Ingat Jaman Jahiliyah

detikconcert.pngJATIBENING – Ada yang menarik saat melihat iklan konser musik di detikcom dalam beberapa hari ini. Setidaknya ada 3 grup band yang hendak manggung di Indonesia di bulan Februari – Maret ini, yang kalau mereka datang 14 tahun yang lalu pasti masuk dalam agenda yang tidak mungkin terlewatkan. Ketiga grup band yang dimaksud adalah Skid Row, Toto dan Helloween. Ketiga grup band ini dulu masuk ke dalam ‘jajaran’ kaset yang wajib dibeli bila mereka mengeluarkan album. Bahkan lagu-lagu Skid Row dan Helloween termasuk yang pernah dibawakan oleh grup bandku sewaktu masih suka ngeband saat jaman kuliah di Semarang.

Jaman-jaman itu -Utami sekarang sering bilang itu jaman kegelapan, jaman jahiliyah- hobi menonton konser musik heavy metal sudah seperti mendarah daging. Entah sudah berapa konser musik cadas yang aku tonton. Masih ingat saat Yngwie Malmsteen menggelar konser di Solo, 1990. Aku menontonnya bersama-sama adikku si Iben, sesama penggila musik metal sejak kami SMA. Suasana ricuh saat itu tidak mengendorkan semangat kami untuk menonton konser-konser berikutnya. Saat Sepultura hadir di Indonesia 1991, ia nekad naik kereta api ke Surabaya. Sedangkan aku, yang tidak suka thrash metal, memilih tidak menontonnya.

Di tahun 1992 kami berdua nekad menaiki kereta ekonomi dari Semarang, yang saat itu masih dalam arus balik lebaran, hingga kami tidak memiliki tempat selain di bordes hanya untuk memenuhi keinginan menonton konser Metallica di Lebak Bulus Jakarta. Konser yang berakhir dengan -lagi-lagi- kericuhan itu, tidak membuat kami jera untuk mencari konser lainnya.

Tercatat dalam ingatan beberapa konser musik sejenis lainnya yang pernah aku tonton, seperti Bon Jovi di Ancol, Firehouse di Semarang, Mr. Big di JHCC dan Europe di Teater Mobil Jakarta. Terakhir aku menonton konser musik cadas setelah berumah tangga adalah konser Mr. Big di Bengkel Jakarta tahun 1999. Ini untuk kali kedua aku menonton Mr. Big setelah sebelumnya di tahun 1996. Setelah itu, rasanya semangat untuk berjingkrak-jingkrak perlahan-lahan memudar, terasa sayang untuk menginvestasikan dana guna tontonan yang kurang bermanfaat.

Kemarin di mobil sempat melontarkan canda ke Utami, ‘Nah, kalau Skid Row abi pengen nonton deh..’
Dia cuma memforward perkataanku kepada anak-anak, ‘Tuh nak, abi mau nonton musik setan..’
Anak-anak langsung memprotes ,’Abi!! Gak boleh!!!’
Nyengir deh..๐Ÿ™‚

4 pemikiran pada “Ingat Jaman Jahiliyah

  1. wow Toto, uh jadi ingat 14 th yang lalu, saat mereka manggung di jakarta, betul saat diri masih bodoh (baca jahil), jingkrak sana jingkrak sini, pa lagi waktu lagu mushanga, hm asyik bener, ah harus segera dilupakan ya kenangan itu, dan saya setuju dengan pendapat anak-anak, ga boleh dan jangan kembali ke masa itu lagi, tul kan๐Ÿ˜‰ salam kenal

    hello amy, salam kenal juga..
    uh, toto musik yang luar biasa. sebenarnya pengen juga nonton karena waktu mereka datang pertama (14 tahun yg lalu?) bener-bener tongpes gak punya duit tuh, hehehe. lagipula musik toto lain dengan skid row dan helloween, meskipun citarasa rock-nya kadang cukup kental ya. namun untuk telinga yang sudah menua ini, nampaknya asa hanya jadi asa, keinginan itu cukup dipendam saja..
    terima kasih masukannya amy.

  2. om oyi bkin band lagi aja sama om agus, pan ditawarin di forum tuh…๐Ÿ˜€


    hahaha.. pengennya sih nge-band lagi..
    yuk kapan2 kalau kopdar teruci kita bikin jam session saja, hehehehe..
    thx komentarnya ya ‘bie. sorry telat nge-reply.. keasyikan ditinggal ke aceh sih..

    *di thread mana si om agus nawarin bikin band?*

  3. Huuu maless… mau nonton Skid Row.. wong yang asli cuman Scotti Hill sama Rachel Bolan. Bach kaga dateng.. jadinya.. ane mending nonton Java Jazz Manhattan Transfer.. kekekeke… Salam metal!

    manhattan transfer? mau transfer kemana? hahahaha.. kayanya terpaksa ngejazz nih si anak metal 90-an..๐Ÿ˜›

  4. Kayak keluarga nya mas dan mbak utami, sangat islami dalam mendidik anak dan memnagun keluarga yang sakinah

    masyaAllah, semakin berat langkah ini bila amanah yang diemban tidak dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh. terima kasih atas pandangannya kepada keluarga kami dan semoga kita semua dapat membangun keluarga yang qurani dan menjalankan sunnatullah dan sunnah rasulNya, amin.

    sungguh, pujian ini hanya milik Allah SWT, penggenggam diri ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s