Gempa

JAKARTA – Masya Allah, gempa tadi malam jaraknya cuma 100km dari Jakarta kok ya kami sekeluarga nggak merasakan. Padahal dari tadi pagi heboh di radio, milis & internet, memberitakan banyak warga panik merasakan gempa di Jakarta, Bandung, Bali, Yogya bahkan di Malaysia.

Memang susah ya karena kadang kita lupa membaca doa sebelum tidur. Bagaimana kalau tadi malam rumah kita rubuh karena gempa dan kita lupa apa yang kita ucapkan terakhir kali sebelum tidur? Dulu di sekolah kita diajarkan untuk membaca Bismikallaahumma ahyaa wa bismika amuut, sesuai ajaran Rasul. Mudah menghafalnya namun terkadang lupa untuk diucapkan, terlebih bila tubuh sudah sangat lelah.

Ada hadist yang shahih dari riwayat Barra’ bin Azib ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila kamu hendak berbaring ke tempat peraduanmu, maka berwudulah seperti wudu untuk salat, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu lalu bacalah : ‘Ya Allah! Sesungguhnya aku menyerahkan diriku kepada-Mu, dan aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, dan aku baringkan tubuhku ke hadapan-Mu karena mengharapkan pahala-Mu dan takut akan siksa-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tidak ada pula yang dapat menyelamatkan diri kecuali kembali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan nabi-Mu yang Engkau utus’. Jadikanlah semua itu sebagai ucapanmu yang terakhir karena apabila kamu mati pada malam itu, maka kamu telah mati dalam keadaan fitrah. (Shahih Muslim No.4884)

Terbayang di kepala ini tadi pagi, apa yang aku ucapkan terakhir tadi malam apabila gempa itu meruntuhkan rumahku. Adakah lisan terakhir yang terucap adalah lisan doa, shalawat, zikir dan istighfar? Atau sebaliknya, kita tidak ingat apa-apa dan tidur dalam keadaan hina? Berwudhu atau tidak ya sebelum tidur?

Masya Allah, betapa luas ampunanMu yang masih mengijinkan hamba-hambaNya bangun pagi ini dalam keadaan yang baik. Alhamdulillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatana wailaihin nusyuur. Semoga mulai malam ini kita bisa saling mengingatkan untuk tidak lupa membaca doa sebelum tidur, amin.

3 pemikiran pada “Gempa

  1. alhamdulillah, semalem Allah SWT masih membangunkan suami. jadi akhirnya kami rame-rame keluar rumah dan nyari lapangan luas untuk berlindung demi menghindari hal-hal yang enggak diinginkan!
    Beneran semalem nggak ngerasain apa-apa, Yi? mungkin karena emang cuma sebentar -sekitar 50 menit!-, ya? …

    waduh, beneran gak bangun jhe mbak vina. padahal seingatku tidur pun jam 23. tapi mungkin karena capek banget ya langsung tidur gak kerasa deh ada gempa. alhamdulillah, tidak ada apa-apa paginya.

  2. sekitar pukul 18.09 wib, 12.09.07, terjadi gempa 7,9 sr di kedalaman 10km, laut bengkulu berpotensi tsunami. saat itu saya lg ambil wudhu mo sholat magrib kmdian terucap Allahu Akbar yg tiada henti.. dlm hati brkata ‘puasa blm dimulai kiamat sdh dtg’. mungkin ini suatu peringatan dari Allah kepada umatnya agar bertaubat. Marhaban ya Ramadhan.

    marhaban yaa ramadhan! aduh, pasti bingung ya saat itu? lalu bagaimana shalat tarawih tadi malam, tetap dilaksanakan atau tidak? dengar-dengar pagi ini [13/9] ada gempa susulan, semoga tidak ada lagi tsunami yang ditimbulkan, amin.

  3. Alhamdulillah, sudah dua malam ini sholat tarawih terlaksana walau sempat terjadi gempa n 8 buah marmer yang melekat di dinding berjatuhan namun tidak mengurangi khidmatnya sholat tarawih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s