Dari Konferensi Khilafah Internasional 2007

JAKARTA – Hari Ahad kemarin aku dan Utami menyengajakan diri untuk hadir pada Konferensi Khilafah Internasional yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Walaupun bukan sebagai anggotanya, kami jauh-jauh hari sudah berniat untuk menghadiri Konferensi yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Pukul 08.30 massa sudah mulai memasuki Stadion. Mereka terbagi-bagi dalam beberapa kelompok, yang masing-masing memakai atribut dan penanda dari HTI mana mereka berasal. Melihat kerumunan seperti itu Utami berkata, “Duh, jangan-jangan nanti cuma aku yang sendirian gak punya teman di dalam.” Maklum, namanya acara keagamaan seperti ini, tempat duduk ikhwan dan akhwat pun pasti dipisah dan karena belum pernah masuk ke SUGBK wajar baginya untuk khawatir. Aku pun cuma bisa menghiburnya dan kami berpisah di pintu masuk.



Panggung HTI Khilafah Memasuki stadion, kami berada di tribun barat namun beda sektor. Aku berada di sektor 2 sedangkan Utami di sektor 24. Stadion sudah penuh dengan massa HTI. Subhanallah, menurut pengumuman panitia mereka berasal dari penjuru tanah air. Bahkan ada mualaf dari Papua segala. Pekik kumandang takbir yang dikomandoi oleh Hari Moekti, mantan rocker di tahun 80-an, benar-benar mampu menggoncangkan jiwa ini. Bayangkan saja, puluhan ribu manusia bersama-sama memekikkan Allahu Akbar berulang kali, sangat aneh bagi jiwa seseorang manusia disana bila tidak merasakan dahsyatnya takbir itu. Ini semacam recharge qalbu yang mungkin hampir membatu.

Aa di GUBKTampil pada orasi pertama adalah orang yang aku anggap guru. Walaupun datang dalam keadaan sakit dan diiringi ambulan, kumandang shalawat dan takbir saat mengiringinya menaiki mobil jeep terbuka yang mengantarkannya ke mimbar di tribun timur menumbuhkan rasa haru tersendiri.

Dalam orasinya, Aa Gym mengucapkan kalimat yang aku juga ucapkan saat beberapa teman menanyakan mengapa aku hadir pada acara itu. Aa berkata, ‘Mengapa saya tidak harus hadir disini? Bila undangan dari umat lain saya saja hadir apalagi ini undangan dari saudara seiman, yang wajib hukumnya untuk dipenuhi?’

Konferensi ini juga diikuti oleh perwakilan-perwakilan Hizbut Tahrir dari negara lain, seperti Inggris, Australia, Sudan, Jepang dan lainnya. Namun ada beberapa tokoh yang diundang malah dicekal oleh pihak imigrasi dan dideportasi sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Adapun pembicara yang aku harapkan bisa hadir seperti Menpora Adhyaksa Dault, H Amien Rais, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir serta KH Zainuddin MZ seperti yang tertera di kartu undangan, sayangnya berhalangan.

Terlepas dari segala kontroversi yang mengiringi konferensi ini, bagi kami berdua makna kehadiran dalam suatu majelis yang di dalamnya terdapat ribuan manusia yang mengagung-agungkan asmaNya, dibacakannya ayat-ayat suci Al Qur’an, dan dikumandangkannya shalawat bagi Nabi tercinta, berujung pada kepuasan bathin dan rohani untuk mengisi ulang pulsa rukhiyah. Segala ikhtiar yang kami luangkan untuk mengikuti acara tersebut terlalu sedikit dibanding dengan anugerah yang kami terima siang itu, Maha Suci Allah.

36 pemikiran pada “Dari Konferensi Khilafah Internasional 2007

  1. assalamualaikum, tulisannya bagus, saya tidak bisa hadir karena kuliah, tapi dari tulisan yang ditulis sepertinya saya bisa merasakan auranya, semoga umat Islam Allah swt persatukan dalam kesatuan

    wa’alaikumussalam,
    terima kasih atas komentarnya. ya, harapan saya juga sama, semoga Allah meridhoi usaha-usaha menyatukan Islam, amin.

  2. Assalamu’alaykum, semoga ummat Islam di dunia bersatu dalam 1 khalifah yang diakui oleh semua pimpinan dari semua organisasi/kelompok Islam di dunia. Agar tidak mudah terpecah belah oleh barat. Dan semoga apa yang dilakukan oleh HTI ada kelanjutannya dan ada langkah nyata dari semua organisasi/kelompok Islam untuk membangun Islam yang satu dan tidak ada lagi Ashabiyah antar organisasi atau kelompok.

    wa’alaikumussalam stadz,
    jazakallah khair dukungannya, walaupun elit islam di negeri ini banyak yang tidak sepaham dengan khilafah yang diusung oleh HTI dalam konferensinya kemarin.

  3. Assalamu’alaikum,
    Rasanya ingin berbagi turut hadir dalam konferensi kemaren namun sayangnya belum bisa. Namun dari ceritanya, saya merasakan terenyuh atas kembalinya umat Islam bersatu tanpa membedakan golongan dan negara.
    Mengenai khilafah, saya ingin sharing aja bahwa beberapa bulan lalu saya menyelesaikan sedikit tulisan bergambar tentang periode khilafah islamiah dalam satu poster. Sebenarnya poster tersebut sudah saya ajukan ke Gema insani pers, namun setelah ditelaah, menurut mereka belum memenuhi untuk dipublishkan meskipun ada catatan kecil dari pihak Marketing bahwa poster tersebut menarik. Salah satu alasannya adalah karena GIP tidak menerbitkan poster, tapi buku atlas lebih tepatnya. Isi poster tersebut adalah saya ringkaskan periode khilafah dari sejak Nabi, Umayyah, Abbasyiyyah, Utsmaniyyah serta Ayyubiyah, dll sehingga mudah dibaca dan dimengerti jelas urutannya. Tujuan saya supaya umat Islam tidak buta akan masa lalunya yang cemerlang terutama bagi mereka yang tidak begitu gemar membaca buku yang tebal, dengan poster akan mudah.
    Demikian mungkin sekilas sharing dari saya, barangkali antum ingin melihat bisa saya kirimkan file pdf.nya melalui email antum dan untuk kepentingan kita umat islam bersama. Wassalam …

    wa’alaikumussalam,
    subhanallah walhamdulillah,
    ana sangat senang mendapat email antum. kalau tidak keberatan, silakan
    kirim pdf-nya. ana tunggu akhi! jazakallah.

  4. PERJUANGAN PENEGAKAN SYARIAH DAN KHILAFAH INI TIDAK AKAN BERAHIR SAMPAI ALLAH MEMBERIKAN JANJINYA………….
    YA ROSUL KAMI KAN SELALU PERJUANGKAN RISALAHMU

    amin, Allahumma amin!

  5. subhanallah, setiap takbir yang terucap dan di ikuti oleh gema umat, tubuhku merinding dan selalu menangis setiap kali mendengar.


    subhanallah, semoga QS 8:2 ini membuat antum lebih mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan:

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.

  6. “Terlepas dari segala kontroversi yang mengiringi konferensi ini, bagi”

    maaf saya agak lumayan awam dengan segala hiruk-pikuk kegiatan keagamaan seperti ini. Memangnya apa saja kontroversi yang berkembang dan mengiringi konferensi ini, kalo boleh tau?

    Terimakasih, wassalam

    Wa’alaikumussalam Coki,
    Secara umum, kata khilafah yang diusung HTI disini memang tidak cocok untuk iklim politik di Indonesia karena negara kita (sayangnya) bukan negara Islam. Konsep Khilafah pada jaman Rasulullah tentu berbeda dengan saat ini, jadi penerapannya pun akan sulit dilakukan di negara kita yang berbentuk Republik. Diluar itu, masalah pencekalan terhadap beberapa pembicara yang sedianya akan memberikan orasi seperti Ustadz Abu Bakar Ba’asyir atau perwakilan HTI dari luar negeri, setidaknya memperlihatkan kekhawatiran pemerintah (dalam hal ini pihak imigrasi dan keamanan) akan ekses dari konferensi Khilafah ini.

