Bergembira Menyambut Bulan Suci

10 September 2007 9:40

JATIBENING – Sebentar lagi Ramadhan tiba. Kali ini, kami sengaja melibatkan anak-anak menyambut datangnya bulan suci ini dengan mempersiapkan ‘pesta’. Ya, layaknya menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan, rumah pun harus berdandan.

Dengan membuat outline huruf-huruf yang nanti akan digantung di ruang tamu, aku mencetak huruf-huruf itu di selembar kertas A4. Namanya outline, berarti hanya garis pinggir tiap hurufnya saja yang dicetak. Aku memang menginginkan huruf-huruf itu nantinya diwarnai oleh Ingga dan Najah, jadi tidak seperti hasil cetakan komputer. Apalagi mereka berdua senang sekali menggambar dan mewarnai, jadi kami pikir mereka pasti semangat.

marhaban-ya-ramadhan.jpgBenar saja, saat satu per satu huruf selesai diprint, mereka pun antusias mewarnainya. Aku larang Utami untuk cawe-cawe agar coretan yang dihasilkan benar-benar kids print. Tak terasa kesembilanbelas huruf itu pun selesai mereka warnai. Dan hasilnya tadi malam, walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 mereka tidak mau tidur. Mereka ingin melihat hasil karya mereka dipampang di ruang tamu.

Kami gantung huruf-huruf itu di seutas tali wool. Kami buat dua baris dan saat huruf-huruf warna-warni itu selesai digantung, mereka pun terlihat sangat bergembira melihat ‘hasil karyanya’.

Barang siapa yang bergembira dan senang menyambut bulan suci Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (HR. Bukhari & Muslim) *Dihapus karena bukan merupakan hadits yang sahih. Terima kasih untuk akh Fachri*

Marhaban Yaa Ramadhan!

One Response to “Bergembira Menyambut Bulan Suci”

  1. Fachri Says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

    Nama saya fachri. Kebetulan saya sedang mencari lafadzh hadits yang bapak tulis dalam artikel diatas. Saya sudah coba mencari kemana-mana hadits tersebut termasuk di bukhari dan muslim seperti yang bapak isyaratkan. Akan tetapi koq saya belum menemukan ya pak. Mungkin bapak bisa membantu saya untuk mencari di no berapa dan di bab apa bukhari atau muslim menuliskan lafadz hadits tersebut?

    Semoga allah memberkahi kita semua. Bila bapak sudah ketemu tolong kirim via email ya pak. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Fachri

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh akh fachri,
    pertama saya hendak mengucakan terima kasih atas koreksi lafadz hadits di atas. saya akui, waktu menulis post di atas setahun yang lalu hanya didasari oleh browsing artikel di internet, tanpa mengeceknya terlebih dahulu kesahihan hadits tersebut.

    kemarin sore waktu perjalanan pulang dari kantor saya teringat pertanyaan antum dan kebetulan sedang ada kajian ilmiah di radio rodja. saya pun menyempatkan untuk bertanya. jawab ustadz Mahfudz [kalau tidak salah], yang saya tulis diatas bukanlah hadits, atau tidak diketahui siapa perawinya. bahkan ustadz mengatakan, bahwa dosa besar hukumnya bila seseorang dengan sadar menyebarkan hadits palsu.

    oleh sebab itu, sejak hari ini lafadz hadits yang antum tanyakan di atas telah saya coret. jazakallah khair atas koreksinya, semoga Allah merahmati kita semua, amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: