Terima Kasih Istriku

JAKARTA – Hari-hari kerja biasa kita berdua berangkat bersama, kali ini aku hanya mengantarkanmu ke terminal mobil omprengan di depan komplek perumahan kita. Kau cium tanganku sebagai tanda takzim-mu kepadaku, semoga menjadi tanda keikhlasan untuk pergi sendirian ke medan jihad pagi itu. Kerelaanmu untuk berdesak-desakan, kepanasan dan berkeringat serta hilangnya waktu untuk membicarakan topik yang sedang hangat diperbincangkan di radio kesayangan kita, semoga itu juga tidak mengurangi niatmu.

Bukannya aku sedang ingin sendiri istriku. Bukan pula gara-gara kenikmatan yang baru kutemukan ini membuatku lupa padamu. Namun ijinkan aku tak mengantarmu dua-tiga hari dalam satu pekan saja, agar keinginanmu memiliki suami yang bugar, sehat dan tidak kegendutan dapat aku hadirkan. Keridhaanmu sangatlah aku harapkan karena aku tak berani membayangkan azab Allah yang akan menimpaku bila kau tak ridha atas apa yang aku lakukan sekarang.

Sungguh, aku tidak lagi selingkuh. Aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku bisa menjadi suami yang engkau harapkan, suami yang tidak ‘memberatkanmu’. Kamu tetap percaya padaku kan?

Terima kasih istriku, demi Zat yang diriku ada di tanganNya, kau tetap tak terbandingkan. Aku jauh lebih mencintaimu daripada sepeda baruku ini…

5 pemikiran pada “Terima Kasih Istriku

  1. Assalammualaikum, mas…..apa kabar?lama ga jumpa….nice header

    wa’alaikumussalam akhi,
    alhamdulillah, khair. iya nih, ntar kunjungan balasan deh, hehehe syukron.

  2. duh si akang, terharu euy bacana… kumaha wartosna?


    hahaha, bisa aja kang danu..
    nuhun ya.. kabar khoir, alhamdulillah. semoga akang juga baik2 saja ya.

  3. Anda yang bernama Budi Hernawan ? klo salah lupakan saja. terimakasih

    duh si um, jelas-jelas blog saya berjudul ‘Oyi & Utami’ jhe..๐Ÿ™‚

  4. say aminta maaf id ym yang saya cari id ym budi.hernawan

    gak bener ntu orang , thx. sorrry

    apology accepted..๐Ÿ™‚

  5. menyayangi istri sama artinya dengan membuka pintu rizki dan ridho ilahi dan itu merupakan perwujudan dari rasa tanggungjawab yang besar atas keharmonisan dan kebahagian keluarga.
    Salam kenal

    masyaAllah, terima kasih tausiyahnya. setuju dengan pemikiran antum. salam kenal juga mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s