    Anda bisa membacanya di situs ini untuk lebih jelasnya.

    Wallahua’lam bishowab. Thanks ya Cok.

    k.

  7. assalamu’alaikum
    saya bertanya benarkah umat bersatu di dalam manhaj yang beraneka ragam spt itu?saya bertanya apakah indonesia negara islam atau kufur?sebab dalam syariat islam negara ada 2 yaitu negara islam dan kufur.jawablah wahai orang yang berakal jangan cuma semangat saja gede tapi ilmu kosong.apakah antum tidak melihat keadaan palestina, afganistan,lebanon dan lainnya?awas jangan tertipu oleh hizbut tahrir.antum boleh saja tidak suka dengan apa yang ana tulis tapi ana minta tolong pikirkan dulu.sekarang ana juga mau tanya apa makna laa ilaaha illalloh, i’rab-nya, rukun-rukunnya, keutamaannya. silakan jawab.kalau belum bisa jawab jangan marah dengan ana tulis ya.
    semoga ini menjadi nasehat buat ana dan saudara ana sekalian.

    wah, senangnya saya mendapat pesan seperti ini. memang, seperti yang guru saya katakan pada orasi di
    acara itu, sebelum kita menggagas judul yang megah seperti saatnya khilafah memimpin dunia, ada
    baiknya bertanya dulu kepada diri kita masing-masing sebagai khilafah atas diri ini, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan syariat islam atau belum. juga bila kita senang mengkotak-kotakkan islam, kapan kita bisa berharap umat akan bersatu?

    untuk yang belum berilmu seperti saya, hanya merasakan ghirahnya dari acara seperti itu sehingga dapat menambah ketaqwaan dan kecintaan kepada Allah SWT adalah suatu anugerah yang besar, terlepas dari siapa yang membawakannya, apakah itu HTI, NU, Muhammadiyah atau lainnya.

    ana tidak marah akhi, malah senang ada yang mengingatkan bahwa ilmu yang kita punya memang belum ada apa-apanya. namun insya Allah ana tetap semangat dalam mendalami agama Allah ini, karena hanya semangatlah yang ana punya.

    jazakallah khair!

  8. wass. menjawab pertanyaan kang sigit
    antum tahu bagaimana dulu sewaktu Rosulullah membentuk daulah madinah yang langsung dipimpin oleh beliau sendiri dimana waktu itu sangat banyak keaneka ragaman tapi semua itu bisa di persatukan dalam satu naungan yaitu daulah khilafah bahkan orang yang non muslimpun mendapatkan perlindungan dari khilafah yang di sebut dengan kafir jimmi mengenai negara indonesia hanya sistemnya saja yang kufur yang memakai hukum buatan manusia sendiri padahal kita tahu sumber hukum itu adalah Alqur’an dan Assunah.apakah degan hukum yang sekarang sudah membawa kemaslahatan? kalau antum tahu tentang sejarah wali songo yang sebenarnya adalah utusan dari khilafah utsmaniah tentu antum tahu tentang pentingnya penerapan syariah islam bahkan banyak ulama2 besar yang mewajibkan untuk penegakan khilafah. justru dengan khilafah permasalahan kaum muslimin dapat diatasi. tanya pada diri antum sendiri apakah selama ini antum sudah berjuang dan apakah sudah memikirkan keadaan kaum muslimin padahal ada Hadist Rosulullah “barang siapa bangun di pagi hari dan tidak peduli terhadap kaum muslimin maka dia bukan termasuk golonganku” afwan antum jangan sampai menjelekan nama suatu harokah tanpa antum tahu yang sebenarnya. mungkin tentang lailahaillallah antum melihat dari bendera coba antum buka tentang hadist yang diriwayatkan oleh ibn Abbas”bahwa bendera Rosulullah itu berwarna hitam sedang panjinya berwarna putih” kemudian di riwayatkan lagi bahwa “bendera Rosulullah berlapadkan Lailahaillallah”ingat hadist Rosulullah”kemudian akan datang khilafah yang akan mengikuti manhaj kenabian”

    jazakallah khair kang komar, penjelasan anda menambah semangat saya untuk terus mendalami agama Allah ini.

  9. ass,buat akhi sigit…ingatlah,kondisi umat ini..keadaany sudah parah.jangan sampe diperparah lagi dg menghujat kelompok lain.mari kita bersatu dan yakinlah bahwa kita semua punya tujuan mulia yaitu menegakkan kalimat Allah.oleh karena itu yang sangat urgen sekali dibutuhkan saat ini adalah saling sinergi,karena ana yakin tidak ada yg sempurna.Maka ketidaksempurnaan itulah yg menjadi kewajiban kita untuk saling melengkapi,bukan memaki.lebih2 bilamana makian itu tidak ada dasar tanpa mengkaji terlebih dahulu apa yg kita maki.na’udzubillah!
    ” jangan sampe kebencian kamu membuat kamu berlaku tidak adil” (maaf ana orang awam,yg pasti insya allah ada ayat semacam itu n ana lupa ayat n surat apa?afwan)
    jadi,untuk berbuat adil.maka kajilah terlebih dahulu dg merujuk pada kitab2 yg bnr2 dikeluarkan oleh tmn2 hti. kedepankan dialog bukan memvonis.
    tapi ana yakin,akhi sigit merindukan sekali persatuan umat islam dg menjalankan syariat allah dibawah naungan khilafah.
    oleh karena itu,kerinduan itu jgn sampe tertutupi hanya karena perbedaan golongan atau kelompok. semakin bersatu orang2 yg merindukan kalimat allah tegak,maka semuanya hanya tinggal menunggu waktu.
    Keep semangat!

  10. Assalamu’alaikum

    Saya setuju dengan pendapat sahabat komar dan saabat Inangm saya pikir Konferensi yang diadakan oleh HTI bukan mengusung satu kelompok. Tapi benar-benar untuk persatuan umat, dan ini adalh upaya yang real yang diadakan oleh saudar-saudara kta dari HTI serta didukung oleh seluruh elemen masyarakat baik dari orams dan yang lainnya. Coba piki umat Islam bisa berkumpul di satu temapt dengan jumlah 100 rb lebih dan menyuarakan kalimat Alloh bukankah itu tanda mula adanya kesadarn umat? dan ternyata itupun menggentarkan kaum kafir. Coba kalo semuanya wah pasti Bush takut dan semakin nyata kekalahannya.

    Tak perlu kita mengusung perbedaan, imgatlah sahabat musuh kita adalah orang kafir. Kenapa kita harus menghujat sesama saudar yang mereka ingin berjuang untuk Islam. Apa salah mengadakan keh\giatan yang ingin menopinikan Syariat Islam dan Khilafah serta ingin mempersatukan umat Islam. Karena kita bisa lihat umat sudah terpecah. Jadi sahabat jangan kedepankan perbedaan, sudah saatnya kita sadar dan bersatu untuk menegakkan Syariat Islam dan Khilafah, karena Khilafahlah solusi permaslahan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Silahkan sahabat buka sejarah tentang khilafah.
    wassalam

