Sedikit Cerita Pulang dari Soe

Path Soe-KupangJATIBENING – Saudara Yulius, sopir yang menjemput kami dalam perjalanan pulang dari Kota Soe ke Kupang, ternyata banyak memiliki pengalaman tentang tanah ini. Saat terjadi pemisahan Timor Timur dari NKRI, Yulius masih sangat ingat sejarah itu. Ia mengaku menjadi sopir untuk MetroTV dalam peliputan lepasnya propinsi termuda RI tahun 1999 yang lalu.

Sepanjang perjalanan 110 km yang ditempuh dalam dua jam dengan melewati kontur daerah yang naik turun dan berliku -seperti terlihat di image dari google earth di atas-, Yulius dengan bersemangat menceritakan betapa banyak tentara TNI yang sangat kecewa karena ‘kalah perang’. Kalah perang bukan dengan peluru, ujarnya, tapi dengan ujung pena. Saat melintasi kota Oelmasi yang terdapat beberapa barak TNI, Yulius menceritakan betapa tentara yang pulang dari Timor Timur mengekspresikan kekecewaannya dengan memuntahkan peluru ke tanah sambil berteriak-teriak. ‘Mereka marah kepada pemerintah, bukan kepada rakyat Timor.’ kata Yulius.

Meskipun Yulius kadang terlalu bersemangat bercerita tentang TNI, aku malah tertarik dengan banyaknya barak-barak pengungsi Timor Leste di beberapa kota kecil sepanjang Soe-Kupang. Menurut Yulius, pengungsi-pengungsi ini takut kembali ke Timor Leste meskipun presiden Xanana Gusmao telah mengajak mereka kembali ke tanah airnya. Birokrat menjamin kehidupan mereka bila kembali ke Timor Leste namun tidak dengan masyarakat lawan politik mereka saat jajak pendapat dahulu. barak-pengungsi-timor.jpg

Ya, Timor Leste agaknya terpecah antara masyarakat yang pro integrasi dengan yang pro kemerdekaan. Meskipun mereka telah merdeka 8 tahun yang lalu namun perbedaan ini ternyata masih menimbulkan perpecahan yang memprihatinkan. Mereka saling dendam dan membunuh. Cerita ini klop dengan cerita pendamping kami selama di Soe, bapak Yan, yang menceritakan betapa kasihannya nasib para penduduk yang pro integrasi dengan RI saat ini. Di negaranya mereka saling bermusuhan namun di NTT pemerintah sepertinya menutup mata karena status mereka memang warga negara asing.

Walaupun demikian, pemerintah RI masih memberikan beberapa lahan untuk mereka tempati walaupun kondisi barak/rumah yang ditempati kurang layak menurutku. Yulius menunjukkan ada tiga tempat untuk para pengungsi yaitu di kota Naibonat, Tuapukan dan Noelbaki. Kabar baiknya, setiap 2 minggu sekali para pengungsi mengadakan temu kangen di 3 tempat perbatasan RI-Timor Leste yang mempertemukan mereka dengan keluarga yang memilih menetap di Timor Leste. Acap kali pertemuan itu membuat semacam pasar tiban yang dimanfaatkan juga untuk berbelanja kebutuhan hidup.

lopo.jpgKenyataan masih banyaknya penduduk di Kabupaten Kupang yang hidup di bawah garis kemiskinan juga menarik perhatianku. Sepanjang perjalanan masih banyak terdapat rumah-rumah yang beralaskan tanah. Malah beberapa Lopo, atau rumah beratap rumbia yang dipergunakan untuk tempat penyimpanan makanan, sesekali masih terlihat didiami oleh masyarakat juga. Lopo bahkan bisa di’upgrade‘ menjadi dua tingkat. Biasanya lantai pertama digunakan untuk balai pertemuan keluarga, dan lantai kedua digunakan untuk menyimpan bahan-bahan makanan.

Atap yang terbuat dari daun ilalang yang disusun sedemikian rupa itu bisa menahan panas dan hujan. Yulius menceritakan bagaimana cara menyusunnya namun aku hanya bisa menggumam dan mengiyakan, karena sulit membayangkan bagaimana mereka membuatnya agar tidak hancur oleh panas/hujan dan memakainya dalam hitungan tahun.

