Milad

JAKARTA – Walaupun senang masih ada yang mengingat hari ulang tahun dan mendoakan kita, sesungguhnya hakekat dari ulang tahun adalah semakin bertambahnya umur, yang berarti bertambah pula tanggung jawab sebagai manusia kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia. Kalau tidak disikapi dengan sungguh-sungguh, tanggung jawab ini berat adanya.

Ulang tahun juga berarti berkurangnya kontrak usia kita di dunia ini. Berulang tahun berarti semakin mendekatkan langkah kita kepada liang kubur, sebagai satu-satunya jalan pulang kita menghadap ke Allah Azza Wa Jalla. Dengan berulangtahun -sadar atau tidak, setuju ataupun menolak- usia kita pun semakin dekat kepada kematian, sesuatu yang pasti datang waktunya.

Jadi saat ulang tahun adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah diri, apakah kita telah memiliki bekal yang cukup untuk ‘pulang’ nanti, apakah tahun-tahun yang telah kita lewati mampu kita pertanggungjawabkan dihadapanNya kelak dan apakah kita telah cukup menitipkan ilmu dan bekal kepada anak keturunan kita.

Saat ulang tahun adalah waktu yang baik untuk meminta kepada Allah agar tetap memberikan hidayah kepada kita di sisa usia untuk menambah bekal pulang, bukan dengan menghamburkan uang untuk merayakannya karena hal-hal seperti itu, sungguh, sudah bukan waktunya lagi bagi orang seusia kita..

Wallahua’lam bishowab.

3 pemikiran pada “Milad

  1. hepi milad, halah campur aduk euy :d. stuju kang, ultah bukan buat ngambur2in duit. kacawali duitnya buat amal yah, semisal ngerayain ultah bareng anak yatim piatu.

    setuju, kalau untuk urusan amal, tidak ada yang menghalangi kang danu. apalagi bila disandingkan dengan milad, pasti lebih bernilai. jazakallah kang.

  2. Kirain membicarakan Milan. 🙂
    Mendengar kata Milan menjadi sensitif. 🙂

    hahahaha, si bli bisa aja.. gimana kabar bli? kayanya blognya sudah menjadi kawan hidup yang baru ya, keren dan komplit euy, hehehehe..

  3. tul sekali tuh, jadi makin dekat aja ke titik “nol”. Titik dimana tidak ada lagi yang bisa membantu, titik yang hanya kita seorang diri. titik yang tidak bisa lagi diceritakan dengan kata-kata. Sebuah titik yang hanya bisa kita ketahui keberadaannya ketika nyawa sudah berada ditenggorokan…

    jazakallah ‘ji atas tanggapannya. seperti opick katakan di lagunya, saat kita pulang nanti teman abadi hanyalah amal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s