  11. assalamu’alaikum
    maaf saudara-saudaraku sekalian.antum belum menjawab pertanyaan ana.untuk kang komar coba tolong takhrijkan hadits yang kang komar sebut.saya rujuk jika antum bisa menentukan di kitab induk mana saya bisa mendapatkannya.terus antum salah dalam menentukan indonesia sistemnya kufur tapi kenapa antum tidak mencela kila HTI bikin parpol ikut pemilu bukankah itu sistem yang kufur (demokrasi).bagaimana sih fiqih antum ini.pendapat ulama mana yang antum pegang dari kalangan salafushshalih.antum sudah pernah baca fatwa ibnu taimiyyah belum yang belasan jilid?tafsir apa yang antum baca?deperti itu Rasululloh menegakkan kekhilafahan?sudah benarkan tauhid kita semua sehingga antum mau bercita-cita menegakkan kekhilafahan islam?antum bangga-banggain khalifah utsmaniyyah turki kenapa antum nggak lebih membanggakan kekhilafahan Muawiyyah bin Abu Sufyan?dari sini saja antum sudah tidak adil.terus antum tidak menjawab Laa ilaaha illalloh dengan benar.apakah antum sudah membaca bidayah an-Nihayahnya Imam Ibnu Katsir?maaf jika tlg di jawab ya jika jawaban antum benar maka ana berani rujuk tapi jawaban yg antum semua berikan jauh panggang dari api afwan ya.swmoga Alloh menunjuki kebenaran pada kita semua

  12. assalamu’alaikum saudaraku semuanya.
    ana juga ingin memberikan komentar.
    ana kurang tau dasar-dasar perjuangan hti, namun secara garis besar sama dengan harokah lain yaitu q.s ali imron: 104. jadi dari kelompok manapun asalkan dia berakidahkan islam yaitu kalimat syahadat. laailahaillallah muhammadarrasullullah maka ia saudara kita. yaitu tiada tuhan selain allah dan muhammad itu utusan allah. jadi ana menganggap semuanya disini saudara ana terlepas dari kekurangan dan kelebihannya. kalau ada kekurangan tolong dinasehati. yang pasti ana belum bisa menjawab pertanyaan akhi sigit karena ana lemah sekali ilmu tersebut. tapi bukan berarti ana tidak bisa jadi saudara antum kalau tidak mampu menjawab pertanyaan itu khan? karena pegangan ana untuk saat ini kalimat syahadat tadi yang pemahaman ana tentang kalimat itupun bisa dikatakan sedikit sekali. mengenai perjuangan teman-teman hti apakah juga salah? salahnya dimana? dan tauhid yang benar seperti apa? apakah hanya dengan modal kalimat syahadat tadi dan dengan hanya beberapa dalil dari alquran dan hadis perjuangan teman-teman hti tadi salah? menurut ana mereka berjuang untuk menyatukan ummat yang berpegang pada dalil alquran dan hadist. artinya mereka berjuang punya dasar meskipun hanya sedikit dasar mereka. justru yang patut kita pertanyakan perjuangan yang tanpa dalil? dan apakah kita menunggu sampai semua orang islam di dunia memiliki tauhid yang benar baru menyatukannya dalam khilafah? sampai kapan kita menunggu? dan apakah kita bisa tahu tauhid semua umat islam didunia sudah benar? setau ana kita gak bakalan tahu dan pasti tidak akan tahu atau kita tidak perlu punya khilafah pabila tauhid seluruh umat islam belum benar?atau kita gak perlu khilafah sama sekali terlepas dari ada tauhid yang benar atau tidak? ana ingin juga tau sesuatu dari teman-teman hti,apa dalil hti dalam perjuangan? buat akhi sigit perjuangan yang benar seperti apa? terus terang ana belum bisa seperti antum yang bisa baca semua tafsir beberapa jilid dan pandai dalam ilmu fiqih. ana cuma orang awam yang tidak mau melihat umat islam tertindas? dan ingin terlepas dari berbagai kesulitan yang ada? yang ana punya cuma niat dalam hati dan hanya sedikit amal yang bisa diberikan untuk mencapai itu semua. wallahualam.

  13. assalamualaikum wr.wb
    saya juga ingin memberikan komentar
    persoalan kaum muslimin sekarang bukan sekedar baca fiqih or not seperti yang ditekankan saudaraku sigit tapi lebih memfokuskan kemaslahatan semua umat dimana kalo kita melihat kondisi kaum muslimin pasca runtuhnya khilafah sejak 24 maret 1924 di Turki Utsmaniyah,tanpa membangga-banggakan satu kekhalifahan manapun karena mereka semuanya khalifah terbaik yang pernah ada dimuka bumi yang Allah SWT ciptakan.Lepas dari itu semua mari bersama rapatkan barisan demi memperjuangkan Kalimat Allah dengan tegaknya kembali khilafah Islam,karena sungguh ironis umat yang kuat ini dan mayoritas menjadi umat yang terpuruk karena tidak adanya kepemimpinan yang satu bagi umat.muhasabah diri,apa yang sudah antum berikan untuk umat,perjuangan bagi Dien Allah bukan hanya sekedar kritik fiqih-fiqih.afwan,semoga Allah memberikan anum hidayah dan lebih tercerahkan diSya’ban ini sehingga Ramadhan lebih indah dengan Tegaknya Syariat Islam dalam bingkai Khilafah Islam.ALLAHU AKBAR

    ALLAHU AKBAR! Jazakallah khair kang sjaiful, selamat menyambut Ramadhan 1428H.

  14. assalamu’alaikum
    saudaraku, rahimakumulloh.coba siapa yang bisa menceritakan penyebab mengenai runtuhnya khilafah turki utsmani.panjang pendek boleh saja.silakan kirim langsung ke email saya cahaya_sunnah@yahoo.com.lalu sekarang kekhilafahan itu fiqih atau bukan?bagaimana antum bisa mendirikan khilafah kalo tidak paham fiqih?atau coba terangkan kepada saya apa pengertian fiqih secara bahasa dan syar’i?ayo coba jawab ya. kita diskusi ilmiah..terus semoga Alloh Ta’ala menunjuki kita semua

    wa’alaikumussalam,
    kang sigit yang budiman, bisa tidak saya dikirimkan cerita penyebab runtuhnya khilafah turki utsmani yang saudara tanyakan? atau mungkin ada URL-nya yang bisa saya baca? jazakallah.

  15. assalamu’alaikum

    akh oyi, saya lupa judul bukunya dan no majalah al-furqon yg membahas keruntuhan khilafah utsmani, insyaAlloh sumber tulisannya bisa dipertanggungjawabkan.nanti akan saya beritahu.sambil menunggu ana mau memberi hadiah untuk antum dan keluarga serta saudaraku di blog ini berupa hidangan ilmu dari masyaikh Yordania.silakan dinikmati

    jazakallah akh. tulisan antum saya buatkan satu halaman tersendiri.

    Read the rest of this comment…

  16. ass.wr.wb.
    1. Pada dasarnya, kita telah melupakan metode da’wah, akhlak, cara kepemimpinan rasulullah dan masih banyak yang lain dari beliau.
    2. Kita lebih mengedepankan ego individu maupun kelompok.
    3. Hendaknya agama kita yang sama tidak membuat kita terpecah karena satu kotak dan baju tertentu. Ironis jika ada pendapat kita ber”saudara” tapi pada prakteknya tidak mengakui keragaman..bahkan dalam satu agama sendiri..apak kita melupakan ayat “WA LAN TAJIDA LI SUNNATILLAHI TAHWIILA”
    4. Dimanapun kita berpijak hendaklah tidak melupakan belajar dan terus menggali ilmu dengan tanpa terlepas dari memohon petunjuk dari Allah dan tidak berhenti pada satu titik. Sepertinya kita sudah seirng mendengar kepincangan jika antara ke duanya tidak seimbang. Sudah cukup banyak orang yang sekarang mengeluarkan statemen A besok menjadi B. Bahkan Imam Syafi’i, kita tahu statemen beliau bukan merupakan sebuah ketidak konsekwensinan,tetapi berdasarkan keilmuan Imam Syafi’i yang berbenturan dengan realitas. Jangankan Imam Syafi’i, Rasulullah pun juga demikian, lihat hadis pelarangan masuk kuburan, apa itu satu bagian dari ketidak konsekwensinan, tidak! tapi berdasarkan atas sebuah proses. Apalagi kita yang tidak apa2 dibanding beliau? Kita tahu bagaimanakah akhlak seorang penuntut ilmu yang belum kepada tingkat tertinggi,bukankah seorang yang berilmu malah akan lebih menerapkan ilmu padi? Artinya..kita harus terus bergerak dalam kaitannya dengan mencari ilmu dan hidayah, dengan sangat berhati2 dalam mengeluarkan statemen.
    5. Kita biasa melakukan hal yang sama kepada orang yang kita anggap tidak benar. Membalas orang yang menampar kita dengan ganti menampar, Membalas orang yang meludahi kita dengan ganti meludahi dan Membalas orang yang menghujat kita dengan hujatan, membalas orang yang membunuh kita dengan ganti membunuh..hehe ga kali ya?! intinya kita telah kehilagan kearifan.
    6. Kemudain jiuka kita masih tetap saja ngotot melakukan sesuatu diatas..sebenarnya siapa sih yang kita contoh? apa al-qur’an mengjarkan itu? apakah rasulullah memerintahkan untuk membunuh orang kafir quraisy yang selalu meludahi beliau?
    7. Saudaraku…renungkan!
    8. Semoga kita tidak termasuk ke dalam kelompok yang menjadi contoh buruk dari tanda-tanda akan datangnya kiamat. amiiin
    nuwun,
    Wass.Wr.Wb.

