Cerita dari Calang

CALANG – Sebagai salah satu kota yang paling parah diterjang Tsunami 3 tahun yang lalu, kota ini masih menyisakan sedikit kecemasan bagi diri ini pribadi, cemas apabila kejadian itu terulang kembali. Seperti akhir pekan ini, hujan yang mengguyur dari maghrib sampai menjelang subuh, ditambah suara deburan ombak yang bergemuruh, membuat suasana tadi malam begitu mencekam. Mungkin berlebihan, tapi memang itu yang dirasakan.

Ada banyak cerita dari kawan-kawan di kota ini. Salah satunya adalah betapa gempa dan gelombang dahsyat itu mampu ‘menerbangkan’ tangki BBM yang biasa ditanam di SPBU dapat ‘keluar dari tanah’ dan terlempar hingga ke arah bukit. Juga ada menara BTS yang bagaikan gulungan besi yang dipuntir oleh ‘tangan raksasa’. Semua itu ditambah kenyataan bahwa nyaris seluruh penduduk dan bangunan yang ada di kota ini termasuk masjid-masjidnya lenyap tak bersisa menimbulkan rasa miris tersendiri.

Seorang rekan yang bercerita dia tidak pernah nyenyak tidur di kota ini karena sering bermimpi tentang tangan yang menggapai-gapai minta tolong, dan tangan yang menggapai itu kebanyakan adalah tangan anak kecil. Ada juga pesan dari seorang kawan yang menyuruhku membaca 5 kali surat Al-Fatihah sebelum tidur untuk menghindari ‘mimpi buruk’ seperti itu. Namun itu semua tidak sampai menimbulkan kecemasan. Rasa cemas yang timbul lebih kepada takutnya gelombang raksasa itu datang lagi.

beautiful-calang.jpgNamun syukurlah, letak guest house yang berada di atas bukit mampu mengurangi kecemasan akan hal itu. Bahkan rasa takut itu langsung hilang setelah melihat keindahan garis pantai kota ini. Letak kota yang berada di teluk dan seakan-akan dikelilingi oleh laut dari tiga penjuru, menambah kekaguman atas landscape kota Calang.

Letaknya diantara kota Meulaboh-Banda Aceh yang merupakan jalur utama Pantai Barat NAD, membuat kota ini mempunyai potensi niaga yang besar. Saat ini memang infrastruktur jalanan masih parah akibat bencana Tsunami, namun apabila jalanan dan jembatan telah selesai direhabilitasi bukan tidak mungkin kota ini menjelma menjadi salah satu kota bandar di Pantai Barat NAD.

Lalu semua pun berharap, agar bencana luar biasa itu tidak akan pernah datang lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s