Oya, koreksi untuk tulisanku dengan judul Islam di Soe, ternyata sepanjang perjalanan Soe ke Kupang setidaknya terdapat 2 rambu yang menunjukkan adanya masjid. Yang pertama terlihat ada di 38 km dari kota Kupang, yaitu di kota Oelmasi dan yang kedua adalah masjid As-Sholihin yang terdapat di Kupang Tengah. Kalau di Kota Kupang sendiri, banyak terdapat masjid yang besar, seperti terlihat di lingkungan seputar Bank Indonesia Kupang dan Bank Muamalat.

hollywood-kupang.jpgTerakhir, sebelum menuju bandara El Tari, Yulius mengajak kami mampir di suatu tempat yang sering disebut ‘Hollywood’ oleh remaja Kupang. Tempat itu berada di seberang rumah dinas Bupati Kupang dengan pemandangan laut. Ya, disebut Hollywood karena tempat ini berada di dataran tinggi di Kota Kupang, sehingga bisa melihat laut yang berada di bawahnya. Menurut Yulius, pada malam hari pemandangannya jauh lebih indah dan tempat itu lebih ramai dikunjungi masyarakat.

Namun nampaknya tempat itu adalah lahan parkir bagi tamu Bupati sehingga mobil Yulius tidak bisa berlama-lama parkir di tempat itu. Walaupun belum ada yang mengusir kami saat berfoto di daerah itu, kami pun meninggalkan ‘Hollywood’ dan bergegas menuju El Tari untuk kembali ke Jakarta.

39 pemikiran pada “Sedikit Cerita Pulang dari Soe

  1. aduhhhhhhh saya jadi kangen kampung halaman
    saya besar di kota seperti itu, tapi saya senang, karena disana saya bisa kenal orang dari bermacam macam background…
    hihih Ingat untuk bawa oleh oleh daging sapi sei..
    salam yah!

    waduh, senangnya banyak orang Soe baca tulisan saya. sekarang posisi dimana bung?
    daging sapi sei? waah, kayanya enak ya? kemarin di Soe cuma sempat makan ikan dan ayam bakar saja, makanan tradisionalnya gak nemu, hehehe..

    trims sudah mampir disini, salam!

  2. Sedikit cerita tentang Timor Timur.
    Saya masih ingat tahun itu. pada saat itu banyak orang dari Tim Tim yang mengungsi ke Soe. Kalau bukan di dekat sekolah, di terminal atau di pasar.
    Mereka akan menjual apa saja yang mereka miliki untuk bisa bertahan hidup.
    Di dekat sekolah kami ada salah satu gudang yang dijadikan tempat pengungsian. Karena mereka berkomunikasi dengan bahasa Tetun atau Portugis, agak susah ngobrol sama mereka. Tapi satu satu kata yang kami pelajari dari mereka adalah “kolega” yang berarti teman. Begitu mereka memanggil kami, dan begitu juga kami memanggil mereka.
    hhehehee

    Terima kasih bung Adrian! Sungguh menyedihkan para pengungsi itu. Semoga Pemerintah Daerah atau Pusat bisa lebih memperhatikan nasib mereka. By the way, terminal atau pasar yang dimaksud, apakah terminal bis yang di dekat masjid itu?

  3. Anda menulis:
    “waduh, senangnya banyak orang Soe baca tulisan saya. sekarang posisi dimana bung?
    daging sapi sei? waah, kayanya enak ya? kemarin di Soe cuma sempat makan ikan dan ayam bakar saja, makanan tradisionalnya gak nemu, hehehe..

    trims sudah mampir disini, salam!”

    Saya pernah juga mampir situs ini, karena tulisan Anda tentang kota soe beberapa tempo lalu!

    ———-

    Terima kasih bung Adrian! Sungguh menyedihkan para pengungsi itu. Semoga Pemerintah Daerah atau Pusat bisa lebih memperhatikan nasib mereka. By the way, terminal atau pasar yang dimaksud, apakah terminal bis yang di dekat masjid itu?
    Sama sama. pasar yang saya maksud adalah “pasar baru”. tepatnya pasar yang akan anda lihat ketika menuju ke Kupang.🙂

    sedangkan gudang di dekat sekolah yang mereka tempati, itu memang berada dekat pasar yang terletak di dekat masjid Al Ikhlas.

  4. ih iya, saya lupa kasih tau posisi saya yah.
    Saya sekarang sedang bersekolah di Sydney.
    Senang ada orang yang menikmati waktunya di Soe… Maaf yah kalo comment saya kebanyakan

    Oh, sekarang di Sydney?
    Waktu pulang dari Kupang, banyak turis Australia yang pulang ke Darwin. Konon hanya satu jam ya penerbangan Darwin-Kupang?
    Terima kasih bung Adrian, saya senang sekali dengan komentar2 anda. Selamat menempuh ilmu di negeri orang!