    wa’alaikumussalam,

    luar biasa masukannya. jazakallah khair akh!

  17. Ass
    Mas sigit yang hebat dan cerdas.
    Melihat dari tulisan-tulisan anda, anda dari salafi (mengaku salafi). Kelompok anda ini sangat getol memecah belah umat. Menyesatkan golongan-golongan yang tidak seide dengan anda. Sudah diketahui secara umum bahwa banyak nasihat yang telah diberikan kepada kelompok anda untuk bertobat dengan tidak merasa paling benar sendiri. Seolah-olah surga hanya untuk kaum yang mengaku salafi seperti kelompok anda. Ketahuilah bahwa kelompok anda didukung penuh oleh kerajaan saudi yang sangat takut bila khilafah tegak. Bila khilafah tegak dalam waktu dekat maka sungguh kerajaan saudi dan para antek-anteknya yang telah membuat makar bersama amerika akan segera lenyap atas izin Allah. Kerajaan Saudi telah melakukan pemberontakan pada Khilafah Utsmaniyah pada masa lalu dan itu cikal bakal kelompok anda dan wahabi. Ketahuilah kelompok anda, Kerajaan Saudi dan Amerika akan segera menuai panen atas benih kebencian yang telah anda tabur. Sungguh Amerika dengan intelijennya telah memprediksi akan tegaknya khilafah menjelang tahun 2020. Demikian pula janji rasulullah “tsumma takuunu khilafah ala minhajin nubuwa”

    wassalam
    pecinta khilafah pendukung semua kelompok islam yang cinta tegaknya syariat Allah

  18. assalamu’alaikum

    saya ucapkan wa’alaikumussalam kpd akh budi.laa hawla wala quwwata illa billah,saya berterima kasih karena antum telah mengatakan ana hebat dan cerdas dan ana beristigfar kepada Alloh ta’ala karena sesungguhnya ana sangat lemah dihadapanNya.kemudian hanya kepada Alloh ta’ala ana memohon kecerdasan dan kehebatan dalam memahami agamaNya yang telah dibawa RasulNya dengan pemahaman yang baik dan benar seperti pemahamannya para sahabat rasul dan para ulama yang dengan benar berittiba’ kepada rasululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam untuk ana pribadi,keluarga&kerabat ana dan kawan-kawan sekalian.alhamdulillah,antum telah mempersaksikan ana adalah salafi padahal ana tidak mengaku-ngaku salafi di forum ini karena nama salafi begitu besar yang sulit rasanya ana mengaku-ngaku sebagai salafi,tetapi ana sangat senang mendapat hidayah mengenal salafi ataupun wahhabi.dan sesungguhnya ana hanya dapat berucap atas tuduhan antum bahwa salafi memecah belah umat dan tuduhan lainnya dengan ucapan Mahasuci Alloh, ini adalah kedustaan yang besar.saya mau bertanya kepada akh budi,tlg dijawab 1)apakah orang-orang yang mengajak kepada al-qur’an dan as-sunnah dengan pemahaman para sahabat rasululloh adalah orang-orang yang memecah belah? 2)apakah orang-orang yang mendekatkan umat kepada hadits-hadits shahih dengan fiqihnya para sahabat termasuk memecah belah umat? 3)secara logika saja kebenaran itu satu atau berbilang? atau adakah 2 hal yang saling bertentangan kedua-duanya benar? 4)apakah wahhabi yang mengajak umat islam kembali kepada pemahaman 2 kalimat syahadat yang sesuai dengan al-qur’an dan as-sunnah dikatakan memecah belah umat? allohul musta’an

  19. assalamu’alaikum

    kang oyi, mhn maaf saya belum dapat menulis secara lengkap sejarah runtuhnya khilafah Utsmani Turki.Namun sebagai pengantar, maka yang saya pahami adalah runtuhnya khilafah Utsmani karena mulai dari pemimpin dan rakyatnya -semoga Alloh ta’ala mengampuni mereka- banyak yang meninggalkan alQur’an dan asSunnah.mereka lebih asyik pada filsafat, tasawuf,bid’ah,fanatik buta thd madzhab, berkelompok-kelompok dan kesenangan dunia lainnya,kemudian kesalahan fatal yang hanya bisa kita sesali adalah pemimpin turki tersebut memasukkan Mustafa atTaturk di lingkungan pemerintahannya. dan hal ini mirip dengan runtuhnya khilafah bani Umayyah di andalusia atau khilafah bani Abbasiyyah di baghdad.kemudian kelompok yang sering disebut wahhabi yang kemudian mendirikan kerajaan Saudi Arabia, maka saya bersumpah demi Alloh, tidak memberontak kepada khilafah Utsmani karena pada waktu itu daerah kekuasaan bani Su’ud tidak tidak berada di bawah kekuasaan Turki Utsmani dan mereka baru menguasai Mekkah dan Madinah setelah khilafah Turki runtuh atau andaikata yang benar adalah wahhabi ada pada kekuasaan khilafah Utsmani maka saya yakin seyakin-yakinnya mereka tidak akan memberontak kepada khalifah karena mereka mengharamkan memberontak kepada pemimpin muslim walaupun pemimpin muslim tersebut sangat amat zholim.kemudian satu hal,bagi ahlussunnah jika ada orang/kelompok (beragama islam)yang berhasil merebut kekuasaan dengan cara yang tidak sesuai dengan alQur’an dan asSunnah, maka kami tetap akan dengar dan taat kepada orang tersebut selagi tidak diperintah bermaksiat kepada Alloh ta’ala dan Rasululloh.Kemudian ketahuilah, Sholahuddin alAyyubi mampu memenangkan pereang setelah menghancurkan seluruh bid’ah dan kemusyrikan, hal yang sama dilakukan oleh Ibnu Taimiyyah ketika memberi nasihat kepada Amir-nya shg mampu mengalahkan secara telak pasukan tartar dari mongol yang terkenal jago berperang.coba silakan kang oyi renungkan kemabali apakah khilafah model HT sesuai alQur’an dan asSunnah?

    jazakallah kang sigit. opini anda cukup menarik walaupun saya belum bisa mengambil kesimpulan dari tulisan anda apakah khilafah Hizbut Tahrir sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah atau tidak, karena bagi saya kehadiran saya di Konferensi Khilafah waktu itu benar-benar untuk men-charge qolbu saya yang hampir mengering karena telah lama tidak merasakan ghirah seperti yang saya rasakan saat itu.

  20. Nasionalisme: Penyebab Utama Kehancuran Khilafah
    Opini August 1st, 2007

    Jazakallah, komentar anda sudah saya sarikan menjadi artikel yang baru di halaman ini.

