Jalan yang Sepi

DC070808001_resize.jpgJAKARTA – Hari ini Ibu Kota menggelar Pilkada untuk memilih Gubernur pilihan rakyat untuk pertama kalinya. Bukan sisi politisnya yang dimuat ditulisan ini, karena kalau ikutan ngomong politik malah bisa jadi kelihatan seperti kandidat calon gubernur nomor tiga :-). Apalagi saya tidak mau ah mencalonkan diri menjadi gubernur. Bukan takut kalah, tapi lebih karena tidak ada yang memilih saya, hehehe.

Tadi pagi, sejak lepas dari Ramp Pondok Gede Timur, jalan tol sangat lengang. Seperti hari Ahad saja. Melintas di Km 5 arah Jakarta, teringat ada seorang kawan yang tinggal di Jakarta Timur. Aku telpon untuk menanyakan siapa gubernur pilihannya. Jawabannya bukan siapa-siapa, alias tidak mau mencoblos. Percuma katanya. Waduh, seharusnya jangan golput pikirku, walaupun akhirnya aku sadar bahwa tidak memilih pun bisa merupakan pilihan. Pilihan yang salah, tapinya..

Menurutku, sebagai seorang warga masyarakat yang memiliki hak memilih, seharusnya kita mempergunakan hak itu. Selain takut hak kita disalahgunakan oleh pihak lain, adalah kewajiban kita sebagai seorang penduduk untuk menentukan pilihan, siapa pemimpin kita. Terlepas siapa yang akan menang dalam pemilihan, itu urusan belakangan, yang penting kita ambil bagian dalam pesta demokrasi ini.

Namun sekali lagi, tidak memilih pun adalah pilihan. Monggo saja.

Pagi ini, bagi kami penduduk DKI di waktu siang dan Bekasi di waktu malam, yang paling terasa adalah jalanan di ibukota dari pinggiran Jakarta terasa lengang sekali. Bus TransJakarta pun sepanjang Jembatan Semanggi sampai Bundaran HI yang terpantau baru satu dua bus. Entah karena banyak yang mencoblos atau cuma mengambil hari liburnya saja tapi yang penting pagi ini jalanan di Jakarta sepi. Terima kasih Pilkada! 🙂

3 pemikiran pada “Jalan yang Sepi

  1. Dukung kang oyi jadi gubernur DKI.. :p
    Coblos jenggotnya.. coblos jenggotnya.. coblos jenggotnya sekarang juga.. sekarang juga.. sekarang juga..

  2. ikut juga, vote for mas oyi

    for imcw & mk,
    wakakakakak.. syukron, syukron, terima kasih pilihannya.. 😛
    kalau ada gubernur berjenggot, ntar dikira gubernur teroris pula, kekekek..

  3. wah,..boleh juga tuh…didukung sepenuhnya deh..kan kalo pak ji oyi jadi gubernur, kan bisa ngerenovasi wilayah jatikramat dan sekitarnya jadi gak banjiiiir,..

    tapi sebelum ke tingkat gubernur,..cobain dulu deh jadi ketua rt,..bisa kan Ji..

    wasaalam,
    BB

    waduh, kalau ngurus sampai jatikramat kudu bukan kerjaan gubernur DKI dong pak BB, tapi gubernur Jawa Barat.. kekekek..

    ha? jadi ketua RT? ndak ah, pusiiiing..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s