Cepatnya Sholat di Masjid Agung Jawa Tengah

Ba'da sholat Isya di MAJTSEMARANG – Jauh-jauh hari sebelum Lebaran tiba, kami sudah melakukan pemesanan kamar di Hotel Graha Agung di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Rencana untuk berliburan di MAJT sudah kami rencanakan sewaktu mengunjungi Masjid Agung ini beberapa bulan yang lalu. Bayangan kami waktu itu, akan sangat menyenangkan bila menginap di sebuah penginapan yang berada di komplek sebuah masjid yang sangat megah ini.

Kami check-in tanggal 15 Oktober 2007 pada hari Lebaran yang kedua. Hotel ini sudah fully-booked, jadi bila ada tamu yang hendak menginap saat itu tanpa melakukan pemesanan terlebih dahulu pasti ditolak karena kamar yang tersedia telah penuh.

Sesampainya di hotel, bertepatan dengan berkumandangnya azan sholat Maghrib. Tanpa mandi, hanya berwudhu dan berganti pakaian yang lebih bersih, aku pun bergegas menuju ke Masjid Agung.

Setengah berlari aku baru menyadari bahwa bacaan Imam saat itu hanyalah surat yang pendek. Agak kupercepat langkahku dan sesaat memasuki ruangan utama masjid ini, imam sudah mengawali rakaatnya yang ketiga. Akhirnya aku pun berlari agar tidak tertinggal rakaat terakhir sholat Maghrib.

Setelah selesai sholat, aku balik lagi ke kamar hotel. Dengan agak menggerutu aku menyesali mengapa imamnya terlalu cepat dalam memimpin sholat. Namun aku berusaha khusnudzon dengan berusaha memahami mungkin ia ada urusan lain setelah sholat maghrib.

Waktunya sholat isya, kali ini bersama seluruh anggota keluargaku, kami berjamaah kembali. Dan hal yang sama terulang lagi, sang imam mempimpin sholat demikian cepat. Bukan hanya bacaannya yang dibacanya dengan -menurutku ya- kurang tartil, namun gerakan sholatnya pun cenderung cepat. Aku jadi teringat cerita ustadz Syahruddin yang menceritakan pengalaman seorang sahabat yang disuruh mengulangi sholatnya sampai tiga kali oleh Rasulullah karena sholatnya dilakukan begitu cepat, layaknya ayam yang sedang mematuk makanannya.

Selesai sholat, Utami pun mengeluhkan hal yang serupa. Menurut kami, sebagai imam masjid yang besar dan mewah ini seharusnya beliau memimpin jamaahnya dengan irama sholat yang tuma’ninah, bacaan yang tartil dan khusyu’. Aku pun teringat pengalaman seorang jamaah musholla kami yang pernah melakukan sholat Tarawih di masjid ini. Beliau menceritakan bahwa betapa cepat sholat tarawih yang dilakukan, 23 rakaat banyaknya namun semuanya telah selesai dilakukan saat pukul 20.00 tiba. Bisa dibayangkan betapa kecepatan ruku’ dan sujud yang dilakukan?

Ada hal lain yang aku agak sesalkan juga. Yang pertama, pelataran masjid yang indah ini sangat kotor. Jamaah seakan tidak bisa membaca ada ‘plang’ batas suci, yang mengharuskan kita melepas sandal/sepatu. Pada kenyataannya banyak jamaah yang tetap memakai sandal/sepatu bahkan sampai ke tempat wudhu. Alhasil, sampai di ruang utama masjid pun terasa becek dan kotor. Belum lagi kotoran/sampah seperti bekas air mineral yang berserakan di mana-mana. Utami pun mengingatkanku, mungkin pekerjanya masih libur lebaran sehingga tidak mampu menampung jumlah sampah yang ada di hari libur seperti ini.

Yang kedua, saat kami melakukan sholat Maghrib, Isya dan Subuh, jamaah yang hadir sangat sedikit. Saat sholat subuh bahkan bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena banyak masjid di sekitar MAJT ini sehingga banyak yang enggan melakukan sholat berjamaah disini. Padahal panggilan muazinnya sudah seperti muazin di Masjidil Haram, sungguh merdu untuk didengar.

Aku jadi khawatir nasib MAJT layaknya nasib masjid-masjid lain di tanah air, yang hanya penuh di saat bulan Ramadhan tiba.

Wallahua’lam.

2 pemikiran pada “Cepatnya Sholat di Masjid Agung Jawa Tengah

  1. Assalamualaikum
    Mas Oyi.
    Cepet, memang penyakit yang banyak menghinggapi kita dalam melakukan sholat. Maunya cepet. Saya ngak ngerti, kenapa orang maunya cepet kalo sholat. Kalo saya mau sholat berjamaah dan imamnya kebetulan adalah kawan saya, maka saya cuma bilang, mas jangan cepet-cepet ya sholat nya, otomatis imam yang kawan saya itu akan ngerem sholat nya yang biasanya cepet-cepet jadi lebih tumaninah & tartil.
    Mas Oyi kalo mahrib, subuh & Isya sholat berdua ke masjid? Sama dong, saya Subuh & Isya ajak istri ke mesjid, saya anggap aja taraweh biar semangat… he .. he .. he .. serasa ramadhan terus …..

    Wassalam.

    wa’alaikumusalam,
    subhanallah, semoga selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah di masjid bersama istri. kalau istri saya hanya sesekali ke musholla untuk berjamaah karena saya menginginkan si ummi menjadi imam untuk kedua putri saya di rumah.
    jazakallah kunjungannya bro, ditunggu kunjungan berikutnya..🙂

  2. Assalamu alaikum ,,

    Mas Oyi dan keluarga,

    Saya salah satu dari beberapa orang yang kenal dengan ketiga imam besar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Adalah KH Ulil Abshor Alhafidz, KH Zainuri Ahmad Alhafidz, dan KH Ahmad Thoha Alhafidz, ketiganya merupakan Qari’ dari berbagai ajang MTQ nasional maupun internasional. Beberapa saat lalu saya pernah bertanya dengan salah satu imam, “Mengapa saat shalat fardhu bacaan bapak menggunakan surat pendek, tidak surat panjang seperti halnya saat shalat tarawih?”, dan beliaupun menjawab, “kalau pakai surat pendek, nanti khawatir jamaah akan berkurang, mengapa? karena sebagian besar jamaah shalat fardhu merupakan warga yang bedomisili di sekitar MAJT, lalu kalau jamaah memiliki urusan penting, dan imam membaca surat panjang, mungkin jamaah berfikir akan lebih mempertimbangkan lagi kalau mau shalat disini.”
    Semoga jawaban imam tersebut dapat mewakili dengan apa yang mas Oyi keluhkan..
    Sukron Katsiron,

    Wassalamu alaikum ..

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
    alhamdulillah, senang sekali mendapat balasan seperti ini. sampaikan salam takzim saya pada imam-imam masjid agung jawa tengah ya akhi. jazakumullah khair.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s