  21. assalamu’alaikum

    kang oyi sebenarnya mudah saja antum menyimpulkan apakah khilafah HT sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah atau tidak.silakan antum baca kembali artikel dari ulama salaf yang ana kirim ke antum atau komentar2 ana,semoga Alloh memberi antum petunjuk. Maaf kang oyi pertanyaan ini ana tujukan kepada HTI. ana mau bertanya kepada pecinta khilafah dari HTI, mengapa antum tidak mengakui kekhilafahan islam di indonesia,saudi arabia,sudan,pakistan,yaman,yordania,malaysia,dan negara-negara islam lainnya,padahal antum sudah begitu banyak menikmati hidup di indonesia dan negara-negara tersebut?apa sebenarnya maksud antum wahai HTI?syariat islam mana yang hendak engkau perjuangkan?syariat islam mana yang sudah engkau sempurnakan sebelum berdirinya khilafah versi antum?saya mau bertanya apakah anggota-anggota antum semua sudah paham kalimat syahadatain, sudahkah paham 5 rukun islam,6 rukun iman,sudahkah paham hukum2 sholat,sudahkah paham hukum2 jihad,sudahkah bisa membedakan mana muslim mana kafir?sudahkah paham mana kemusyrikan mana kemaksiatan?sudahkah mampu menempatkan dalil2 sesuai kedudukannya?terakhir mana lebih besar dosanya perdukunan atau korupsi?jangan salah paham ya, ana jelas melaknat pelaku korupsi.semoga Alloh menunjuki antum wahai saudaraku di HTI untuk kembali pada alQur’an dan asSunnah sesuai pemahaman salaf.mohon maaf jika ada kesalahan

  22. Waalaikumussalam Wr. Wb,

    Anda ingin tahu pendapat hizbut-tahrir berkenaan dengan:
    khilafah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah yang juga mengikuti ulama’ salaf, syariat islam yang hendak diperjuangkan, syariat islam yang sudah disempurnakan sebelum berdirinya khilafah, kalimat syahadatain yang dipahami para aktivis, 5 rukun islam, 6 rukun iman, hukum2 sholat, paham hukum2 jihad, beda muslim dan kafir, kemusyrikan dan kemaksiatan, kedudukan dalil2?
    Silakan datangi majelis-majelis ilmu yang diselenggarakan oleh HTI dikota dimana anda tinggal. Ketahuilah dengan mengkaji kitab-kitab yang berjumlah 23 kitab induk pembinaan Hizbut Tahrir tak akan ada prasangka anda terhadap HTI. HTI bukan berjuang untuk hizbut-tahrir, tapi untuk seluruh umat manusia, agar mereka selamat didunia dan akhirat. Selamat mengkaji kitab-kitab pembinaan Hizbut Tahrir. Mohon maaf lahir dan bathin. Wassalam

  23. Maaf Ust Oyi memenuhi website ust dengan tulisan berikut.

    Sebagai pengantar Utk Ust. Sigit silakan baca pendapat Prof Nakata tentang Hizbut Tahrir pada konferensi khilafah berikut:

    Seperti biasa, komentar yang berupa artikel dipindahkan ke rubrik Artikel. Pengunjung yang ingin melihat artikel terbaru dari akh Budi, bisa mengunjungi link ini. Afwan wa jazakallah akh Budi.

  24. Assalamu’ alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhi,

    Bismillaahir Rahmanir Rahiim,

    Antum semua, shahibul blog akhi Oyi, dan penangggap, sungguh indah ilmu-Nya. Maka, jadilah blog ini sebagai lautan ilmu. Mari pilih dan pilahlah ilmu-Nya, mohon petunjuklah kepada Ilaahi Rabbi agar terjauhi dari ilmu yang mengandung ashobiyyah dan egoisme non-syariah.
    Ana sambut dinamika wacana ini, Allahu Akbar, teruskan akhi Oyi, petik, pilih, dan pilahlah wacana seraya ber-taqarrub to Ilaahi Rabbi,

    (Afwan, tak sengaja mampir ke blog akhi Oyi..)

    Wa’alaikumussalam akh Achmad,
    Syukron akh atas dukungannya. Saya paling suka melihat ilmu dari dua sudut pandang yang berbeda, lebih mampu memberikan khazanah yang dapat menyegerakan kita memahami inti dari ilmu tersebut. Jazakallah khair.

  25. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    sebelumnya saya bukan ustadz,karena saya baru seorang penuntut ilmu atau mungkin masih dianggap awam.taqobbalallohu minna wa minkum.
    sekilas saya sudah membaca artikel yang dikirim oleh akhi budi dan saya mengucapkan terima kasih.saya juga mengucapkan terima kasih atas berbagai tanggapan yang ditujukan atas komentar-komentar saya.kemudian saya mengucapkan terima kasih kpd akhi oyi yang sabar menampung komentar2 saya,semoga Alloh membalas antum dengan karunia ilmu yang bermanfaat dan semoga Alloh ta’ala memberi taufiq dan hidayah kpd kita semua untuk melaksanakan syari’atNya sesuai alQur’an dan asSunnah.

    tentang tulisan dari Prof Nakata,maka saya beristirja innalillaahi wa inna ilaihi raji’un.walau sekilas saya membaca artikel yang dikirim akh budi,saya menangkap adanya kekeliruan2 yang perlu diluruskan (jangan beranggapan saya yang paling benar ya) secara ilmiah.namun saya belum bisa menuliskannya karena saya ingin menjawab dengan bahasa yang mudah dan berkonsultasi dengan ustadz2 ahlussunnah dulu apakah perlu dijawab atau tidak.jika Alloh menghendaki maka Alloh akan memberikan hidayah dan kemudahan kepada saya untuk menjawab syubhat2 yang ada pada artikel kiriman akhi budi. di antara syubhat itu adalah : Adalah sangat jelas, bahwa misi dari agama Islam adalah untuk menegakkan sistem pemerintahan Islam, bukan memaksakan agama Islam ke seluruh dunia.

    Dan sementara adalah lebih baik saya tidak meneruskan perdebatan ini.saya mohon maaf atas komentar2 saya yang salah atau tidak sopan.saya tidak menafikkan kewajiban menegakkan khilafah islam sebagai wasilah untuk menyempurnakan tegaknya hukum2 Alloh di muka bumi.namun saya nasihatkan kembalilah kepada alQur’an dan asSunnah dengan pemahaman sahabat radhiyallohu’anhum karena Alloh ‘Azza wa jalla menghendaki para sahabat sebagai umat manusia pertama yang menerima dakwah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam serta para tabi’in,tabi’ut tabi’in dan para ulama salaf.Dan saya sangat meyakini bahwa jika ada kebaikan yang pada suatu kelompok itu sebenarnya sudah ada pada ucapan2 dan perbuatan para ulama salaf.ingat salaf bukanlah kelompok seperti HT,PKS,MMI,IM,LDII,dll.Jika antum bertanya siapa pemimpin salaf, maka saya jawab pemimpin salaf adalah Rasululloh.jika antum bertanya lagi, kan Rasululloh sudah meninggal; maka saya jawab benar Rasululloh sudah meninggal jadi pemimpin salaf sekarang adalah setiap pemimpin dari kalangan umat islam baik dia benar ataupun buruk keislamannya,kami taat pada kebenaran yang dia perintahkan dan kami menolak jika diperintah untuk bermaksiat. wallohu’alam

  26. Waalaikumussalam WW,

    Jazakallah. Semoga Allah membukakan hati kita untuk selalu berpegang pada tali agama Allah.

    “berpegang teguhlah pada tali agama Allah dan janganlah berpecah belah”. Semoga kita selalu menjaga ukhuwah walau berbeda pandangan furu’iyah.

    Mohon maaf atas khilaf dan salah.

    Wassalam

    wa’alaikumussalam, jazakallah khair akh budi. saya tunggu komentar-komentar thoyyib anda selanjutnya. syukron!