  5. Terimakasih banyak!
    Penerbangan Kupang Darwin memang kurang lebih sejam. Dulu penerbangan Darwin Kupang sempet mandeg, karena kurang orang yang datang. bagus kalau sekarang sudah mulai ada lagi yang datang.
    Kupang itu termasuk daerah yang slow pembangunannya. Mungkin kurangnya perhatian dari pemerintah yah? hehehe
    Juga, orang orang di Kupang, sama seperti orang orang di daerah lainnya. Dalam arti, begini, orang orang di jakarta suka sok “bule”, sok luar negri biar dibilang modern. Sedangkan Kupang suka sok “jakarta” biar dibilang keren. Bangsa kita kok jadi miskin identitas.
    Maaf.. Masjid Al Ikhlas tepatnya ada disini. Itu mesti di geser sedikit lagi. Kalau di zoom out pasti keliatan. Nih saya kasih.. hehe saya agak excited melihat kota soe ada di wikimapia.🙂
    http://wikimapia.org/#y=-9858604&x=124289746&z=18&l=0&m=a&v=2
    Hehe🙂
    Dari Buku Bumi Manusia:
    “Ilmu pengetahuan semakin banyak melahirkan keajaiban. Dongengan leluhur sampai malu tersipu. Tak perlu lagi orang bertapa bertahun untuk dapat bicara dengan seseorang di seberang lautan. Orang Jerman telah memasang kawat laut dari Inggris sampai India! Dan kawat semacam itu membiak berjuluran ke seluruh permukaan bumi. Seluruh dunia kini dapat mengawasi tingkah-laku seseorang. Dan orang dapat mengawasi tingkah-laku seluruh dunia” (Bumi Manusia, p.316).

    benar, saar di bandara eltari, banyak turis australia dengan alat surfingnya hilir mudik. dari logat bicaranya seperti bule australia, yang kadang agak susah dimengerti.
    soal soe di google earth, saya juga sedikit surprise, karena kota kecil seperti itu resolusinya tinggi. sedangkan saat ini saya berada di solo, resolusi google earth di kota yang lebih besar dan ramai dibanding soe malah rendah.
    thanks adrian!

  6. TEMPAT DI KUPANG MEMANG BANYAK YANG INDAH BAPAK MUNGKIN MASIH HARUS SEKALI LAGI PERGI KE SANA.TEMPAT LAIN YAITU PANTAI LASIANA,PANTAI MANIKIN LALU PANTAI TEDYS KUPANG. tapi saya berterima kasih KARENA BAPAK TELAH MENGUNJUNGI DAERAH SAYA YANG KECIL INI. ATAS KUNJUNGAN DAN PROMOSI DI BLOG INI SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH. SEMOGA TUHAN MELINDUNGI BAPAK DAN KELUARGA. KUPANG AKAN SELALU MERINDUKAN KEHADIRAN BAPAK. AMIEN ^^

    Alhamdulillah, terima kasih atas doa dan komentar saudara Yosep. Saya pun ingin suatu waktu dapat kembali ke bumi Timor yang indah. Salam!

  7. makasi yach uda dapat berkunjung ke kupang?
    tapi sayang kupang belum begitu terkenal.
    tapi aku yakin pasti suatu saat pasti akan terkenal di mata dinia.


    terima kasih mia atas kunjungannya ke blog ini..
    iya nih, padahal kupang dan ntt cukup bagus pantai2nya ya. semoga suatu saat dapat kembali lagi kesana.

  8. air di kota kupang masih sangat susah dan mulai tercemar….. terutama di daerah oeba… banyak penduduk yang menggunakan air oeba untuk keperluan rumah tangga umtuk memasak sampai memncuci… namun sejak tercemar banyak orang susah mendapatkan air bersih… semoga ada pejabat pemerintah yang membaca ini dan tergugah untuk turut membatu penduduk yang tinggal di seputar air oeba

    waduh, memprihatinkan sekali. semoga pemerintah setempat dapat menyelesaikan permasalahan ini segera. terima kasih kawan, telah mengunjungi blog kami.

  9. waaa….jadi ingat rumah..

    hallo ocky.. sedang dimana nih kok ingat rumah? kalau di jakarta aja jauh juga tuh SoE ya.. lebih dekat ke Darwin malah, hehehehe..

  10. Saya lagi kangen dengan tanah kelahiranku itu.. walaupun baru 4 bulan saya menghilang dari kota itu.


    merantau kemana brur? terima kasih kunjungan dan komentarnya ya.

