditampung dulu di rumah kau ya hahaha..

    sejak kapan kau di Batam John? kemarin aku tanya si butet lewat facebooknya dia, katanya kau masih di Bintaro. bah, tau-tau muncul pula pesan kau ni, bahwa dirimu sudah ada di seberang sana..

    okelah, kasih-kasih kabar dan foto ya.. thanks John. salam untuk istri & jagoanmu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s