Menaiki Menara Al Husna

Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah SemarangSEMARANG – Hari kedua di Semarang, Ingga dan Najah sudah tidak tahan lagi untuk menaiki menara Al Husna di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah ini. Sesuai namanya, menara ini memiliki ketinggian 99 meter. Anjungan yang salah satunya fungsi utamanya untuk melihat hilal ini buka dari pukul 09.00 pagi sampai 21.00 malam, dengan interval istirahat 30 menit setelah azan sholat Maghrib.

Pagi itu, selesai sarapan aku pun bergegas mengajak mereka mengantri di loket. Harga tiketnya tidaklah mahal, hanya Rp 3.000,-. Namun karena murahnya harga tiket itu membuat pengunjungpun membeludak sehingga kita pun harus rela mengantri.

Perjalanan menaiki menara Al Husna dilayani oleh 2 lift (elevator). Namun karena sempitnya lobby di depan lift terkadang membuat para orang tua menjadi tidak sabar dan menyerobot antrian orang lain. Aku mencatat, saat itu kami membutuhkan waktu hampir 30 menit sejak antri membeli tiket, ‘berjuang’ antri di depan lift hingga tiba di lantai 18 sebagai tempat tujuan.

Masjid Agung Jawa Tengah - SemarangAlhamdulillah segala perjuangan seolah terbayar lunas karena peluh keringat yang mengalir deras sedari tadi perlahan menguap karena hembusan angin dan cantiknya MAJT serta pemandangan kota Atlas dari atas sini.

Masjid besar itu terlihat anggun dengan 6 payung raksasanya yang terkatup (mengingatkan kita pada payung yang sejenis di Masjid Nabawi Madinah), 4 pilarnya yang menjulang tinggi serta indahnya arsitektur bangunan-bangunan yang ada di dalam komplek ini benar-benar bisa menjadi landmark baru kota Semarang.

Di ‘gardu pemandangan’ ini terdapat sekitar 5 teropong untuk melihat pemandangan dengan lebih detil. Kita pun tetap harus kembali mengantri dan memasukkan koin uang Rp 500 agar teropong itu dapat berfungsi untuk beberapa menit. Jangan khawatir bagi yang tidak membawa uang receh Rp 500 karena di dekat lift ada petugas yang menyiapkan penukaran uang.

Meneropong di Menara Al HusnaSetelah 30 menit berada di ketinggian 120 m dari permukaan laut, aku pun mengajak Ingga dan Najah turun. Untuk kali yang keberapa, kita pun harus mengantri kembali di depan pintu lift. Syukurlah, lift-lift ini termasuk high speed elevator sehingga dalam waktu 3-4 menit lift pun telah kembali kosong menjemput pengunjung.

Sejenak aku mensyukuri pengelola MAJT, yang menjadikan tempat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat tujuan wisata yang baru di kota Semarang.

Walaupun tingkat kedisiplinan dan pemahaman kebersihan pengunjung yang rata-rata masih rendah, sebut saja seperti masih berserakannya sampah-sampah plastik, keengganan untuk tertib mengantri sampai tidak dihiraukannya larangan merokok, namun semoga di suatu saat tempat yang indah dan suci ini akan menjadi tempat tujuan wisata yang lebih aman, nyaman dan tentu saja, syar’i untuk dikunjungi.

4 pemikiran pada “Menaiki Menara Al Husna

  1. waaahhh…
    manarik sekali .. jd pengen juga berkunjung ke masjid ini.. *ntah kapan, mdh2an diberi kesempatan utk dapat shalat di masjid megah spt ini..*

    makasih udh share..

    sama-sama akh orido, senang bisa saling berbagi. saya juga sudah mendapatkan file .chm dari blog antum. syukron.

  2. inget payung, inget masjid nabawi ya kang. gak ada gbrnya yang lagi nutup payungnya? ngerepotin :d

    iya, benar.. thx udah ngingetin, ntar ane edit soal payung itu, hehehe.
    btw foto di nabawi ane gak punya, secara kamera waktu berhaji di mekkah diambil sama Yang Maha Kaya.. 🙂

  3. wah bgs bgt antum jadi pengen deksitu

    syukron kunjungan & komentarnya. semoga keinginan untuk ke MAJT makbul, amin..

  4. kalo ane sih nggak bawa kamera kang, pakenya kamera hape jadinya ya sebagus kamera hape. alhamdulillah masih ada kenang2annya. payung di nabawi gak berani motret sayah takut ketangkep askar.

    kenang-kenangan di tanah suci alhamdulillah Allah SWT masih mengijinkan saya memilikinya, karena kebiasaan setelah ceprat-cepret langsung transfer ke memory card di pda. saat kamera saya hilang baru motret 2 biji hari itu, hehehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s