Hikmah Memenuhi PanggilanNya

Bapak Ibu dan Abi di MinaJATIBENING – Hampir tiga tahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 2005, setelah makan malam sampai menjelang tengah malam, si Abi (demikian anak-anakku memanggil bapaknya) berdiskusi panjang lebar dengan bapakku. Sejak beberapa waktu sebelumnya aku sendiri sudah berusaha menyakinkan bapak untuk segera menunaikan ibadah haji bersama ibu, namun biasanya diakhiri dengan kegusaran bapak atas ucapan-ucapanku. Entahlah, mungkin karena aku terlalu menghakimi atau terlalu frontal dalam mengajukan argumen ketika berdiskusi atau mungkin aku memang seringkali kurang sabar bila berbeda pendapat dengan beliau. Astaghfirullah, ampuni aku ya Allah.

Saat itu ada beberapa alasan Bapak untuk menunda pergi haji sampai usia 60 tahun. Dua hal yang sangat mengganggu pikiran Bapak, yaitu yang pertama, si Rini adikku nomor tiga, telah berusia 26 tahun, namun belum menikah. Dalam kacamata Bapak, usahanya untuk mencari pasangan pun tak ada. Hal kedua, bapak merasa ada kewajiban untuk menyelesaikan urusan warisan almarhum mbah dari pihak ibu, karena bulik/tanteku, saudara ibu satu-satunya, belum juga memiliki rumah.

Seperti nasehat Aa Gym dalam setiap kajian Majelis Manajemen Qolbu yang kami ikuti, kami terus berdoa, memohon pertolongan agar Allah membukakan pintu hati Bapak, memberikan hidayah kepada Bapak untuk segera pergi berhaji. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata, malam itu Abi berhasil menyakinkan Bapak untuk segera menunaikan ibadah haji. Puji syukur kepada Allah yang kala itu menitipkan rejeki yang cukup untuk membayar ONH kami berempat. Satu tambahan syukur yang amat sangat karena kami semua juga langsung mendapatkan porsi untuk musim haji tahun itu (1426H), walaupun kami mendaftar di lain KBIH. Bapak dan Ibu di Purwokerto, kami berdua di Bandung.

Sesuai janji Allah, begitu Bapak dan Ibu memantapkan niat pergi haji karena Allah semata, satu-persatu persoalan-persoalan yang mengganjal terselesaikan dengan skenario yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya.

Pertolongan Allah yang pertama yaitu sekitar bulan April 2005. Rini yang saat itu bekerja di Citibank Denpasar, berkirim email padaku menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang baru dikenalnya yang berniat serius untuk berumah tangga. Temannya itu baru saja bergabung di Citibank Melawai. Singkat cerita perkenalan keluarga segera diadakan pada bulan Juli 2005 dan pada akhir September 2005 keduanya telah resmi menikah.

Yang kedua, pada saat yang hampir bersamaan pula, warisan almarhum mbah dapat terjual dengan harga yang pantas sehingga bibi dapat memiliki sebuah rumah dan sedikit tabungan. Lokasi rumahpun berdekatan dengan rumah Bapak , karena secara kebetulan seorang uwak dari pihak Bapak menjual rumahnya. Sehingga praktis pada September 2005, hanya 6 bulan setelah pembayaran ONH, semua-semua yang dipenggalih (bahasa jawa-menjadi pikiran) oleh Bapak telah terselesaikan. Subhanallah, Maha Suci Allah.

Bahkan, Allah masih memberi bonus yang luar biasa: Bapak dan si Abi berhenti merokok secara total. Padahal sebelum berangkat haji, bapak adalah perokok berat. Yang pertama kali dilakukannya saat bangun tidurpun langsung menghisap rokok. Maklum, bapak merokok sejak dari SD. Sebelum Bapak pergi haji, tak terhitung berapa kali kami meminta beliau untuk berhenti merokok. Masya Allah, disaat kami tidak lagi berusaha meminta Bapak berhenti merokok, Allah telah menggerakkan hati beliau. Semoga Allah memberikan sisa umur yang penuh berkah dan dalam ketaatan kepada Allah bagi Bapak dan Ibu dan semoga Allah selalu membimbing Bapak dan Ibu di jalan yang Allah ridhoi, amin.

Semoga tulisan ini dapat menjadi ibroh bagi saudara-saudaraku yang masih ragu/menunda untuk pergi berhaji karena masih memikirkan dunia, anak, usaha, karir, dan lain sebagainya. Ingatlah bahwa semua itu dalam genggaman Allah, semua berada dalam kekuasaan-Nya.
Bagi yang telah wajib pergi berhaji karena Allah telah menitipkan harta yang cukup, bersegeralah untuk memenuhi panggilan-Nya. Luruskan niat, mantapkan ikhtiar, segera daftar untuk menjadi calon haji pada tahun mendatang. Labbaik Allahumma Labbaik, kupenuhi panggilanMu ya Allah!

4 pemikiran pada “Hikmah Memenuhi PanggilanNya

  1. Subhanallah ibu Utami (karna aku memanggil suaminya dengan sebutan bapak 🙂

    Kedua orang tua ku juga pernah mengalami situasi yang hampir mirip. Aku baru mengetahui hal ini beberapa tahun kemudian.
    Waktu itu, kedua orang tua ku agak ragu untuk
    berangkat haji, karna adikku baru berusia 3 tahun. Sedangkan aku dan kakakku masih relatif kecil untuk menjaga adikku, sekaligus mengurus dan menjaga rumah (aku berusia 11 thn dan kakakku 14 thn).
    Untuk dititipkan ke saudara tidak mungkin, karena rumah mereka cukup jauh dari sekolah kami.
    Maha Suci Allah yang memudahkan jalan ummatNya yang ingin beribadah kepadaNya. Alhamdulillah mbah ku bisa datang dari Pekalongan ke Jakarta untuk menjaga rumah sekaligus mengasuh kami bertiga.
    Dan yang lebih mengherankan, adikku tidak pernah rewel selama orang tuaku pergi.
    Sehingga Alhamdulillah kedua orang tuaku bisa beribadah dengan tenang dan kembali ke tanah air dengan selamat.

    Insya Allah aku akan menyusul jejak kedua orang tuaku untuk menunaikan rukun islam ke-5 itu. Amin Ya Robbal ‘Alamiin.

    n_n

    Masya Allah…..
    Kita memang harus yakin bahwa Allah tidak akan dzolim kepada hamba-Nya,
    aku rasa banyak juga pengalaman dari saudara-saudara kita yang lain yang
    mirip 🙂
    Makanya di kantor aku sering ‘nyindir’ temen-temen, “giliran ada dinas
    dari kantor berminggu-minggu ke luar kota ato ke LN gak mikir panjang
    ninggalin keluarga, kok pas haji ketika kita memenuhi panggilan-Nya,
    mikirnya jadi panjang banget…. ”
    Semoga Allah membuka hijab kaum muslim yang secara materi sudah wajib
    haji, untuk segera setor ONH 🙂 Amin

  2. Assalamu’alaikum,

    Minta do’anya juga buat orang tua saya yang hari ini sudah bertolak ke Tanah suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji ya Mas Oyi dan Mbak Utami…

    Salam silaturrahim 🙂

    wa’alaikumussalam,
    semoga orangtua akhi dimudahkan segala urusannya di tanah suci dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, amiin..
    wassalam akh fakhrurrozy!

  3. Assalamu’alaikum

    akh ini,insya Alloh ini penting untuk diketahui oleh jamaah haji dari indonesia.afwan jika tempatnya tidak tepat

    jazakallah. dipindah ke rubrik artikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s