Kompensasi Flexi & Pemakaian GSM

My-Mobile-Phone-History.jpgJATIBENING – Awal bulan Juli kemarin Telkom mengirimkan SMS. Intinya, pelanggan Flexi yang masih mempunyai handset dengan frekuensi 1900 Mhz disarankan untuk mendatangi Plasa Telkom terdekat untuk menerima kompensasi sehubungan akan berpindahnya frekuensi Flexi ke 800 Mhz. Apabila pelanggan telah memiliki handset dengan fasilitas Dual Band, yaitu bisa beroperasi di dua frekuensi di atas maka tidak perlu repot mencari handset baru.

Waduh, padahal sejak berlangganan Flexi di awal-awal tahun operasinya (2003), belum pernah sekalipun handset Hyundai TX30B ini mogok bekerja. Handset ini ternyata sangat tangguh. ‘Rekan-rekan’ sejawatnya (yang saat itu kantor memberikan fasilitas telepon ini ke sebagian karyawannya), saat ini sudah berstatus out of service. Padahal kawan-kawan memakai merek yang diiklankan dengan gencar, seperti Nokia, Motorola maupun Sanex.

Waktu itu, dengan alasan bentuknya yang cukup slim aku membelinya di Plasa Arion Rawamangun. Karena HP GSM-ku saat itu bermerek Siemens, aku pun ingin punya handset CDMA yang bermerek serupa. Sayang, sampai kini nampaknya Siemens tidak mengeluarkan handset CDMA. Dan ternyata, Alhamdulillah, pilihan itu tidaklah salah. Setelah hampir 4 tahun, keluhan nyaris tidak ada. Kalaupun ada, daya tahan baterainya sudah melemah. Sepulang kerja, harus dicharge sampai besok pagi. Normal-lah untuk baterai yang telah bekerja selama 4 tahun.πŸ™‚

Namun karena kebijakan Telkom pulalah yang membuat HP Hyundai itu kehilangan ‘nyawanya’ tahun ini. Ya, karena tidak dapat bekerja di frekuensi 800 Mhz membuatnya bagai prajurit yang pulang ke barak karena tidak boleh lagi berperang, padahal ia masih sanggup untuk itu.

Di Plasa Telkom, aku disodori 3 pilihan kompensasi. Yang pertama berbentuk potongan tagihan selama 6 bulan sebesar Rp 100.000,- tiap bulannya. Yang kedua potongan tagihan sebesar Rp 75.000,- untuk 6 bulan ditambah voucher pembelian handset pengganti Rp 100.000,- dan yang terakhir berbentuk voucher untuk pembelian handset sebesar Rp. 450.000,-. Aku memilih kompensasi yang pertama. Potongan itu akan mulai berlaku per September 2007.

Sampai di rumah, aku ingin mengetahui sudah berapa lama memakai Hyundai TX30B ini. Aku buka diari elektronik yang rajin aku isi sejak tahun 1995. Hmm, tanggal 24 September 2003. Benar, hampir 4 tahun bulan depan, subhanallah. Berawal dari situ, aku jadi terpikir untuk membuat daftar HP yang pernah aku pakai dari tahun 1997 sampai sekarang. Satu per satu ku catat tanggal pembeliannya dan tak lupa menyisipkan masing-masing gambar yang dicari dari situs gambar Google.

Hasilnya, bisa menjadi satu dokumentasi yang menarik. Menarik, karena perubahan desain HP-HP itu cukup menggelikan. Teringat saat pertama kali memiliki HP GSM Motorola 8700 yang besarnya satu batu-bata. Atau Siemens S4 Power yang dulu dijadikan salah satu hadiah di Kuis Famili 100-nya Sonny Tulung sampai Siemens S45 yang legendaris itu, hehehe. Karena aku termasuk yang jarang gonta-ganti HP maka tak heran bila HP dengan layar hitam putih betah dipakai sampai 5 tahun. Dari deretan gambar HP itu baru sadar juga kalau ternyata cuma 3 HP yang tidak menggunakan antena luar.πŸ™‚

Begitulah. Tampaknya di gambar deretan HP itu akan bertambah satu lagi bulan ini. Kalau saja Hyundai TX30B ini bisa bekerja di frekuensi Flexi yang baru, niscaya tak pernah ada keinginan untuk mengganti handset CDMA yang sangat powerful, slim, langka (jarang ketemu dengan orang yang mempergunakannya) dan agak culun ini.

Teringat joke dari seorang kawan, ‘Belikan saja 4 roda ntar jalan sendiri Hyundai-mu itu’…πŸ˜›

3 pemikiran pada “Kompensasi Flexi & Pemakaian GSM

  1. Hyundai bukannya merk mobil atau chipset memory??

    itu dia, makanya kawan ada yang bilang ane tinggal beli 4 roda jadi deh mobil, hihihihi..πŸ™‚

  2. wah keren bos web.nya,
    oia caranya bisa nampilkan “Tak Senonoh” by askimet gimana..?

    thanks
    kirim ke email juga ya..

    terima kasih pujiannya, alhamdulillah..
    tak senonoh di akismet tinggal memanfaatkan widget wordpress saja kok. setelah diaktifkan tinggal kita ubah ‘judulnya’ saja sesuai keinginan, misalnya ya itu tadi: tak senonoh..πŸ˜‰

    selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s