  27. waduh..kok setelah saya baca terjadi perang di situs ini ,,sudahlah,,kita ini seiman dan setaqwa…dan kita sama sama punya tujuan sama yaitu meng”islam”kan masyarakta muslim….tapi saya agak bingung dengan visi perjuanga dari hti ini…gini ya mas..kepada semua aktifis hti,,tolong jawab pesan saya ini denga hati yang bersih …gini,,saya juga muslim dan saya pernah masuk dalam gerakan hti karena di bawa teman, pertama saya tidak mengerti mengenai hti,,,tetapi setelah beberapa kali ikut pertemuan,,,dan setelah tau apa sebenarnya tujuan dari hti,,saya jadi ngeri,,dan sangat ngeri,,.mengapa?karena saya akhirnya tau bahwa tujuan dari hti adalah mendirikan khilafah islamiyah indonesia atau denga kata lain menjadikan indonesia negar islam. kira kira begitulah kesan singkat yang saya dapatkan, semoga saja salah. begini ya Mas…saya juga pernah membaca mengenai kerutuhan khilafah islamiyah utsmani di turki 1924 karena barat…nah setelah membaca itu, hati nurani saya sebnagai seorang muslim juga terhenyak,,mengapa khilafah itu bisa runtuh,,,sangat disayangkan…saya jadi ingin supaya khilafah itu bangkit lagi karena itulah pemersatu dan pemerkuat kita, kaum muslim.tapi, setelah saya kembalikan ke konteks indonesia, maka saya berfikir lagi,,khilafah seperti apa yang ingin didirikan di indonesia???bukankah negara kita sangat majemuk dan sangat rawan akan perpecahan???negara kita didirikan di atas banyak perbedaan dan memerlukan pemersatu yaitu pancasila. mengapa pancasila mengapa bukan islam???karena maxyarakat non muslim di indonesia tidak berkenan dengan negara islam. di jaman awal republkik ini kaan didirikan memang ada usulan menjadikan negara islam indonesia saja. tetapi, perwakilan dari timur indonesdia menolak dan mengancam lepas dari NKRI jika indonesia menjadi negara islam. jadi jelas, indonesia menjadi negara islam maka daerah/provinsi yang mayoritas nion muslim ingin melepasdkan diri dari NKRI,,,misalnya papua, maluku, bali, suklawesi, sebagian kalimantan. saya jadi bingung. saya cinta pada islam agama saya tapi saya juga cinta indonesia tanah air saya. saya tidak mau indonesia hancur berkeping keping hanya karena indonesia menjadi negara islam…benar benar bikin pusing,,,,minta penjelasannya donk hti….!!!supaya saya bisa ngerti apa dan bagaimana indonesia jika menjadi seperti yang hti inginkan…

    assalamu’alaikum ukhti,
    kalau saya sederhana saja pola pikirnya, yaitu mulai dari yang terkecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini. kedengaran familiar? ya itulah yang sering saya terapkan.

    maksud saya adalah, untuk mewujudkan indonesia sebagai negara Islam tentu tidak semudah membalik telapak tangan, karena dari awal berdirinya republik ini – seperti yang juga anda sebutkan – nasionalis dengan pancasilanya adalah kekuatan utama. negara dengan mayoritas muslim tidak serta merta menjadikan negara ini negara islam, bahkan kenyataannya banyak umat islam yang menjadi kaum marjinal dan terkebelakang.

    apa yang bisa kita lakukan saat ini adalah pembenahan diri saja terlebih dahulu. mari jadikan kita muslim yang sebenar-benarnya muslim, sehingga bisa bermanfaat bagi diri kita, terlebih lagi bagi orang lain. insyaAllah dengan semakin banyaknya jumlah kita menjadi muslim yang kaffah, semoga dapat menjadikan diri kita, lingkungan bahkan negara ini semakin kuat islamnya, wallahua’lam.

  28. Saya sangat mendukung tegaknya syariah dibumi Allah dgn utuh dan benar. Karena hal ini adalah kewajiban setiap muslim untuk mewujudkan dan melaksanakan… Dari sejarah kekhilafahan.. kita seyogianya belajar.. dan mengambil ruhnya Islam dan apinya Islam.. dan jangan terjebak kedalam perpecahan..Kuatkan Persatuan Umat Islam yang kokoh dan benar.. dan menjadi.. rahmatan lil’alamin… Amin..
    Terima kasih Sdrku. Jelas sudah bhw sunni, syiah dan khawarij yg selama ini seolah-olah adalah aliran dalam ajaran dan sistem keagamaan dalam Islam ternyata bukan Mazhab Keagamaan yg sesungguhnya, tetapi lebih cenderung pada aliran perpolitikan untuk mendapatkan dukungan legitimasi publik yang ada pada zaman2 pemerintahan diawal-awal kekhalifahan, kerajaan bahkan pemerintahan sekuler dinegeri yg berpenduduk muslim.
    Padahal Rasulullah hanya memberikan satu ajaran yi Islam sebagai agama yg diridhoiNya dengan konsep yg jelas dan mutlak yaitu Al Qur’an dan Sunnah rasulullah sebagai bagian penjelasan yg selaras dgn Al Qur’an tersebut, dan tidak terpecah belah dalam aliran2 perpolitikan Sunni, Syiah dan Khawarij. Tetapi utuh dan murni kepada ajaran Allah SWT yg benar dan berdasarkan Kebenaran Mutlak semata. [sebab kalau sudah menjadi bagian dari politik, maka tafsir dan acuan menjadi terpilah-pilah demi memenangkan kepentingan golongan dan aliran tertentu. Dan pemahaman Islam menjadi tidak utuh lagi]
    Sayangnya, sejak awal terbentuknya kekhalifahan, telah ada kelompok2 yg tidak terlalu menyukai Rasulullah SAW secara utuh termasuk kepada keluarga Rsulullah serta asal kesukuannya. Dalam pandangan pribadi saya, bhw Saya yakin, yakni dgn keutamaan dan sifat2 Agung Rasulullah SAW yg antara lain Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah, dan berakhlaq mulia itu..tentunya beliau telah dgn terbuka secara umum [publik] ataupun bisa juga secara terbatas hanya kepada sekelompok sahabat yg terpilih dan terpercaya dan tertentu…memberikan pesan2 dan wejangan dan arahan2…akan masa kelanjutan dakwah dan jihad serta metode pemerintahan dan pihak2 yg disiapkan bilamana beliau berhalangan atau meninggal..yang sedianya dan seyogianya menjadi penerus Kepemimpinan Umat Islam dan Pemerintahan Islam secara baik, selamat dan terjaga serta terpelihara dgn baik dan benar. Utk itu, tentu beliau telah memberikan arahan dan bisa jadi pemilihan2 atau penunjukkan secara implisit atau explisit siapa2 yg pantas dan patut serta layak memimpin, atau akan dipilih sebagai pemegang tampuk kepimpinan sesuai dgn keilmuan, kapasitas akhlaq dan kepribadian yg unggul dan terpercaya menurut kaidah2 objektif dan subjektif berdasarkan ketinggian ilmu beliau sebagai pribadi dan selaras dengan amanah wahyu Kerasulan yang beliau miliki.
    Saya belum mendapatkan jawaban2 ini secara jelas dan memiliki referensi. Namun, dgn demikian luas dan terang benderangnya ajaran Islam, seyogianya tidak lagi harus disembunyikan atau hanya dimiliki oleh para ahli2 sejarah dan keilmuan keislaman saja, namun secara utuh, benar dan tidak memihak kepada kemazhaban seperti disinyalir dalam tulisan tersebut. akan lebih baik disampaikan juga berupa tulisan dan ajaran untuk publik umat Islam… yg mencintai.. agama Allah ini..
    Demikian, saya mohon… agar Sdr2 kita muslim lainnya, dan siapapun mereka atau aliran mazhab perpolitikan manapun dalam Islam…dgn ikhlas terbuka dgn hati bersih demi mewujudkan PERSATUAN UMAT ISLAM DAN TEGAKNYA SYARIAH ISLAM DIBUMI ALLAH SEBAGAI WUJUD MENEGAKKAN AMANAH AGAMA ALLAH, YAITU AGAMA ISLAM YG BENAR, UTUH DAN BERSATU. MARI..KITA TINGGALKAN KEPENTINGAN SERPIH2 SEMPIT ..GOLONGAN DAN PEMAHAMAN ALIRAN, DAN WUJUDKAN KEKUATAN BARU YAITU ISLAM YG BERSATU DAN UTUH SERTA BERTEKAD MENEGAKKAN ISLAM YG KAFFAH, UTUH DAN MURNI, YAKNI ISLAM YG QUR’ANI DAN MENGACU KPD SUNNAH RASULULLAH YG TENTU SEJALAN DGN AL QUR’AN… AMIN… ALLAHU AKBAR. …Semoga menjadi bagian dari ibadah kita sekalian Aamiin…. WASSALAM …..