  11. Dipenghujung 2007 ini, ragaku didesak adrenalin begitu kerasnya..dengan segala kekuatan ku aku mencoba bertahan meski tak tau apakah aku mampu bertahan….So’e…Beta ingin pulang So’e..bulan keempat ini begitu menyiksa..

  12. So’e……………………………………………dinginmu ku rindu………..

    wah benar, hahaha.. so’e yang begitu dingin di bulan mei waktu aku berkunjung ke sana. kemarin ketemu bapak2 dari dinas dafduk so’e di NAD, beliau bercerita bulan desember justru berkurang dinginnya ya?

  13. Lagi jd anak rantauan de jakarta neh… bro de NAD ya..?? Minta no hp dong..!??

    hallo bro,
    ane bukan anak NAD, kebetulan aja ada kerjaan di sana. nomor hp via japri aja yak..

  14. Jadi ingat Kampung halaman ni……………
    sekarang bt su di palembang na…..

    asl Kefamenanu……………

    ADVENA.

    jangan lupa pulang kampung ya hendra, hehehe.
    di palembang sudah berapa lama, ‘dah galak makan pempek belum?’ hahaha..

  15. Hicks..sedihnya, sudah 4 tahun gak balik ke Kupang…memang benar kata orang tua-tua “Bae sonde bae, tanah Timor lebeh bae” atau “baik atau nggak, tanah timor memang yang terbaik”

    halo ratih,
    wah lama sekali tidak pulang? kapan mau pulang dan bangun negeri kupang?

  16. jadi ingat wkt kerusuhan timor timur saya masih smp. byk anak2 tim-tim yg mengungsi yg bersekolah di skolah saya…

    soe……..pengen pulaang🙂

    hahahaha.. betapa banyak yg rindu sama so’e ya.. kapan rencana pulang ‘kampung’ ke sana?

  17. wah ternyata banyak woo yg masuk di ini blog..be kira sadiki sa..ternyata banyak juga na.

    kalo cerita Kota SOE, dinginnya seperti Puncak, Lembang.

    dan itu terasa sekali waktu musim ujan tiba, diiringi dengan angin.

    tapi itulah kota tercinta…pengen makan jagung bose pake daun pepaya..rasanya enak skali di tambah LU’AT dan ikan goreng…ehmm yummy

    UIS NENO NOKAN KIT

    betul kawan, So’e dingin sekali. saya tidak mengira akan sedingin itu, mungkin lembang malah kalah dingin.

    waduh, saya kok tidak tahu ya ada jagong bose pakai daun pepaya, hahaha..

    terima kasih sudah mampir disini.

  18. we nyadu talalu enak kalau makan jagung a apa lai sekarang musim jagung e……………

    we nyadu dong disoe bagi do…..

    katang talalu rindu makan jagung muda apalai kalau bakar di tungku dapur hummm pu enak lai….

    ………………………………
    ……………………

  19. menurut saya kota soe adalah kota yang indah dan sejuk apalagi saat sekarang pembangunan dikota soe lumayan maju dan lebik baik dari tahun-tahun sebelum…semoga bapak Paul Mela bisa menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan bapak kami anak-anak rantau senyum melihat bapak membangun daerah kita {kota soe}.satu harapan kami ialah “hari ini lebih baik dari hari kemarin”

    setuju sekali. walaupun hanya sebentar saya di kota So’e, namun kenangan yang indah tentang ramahnya penduduk dan sejuknya udara disana tidak dapat saya lupakan. semoga So’e dapat semakin maju dibawah siapapun yang memimpinnya..

  20. selamat berjuang so’e
    sudah hampir 3 tahun engkau kutinggalkan, beribu pengalaman tlah engkau berikan, banyak saudara yang membantuku dlm bertugas di Polres TTS sejak 1999 s/d 2007. trima kasih soe.

    anda polisi yang pernah dinas di so’e? waduh, lama sekali ya dinasnya disana. saya yakin banyak kenangan indah selama dinas disana ya. terima kasih kunjungannya pak.

  21. soe……..

    umhhh,, kangeeen

    walau cuma numpang lahir dan bsr di sana beta tetap sayang ma soe karena talalu banyak kenangan indah di sana..

    nyadu donk… besonk dimana smua…

    waaah, banyak orang so’e terdampar di blog ini ya, hehehe.. beta pun cinta sama so’e..

  22. Terima kasih sudah berkunjung ke SoE dan memberi kesan yang begitu baik tentang Kota itu.

    Jika anda berkunjung lagi ke sana cobalah sempatkan untuk ke distric Kolbano dan distric Kapan. Cobalah bermalam di sana dan temukanlah suasana Timor yang sebenarnya dengan keajaiban pemandangan alamnya.

