Pulau Beras Basah

BONTANG – Salah satu tujuan utama berlibur ke Bontang kemarin adalah mengunjungi sebuah pulau pasir di perairan Laut Bontang. Saat menjelang keberangkatan, aku sudah menceritakan kepada Ingga dan Najah bahwa nantinya kita akan bermain di pulau yang isinya pasir putih melulu dan air laut yang jernih. Mereka makin tidak sabar saja menunggu hari keberangkatan itu. Ke Sand Island Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Om Thom sudah mencharter speed boat untuk menuju ke sana. Jaraknya yang hanya 5 mil atau sekitar 8 km dari Boat House [pangkalan speed boat di daerah Marina Bontang] ditempuh dalam waktu 15 sampai 20 menit saja. Aku yang sudah lama tidak merasakan sensasi naik speed boat ini benar-benar menikmatinya, demikian juga Utami, Ingga dan Najah. Tatkala ada gelombang yang diciptakan kapal yang melaju menuju arah sebaliknya, speed boat agak berguncang keras, namun anak-anak malah menikmatinya. Syukurlah, aku sudah takut saja mereka mabuk. Maklum, naik mobil saja mabuk apalagi naik kapal, hehehe.. Sesampainya di Sand Island atau Pulau Beras Basah dalam bahasa kita, Ingga dan Najah sudah tak sabar untuk segera bermain-main di air lautnya yang sebening kristal (gak juga ding, digede-gedein dowang ini, hehehe..). Tapi jelas jauh lebih bersih daripada air laut di Ancol atau Pelabuhan Ratu, misalnya. Tak henti-hentinya kami mensyukuri nikmat Allah SWT pada pulau ini: pasirnya yang hangat dan putih, air laut yang jernih dan langit biru yang membentang. Benar-benar perfect place to hideaway.

Anak-anak pun sibuk mengumpulkan kerang. ‘Untuk akuarium di rumah ‘Bi’ jawab Ingga waktu kutanya untuk apa kerang-kerang itu. Hmm, boleh juga, bisa sebagai oleh-oleh dan tanda mata dari sebuah pulau yang dulu rajin ku kunjungi bersama kawan-kawan sewaktu SMA.

Global Warming Effects?

Namun sayang sekali, mungkin akibat global warming dimana air laut sering pasang, memungkinkan terjadinya abrasi di garis pantainya. Walaupun air laut membelai pantai pasir ini dengan lemah lembut namun belaian yang terus menerus membuat luas pulau pasir ini mengerut. Bila dilihat dari Google Earth dan memanfaatkan fasilitas pengukuran luasnya, keliling pulau ini terukur 739,6 meter dengan luas 1,68 hektar. Aku tidak punya data luas pulau ini 20 tahun yang lalu, namun aku yakin luas pulau ini sudah jauh berkurang.

Pulau yang dulu sering kami gunakan untuk latihan fisik beladiri Judo dengan diawali berlari mengelilinginya, sekarang diberikan semacam barrier atau barikade yang terbuat dari batu karang dan cor-coran semen yang tentunya untuk mencegah abrasi meluas. Akibatnya, tampilan pulau ini sedikit terganggu dengan adanya barikade ini. Namun apa mau dikata bila kenyataan mengharuskan demikian?

Belum lagi banyak sampah-sampah plastik bekas gelas minuman mineral dan bungkusan makanan ringan bertebaran dimana-mana. Mungkin mereka menganggap laut adalah tong sampah terbesar di dunia sehingga ringan sekali tangan-tangan itu membuang sampah yang tak bisa diurai alam. Menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi mungkin aku yang hanya bisa mengumpat tanpa bisa melakukan apa-apa. Pulau pasir putihku ini diambang kehancuran.

Pulau Beras Basah yang Indah

Walaupun entah kapan lagi mengunjunginya, aku berharap agar pulau Beras Basah ini tetap ada. Sayang, sebagai sarana rekreasi utama keluarga karyawan PT Badak NGL dari dulu hingga sekarang, pasti akan kehilangan bila pulau ini suatu saat tenggelam. Banyak penyelam-penyelam yang memulai latihan penyelaman di sini pastilah akan kehilangan sebuah ‘venue’ yang sangat indah dengan biota laut yang ditawarkan Sand Island. Dimana lagi anak-anak Bontang dapat bermain di air laut yang bening dan pasir yang putih seperti ini bila bukan di Beras Basah?

Semoga Allah SWT menjaga pulau pasirku yang indah ini, amin.

4 pemikiran pada “Pulau Beras Basah

  1. seneng bisa tau cerita beras basah paling gres. sayang banget kalau pulau penuh kenangan itu tenggelam 😦

    hallo oyi, ini hani. adek kelas, temen maen judo dulu…hehehe. aku nemu blognya dari mieske nih. salam buat keluarga ya 🙂

    waaah, senangnya dapat kunjungan dari kawan lama.. anak kepala sekolah pula, hehehe..
    kabarnya sekarang di selandia baru ya han? masih ikut judo kah? 🙂

    salam juga untuk keluarga disana ya hani. thx for visit.

  2. wah besok ( 20 – Juli ) kita bakal ke Beras basah nih..tapi belum dapet kapal :p

    baca cerita diatas jadi kepikiran pingin ngebawa karung buat ngumpulin sampah” itu..

    semoga aja cuacanya cerah

    –salam kenal–

    bagaimana kunjungannya kemarin? akhirnya dapat kapal kan ke beras basah? waduh, telat deh nitip salam untuk pulau yang indah..

    semoga usahanya membersihkan beras basah benar-benar terlaksana, amin.

    salam kenal & terima kasih sudah mampir..

  3. Wah, akhirnya napak tilas kang Oyi ke Bontang kesampaian juga nich,Maaf baru sempet mampir lagi nich.
    Gimana Glofiish nya selalu menemani kah ?
    Main ke pantai memang enggak permnah membosankan dulu waktu jalan sangata ke Bontang masih lumayan bagus saya sering juga maen ke sana tapi semenjak sudah rusak parah hampir enggak pernah lagi.

    Sukses selalu kang Oyi.

    Wassalam,

    Acep A.

    wa’alaikumussalam kang acep,
    alhamdulillah, anak2 dan istri sangat terkesan berkunjung ke bontang
    bulan lalu. bagi mereka, ini adalah kali pertama mengunjungi pulau yang
    dikelilingi oleh air laut yang jernih. pokoknya banyak pengalaman
    pertama yang insyaAllah menjadi kenangan yang menyenangkan saat
    mengunjungi ‘kampung halaman kedua’ abinya.

    glofiish berfungsi maksimal di bontang, hehehe. selain untuk mengukur
    jarak tempuh saat berjalan pagi
    juga untuk membuat track log di google earth 🙂

    benar, kemarin juga sempat bertemu dengan pak putra dan keluarganya dari
    kpc di balikpapan. beliau menceritakan bahwa jalan darat dari sangatta
    ke bontang rusak cukup parah. sayang ya, padahal itu jalan provinsi kan?

    ok kang, salam sukses juga buat kang acep. jazakallah khairan katsiraa.

  4. Waduh jadi pengen banget ke Bontang lagi ni…. Kapan ya bisa ke Sand island????? Makasih ya Oyi utk update btg and foto2nya jadi makin rindu ma Bontang deh

    sama-sama ‘nte..
    kapan2 reuni bontang yuks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s