    wa’alaykumussalam. wah, panjang ya komentarnya. semoga bermanfaat bagi yg membacanya. syukran.

  29. Khalifah Islam [Sejarah KeKhalifahan Islam]

    Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yang dibai’at dengan bai’at syar’iy untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Menegakkan syari’at Allah, dan berjihad bersama kaum muslimin melawan musuh-musuh Allah.

    Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya tidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak (jumlahnya).” para sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi SAW menjawab, “penuhilah bai’at yang pertama, dan yang pertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang mereka pimpin.” (HR. MUSLIM) Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin, agar jangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin). Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaum muslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibat pada kematian.
    Sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa mati dan dipundaknya tidak membai’at Seorang imam (khalifah), maka matinya (seperti) mati (dalam keadaan) jahiliyyah.”

    Rasulullah SAW juga bersabda : “Jika kalian menyaksikan seorang khalifah, hendaklah kalian taat, walaupun (ia) memukul punggungmu. Sesungguhnya jika tidak ada khalifah, maka akan terjadi Kekacauan.” (HR. THABARANI)
    sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan (kepada kita) untuk taat kepada khalifah. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang berfirman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu.” (AN NISA :59)
    Kaum muslimin telah menjaga wasiat Rasulullah SAW tersebut sepanjang 13 abad. Selama interval waktu itu, kaum muslimin tidak pernah menyaksikan suatu kehidupan tanpa ada (dipimpin) seorang khalifah yang mengatur urusan-urusan mereka. Ketika seorang khalifah meninggal atau diganti, ahlul halli wal ‘aqdi segera mencari, memilih, dan menentukan pengganti khalifah terdahulu. Hal ini terus berlangsung pada masa-masa islam (saat itu). Setiap masa, kaum muslimin senantiasa menyaksikan bai’at kepada khalifah atas dasar taat. Ini dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga periode para Khalifah dari Dinasti ‘Utsmaniyyah.

    Kaum muslimin mengetahui bahwa khalifah pertama dalam sejarah Islam adalah Abu Bakar ra, akan tetapi mayoritas kaum muslimin saat ini, tidak mengetaui bahwa Sultan ‘Abdul Majid II adalah khalifah terakhir yang dimiliki oleh umat Islam, pada masa lenyapnya Daulah Khilafah Islamiyyah akibat ulah Musthafa Kamal yang menghancurkan sistem kilafah dan meruntuhnya Dinasti ‘Utsmaniyyah. Fenomena initerjadi pada tanggal 27 Rajab 1342 H.
    Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah. Mereka (para khalifah) terdiri dari 5 orang khalifah dari khulafaur raasyidin, 14 khalifah dari dinasti Umayyah, 18 khalifah dari dinasti ‘Abbasiyyah, diikuti dari Bani Buwaih 8 orang khalifah, dan dari Bani Saljuk 11 orang khalifah. Dari sini pusat pemerintahan dipindahkan ke kairo, yang dilanjutkan oleh 18 orang khalifah. Setelah itu khalifah berpindah kepada Bani ‘Utsman. Dari Bani ini terdapat 30 orang khalifah. Umat masih mengetahui nama-nama para khulafaur rasyidin dibandingkan dengan yang lain. Walaupun mereka juga tidak lupa dengan Khalifah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz, Harun al-rasyid, Sultan ‘Abdul Majid, serta khalifah-khalifah yang masyur dikenal dalam sejarah.

    Masa khulafaur Rasyidin
    1.Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
    2.’Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
    3.’Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
    4.Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)
    5.Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M)

    [Note: Setelah para tampuk spiritual dipucuk pimpinan kekhalifahan menghilang atau dihilangkan atau disingkirkan dengan berbagai dalih apapun dan taktik perpolitikan dan pengambil alih kekuasaan dan digantikan oleh Pemimpin Pemerintahan semata, yang lebih kepada aliran materialistic, walaupun pada awalnya seolah-olah masih mengacu pada hukum dan ajaran Islam, namun secara pasti anak panah Zaman telah berubah mengarah kepada system Kerajaan.dan materialistic oriented. Dan nilai serta ruh agama Islam mulai meredup dan memudar seiring dengan pemenuhan hasrat yang lebig didorong oleh kepentingan hawa nafsu, kekuasan dan kerakusan.Khilafah nantinya hanyalah gelar… seperti Kerajaan2.. Non muslim pada masa sebelum Islam, dan umat Islam akan dijadikan sapi perahan melalui berbagai aliran mazhab berdasarkan dukungan perpolitikan dan kondisi setiap periode system Pemerintahan yang berkuasa. Setelah Zaman Kekhilafah berakhir oleh Mustafa Kemal Attaturk…maka Zaman Sekuler[memisahkan hokum agama dari hokum Negara].. menganut cara dan system Pemerintahan Non Muslim..bahkan Sekuler ini dinegeri asalnya yaitu dari negara2 yang menjadi bagian dari Induk Pemerintahan Para Penajajah/ Kolonial yang sangat Imperialistis yang pada periode itu sampai kini merupakan Negara2 yg terus menerus menguasai dan memerangi umat Islam dengan berbagai cara dan dalih yang dilegitimasikan secara sepihak.. dan dengan double standard / ar]
    Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

    1.Mu’awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
    2.Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
    3.Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)
    4.Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
    5.’Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)
    6.Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
    7.Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
    8.’Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
    9.Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)
    10.Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
    11.Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
    12.Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
    13.Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
    14.Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)

    Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Abbasiyah. Masa kekuasaan mereka 180 tahun sebagai berikut:
    I. Dari Bani ‘Abbas
    1. Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)
    2. Abu Ja’far al-Mansyur (tahun 137-159 H/754-775 M)
    3. Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
    4. Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
    5. Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)
    6. Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
    7. Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)
    8. Al-Mu’tashim Billah (tahun 218-228 H/833-842 M)
    9. Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)
    10. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)
    11. Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)
    12. Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)
    13. Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)
    14. Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)
    15. Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)
    16. Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)
    17. Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)
    18. .Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)

    II. Dari Bani Buwaih 19.Al-Qahir Billah 41 tahun (tahun 320-323 H/932-934 M)

    1. Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
    2. Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
    3. Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
    4. Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
    5. Al-Thai’i Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)
    6. Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)
    7. Al-Qa’im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)

    III. Dari Bani Saljuk 164 tahun

    1. Al Mu’tadi Biamrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
    2. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
    3. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)
    4. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)
    5. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160)
    6. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)
    7. Al Mustadhi’u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)
    8. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)
    9. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)
    10. Al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)
    11. Al Mu’tashim Billah ( tahun 640-656 H/1242-1258 M)

    Setelah itu kaum muslimin hidup selama 3,5 tahun tanpa seorang khalifah pun. Ini terjadi karena serangan orang-orang Tartar ke negeri-negeri Islam dan pusat kekhalifahan di Baghdad. Namun demikian, kaum muslimin di Mesir, pada masa dinasti Mamaluk tidak tinggal diam, dan berusaha mengembalikan kembali kekhilafahan. kemudian mereka membai’at Al Muntashir dari Bani Abbas. Ia adalah putra Khalifah al-Abbas al-Dhahir Biamrillah dan saudara laki-laki khalifah Al Mustanshir Billah, paman dari khalifah Al Mu’tashim Billah. Pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Mesir. Khalifah yang diangkat dari mereka ada 18 orang yaitu :

    1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M)
    2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)
    3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
    4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)
    5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
    6. al Mu’tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)
    7. Al Mutawakkil ‘Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)
    8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
    9. Al Mu’tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
    10. Al Mutawakkil ‘Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)
    11. Al Musta’in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)
    12. Al Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)
    13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
    14. Al Qa’im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
    15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
    16. Al Mutawakkil ‘Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)
    17. al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
    18. Al Mutawakkil ‘Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)
    ________________________________________
    Last edited by wis4n993n1; 24-01-2010 at 10:54 AM..

    Ketika daulah Islamiyah Bani Saljuk berakhir di anatolia, Kemudian muncul kekuasaan yang berasal dari Bani Utsman dengan pemimpinnya “Utsman bin Arthagherl sebagai khalifah pertama Bani Utsman, dan berakhir pada masa khalifah Bayazid II (918 H/1500 M) yang diganti oleh putranya Sultan Salim I. Kemuadian khalifah dinasti Abbasiyyah, yakni Al Mutawakkil “alallah diganti oleh Sultan Salim. Ia berhasil menyelamatkan kunci-kunci al-Haramain al-Syarifah. Dari dinasti Utsmaniyah ini telah berkuasa sebanyah 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad keenam belas Masehi. nama-nama mereka adalah sebagai berikut:

    1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
    2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)
    3. salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
    4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
    5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
    6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
    7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
    8. ‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
    9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
    10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
    11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
    12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)
    13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)
    14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
    15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
    16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
    17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)
    18. “Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
    19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)
    20. ‘Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
    21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
    22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
    23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
    24. ‘Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)
    25. “Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
    26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
    27. Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
    28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H/1909-1918 M)
    29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)
    30. ‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M)

    Sekali lagi terjadi dalam sejarah kaum muslimin, hilangnya kekhalifahan. Sayangnya, kaum muslimin saat ini tidak terpengaruh, bahkan tidak peduli dengan runtuhnya kekhilafahan. Padahal menjaga kekhilafahan tergolong kewajiban yang sangat penting. Dengan lenyapnya institusi kekhilafahan, mengakibatkan goncangnya dunia Islam, dan memicu instabilitas di seluruh negeri Islam. Namun sangat disayangkan, tidak ada (pengaruh) apapun dalam diri umat, kecuali sebagian kecil saja.
    Jika kaum muslimin pada saat terjadinya serangan pasukan Tartar ke negeri mereka, mereka sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa ada khalifah, maka umat Islam saat ini, telah hidup selama lebih dari 75 tahun tanpa keberadaan seorang khalifah. Seandainya negara-negara Barat tidak menjajah dunia Islam, dan seandainya tidak ada penguasa-penguasa muslim bayaran, seandainya tidak ada pengaruh tsaqofah, peradaban, dan berbagai persepsi kehidupan yang dipaksakan oleh Barat terhadap kaum muslimin, sungguh kembalinya kekhilafahan itu akan jauh lebih mudah. Akan tetapi kehendak Allah berlaku bagi ciptaanNya dan menetapkan umat ini hidup pada masa yang cukup lama.
    Umat Islam saat ini hendaknya mulai rindu dengan kehidupan mulia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Insya Allah Daulah Khilafah itu akan berdiri. Sebagaimana sabda Rasulullah “…kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”. Kami dalam hal ini tidak hanya yakin bahwa kekhilafahan akan tegak, lebih dari itu, kota Roma (sebagai pusat agama Nashrani) dapat ditaklukkan oleh kaum muslimin setelah dikalahkannya Konstantinopel yang sekarang menjadi Istambul. Begitu pula daratan Eropa, Amerika, dan Rusia akan dikalahkan. Kemudian Daulah Khilafah Islamiyah akan menguasai seluruh dunia setelah berdirinya pusat Daulah Khilafah. Sungguh hal ini dapat terwujud dengan Izin Allah. Kita akan menyaksikannya dalam waktu yang sangat dekat.
    sumber Islamuda.com

    Khalifah adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Kata “Khalifah” (خليفة Khalīfah) sendiri dapat diterjemahkan sebagai “pengganti” atau “perwakilan”. Pada awal keberadaannya, para pemimpin islam ini menyebut diri mereka sebagai “Khalifat Allah”, yang berarti perwakilan Allah (Tuhan). Akan tetapi pada perkembangannya sebutan ini diganti menjadi “Khalifat rasul Allah” (yang berarti “pengganti Nabi Allah”) yang kemudian menjadi sebutan standar untuk menggantikan “Khalifat Allah”. Meskipun begitu, beberapa akademis memilih untuk menyebut “Khalīfah” sebagai pemimpin umat islam tersebut.
    Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu’minīn (أمير المؤمنين) atau “pemimpin orang yang beriman”, atau “pemimpin umat muslim”, yang terkadang disingkat menjadi “emir” atau “amir”.
    Setelah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib), kekhalifahan yang dipegang berturut-turut oleh Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Bani Usmaniyah, dan beberapa khalifah kecil, berhasil meluaskan kekuasaannya sampai ke Spanyol, Afrika Utara, dan Mesir.
    Khalifah berperan sebagai kepala ummat baik urusan negara maupun urusan agama. mekanisme pengangkatan dilakukan baik dengan penunjukkan ataupun majelis Syura’ yang merupakan majelis Ahlul Ilmi wal Aqdi yakni ahli Ilmu (khususnya keagamaan) dan mengerti permasalahan ummat. Sedangkan Khilafah adalah nama sebuah system pemerintahan yang begitu khas, dengan menggunakan Islam sebagai Ideologi serta undang-undangnya mengacu kepada Al-Quran & Hadist.
    Secara ringkas, Imam Taqiyyuddin An Nabhani (1907-1977) mendefinisikan Daulah Khilafah sebagai kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariat Islam dan mengembang risalah Islam ke seluruh penjuru dunia (Imam Taqiyyuddin An Nabhani, Nizhamul Hukmi fil Islam, hal. 17). Dari definisi ini, jelas bahwa Daulah Khilafah adalah hanya satu untuk seluruh dunia.
    Jabatan dan pemerintahan Khalifah berakhir dan dibubarkan dengan pendirian Republik Turki pada tanggal 3 Maret 1924 ditandai dengan pengambilalihan kekuasaan dan wilayah kekhalifahan oleh Majelis Besar Nasional Turki, yang kemudian digantikan oleh Kepresidenan Masalah Keagamaan (The Presidency of Religious Affairs) atau sering disebut sebagai Diyainah.

    kekhalifahan islam 622-750

    Ini merupakan medali pemberian khalifah dari khilafah ustmani kepada kesultanan jambi
    Analisis bahwa kesultanan Islam di Nusantara sebenarnya sudah memiliki hubungan erat dengan Khilafah, semakin terbukti dalam pertemuan ini. Staf museum sempat memperlihatkan medali emas yang dipersembahkan oleh Khalifah Ustmani di Turki kepada utusan Sultan Thaha Syaifuddin yang datang meminta pertolongan Khalifah untuk melawan penjajahan Belanda di Jambi.

    Medali berbentuk segi enam, menyerupai matahari terbit,terdapat tulisan dalam bahasa arab, tahun 1298 (H) dan ungkapan tanda pertukaran,cinta dan pujian. Medali ini sebelumnya disimpan oleh keturunan Sultan yang berdiam di Malaysia dan kini menjadi koleksi Museum Negeri Jambi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s