    Terima kasih untuk kesan baik Anda pada Kota Kami.

    Salam hormat dan Tuhan berkati

    sama-sama, saya juga mengucapkan terima kasih atas kota So’e yang begitu hangat menerima kedatangan orang luar NTT. juga kepada warga So’e yang muslimin, yang begitu ramah dan merangkul jamaah yang merupakan pendatang seperti saya.

  23. makasih uda menulis tentang SoE,
    saya, kami, kita semua orang soe bangga sekali punya kota soe, skalipun kurang dikenal tapi saya, kami yakin apabila ada orang yang mampir di soe pasti merasakan kehangatan senyum serta keramah tamahan warga nya, karena masyarakat soe adalah masyarakat yang majemuk, selalu membuka tangnya bagi siapa saja, kami bangga ssekali sebagai atoin soe, menghargai tamu atau orang lain yang datang ke kota kami sebagai Kase atau Usif karena budaya yang kami pegang teguh ternyata banyak memberikan ceritera bagi mereka yang pernah tinggal atau cuman kebetulan melintasi kota soe,
    terima kasih kami warga kota soe, karena melalui tulisan anda mengingatkan mereka yang jauh di sana akan kuan soe,
    terima kasih karena melalui tulisan anda kami tau bahwa ada yang melihat kami,
    terima kasih karena tulisan anda membangkitkan semangat kami untuk membangun kota soe agar lebih dikenal

    a toit makasih ( terima kasih )
    salam kena adi telnoni
    sma efata soe
    jl Jnd, Soedirman no 1 SoE
    tlp 0388 – 21863

    terima kasih kembali bapak. benar sekali, apa yang anda tulis adalah pengalaman saya sewaktu mengunjungi kota so’e. awalnya saya begitu khawatir untuk beribadah sesuai agama saya disana, namun kekhawatiran itu langsung sirna saat saya pertama kali menunaikan ibadah sholat di masjid al-ikhlas so’e. masyarakat yang berkumpul di depan masjid, sama sekali tidak mengganggu kami dalam melaksanakan ibadah.

    saya berharap kota so’e akan tetap seperti ini, damai, sejahtera dan tumbuh menjadi satu daerah yang memberikan banyak manfaat kepada rakyatnya. amin.

  24. hmm…bln des nich mau plng kampung jadi nanti lewat so’e,balik januari.ada yg mw titip daging sei ko?

    sampaikan saja salam saya untuk so’e ya bu.. wah, bulan januari di so’e dingin sekali ya?

  25. haaaaaa.. omong soe b jadi kangen dengan b pu paitw di soe. dy di sakteo.jalan jurusan kapan m.09.tepatnya di dese binaus.b skarang legi kuliah di jogja.tunggu sa e syang b pasti pulang pi katong pu kampung halaman.

    haaa, mantap itu. ayo segera selesaikan sekolahmu dan bangun daerah asalmu, So’e menunggu orang-orang seperti anda untuk memajukan daerahnya.

  26. au umnau kuk au kuan soe.b ingat sius ottu pu lagu yang manik tuin sufa dengan upun klu min one.ne tahun b natal sendiri di jogja eeeeeeeee….b kangen keluarga di timor(soE).haaaaa b su nagis ne…

  27. senang sekali baca tulisan ini
    sy sempat melihat keadaan ini, sy jadi ingin main kesana
    banyak teman dan sahabat saya di kupang
    saya juga punya banyak tenunan kupang
    semoga makin sejahtera
    tetap semangat untuk menulis kota eksotik ini

    salam…

    terima kasih komentarnya ibu rosita. kota kupang, so’e dan NTT memang meninggalkan kesan yang baik dan mendalam. semoga tetap eksotik ya.

  28. Mengingatkan saya ke almarhum Bapak saya yang asli Pulau Rote, NTT. Saya tinggal selama 4 bulan NTT, tepatnya di Ba’a, Pulau Rote dan Soe. Cuma waktu itu saya masih berumur 6 tahun. Cuma saya ingat betul pemandangan di Pulau Rote bener2 bagus…

    Anyway, Artikel yg bagus..I like it

    terima kasih matius sudah memberi komentar disini dan pujiannya, semoga bermanfaat.

    pulau rote bagus pemandangannya? Jadi pengen kesana, hehehe..

  29. auuuuuhhhhhhh…………..
    baru juga sebulan di tanah oRang,,
    tapi liat dan baca artikel ini, sumpah jadi pengen pulang………….
    soe, I lop u..

    waduh, tanah kelahiran memang suka bikin kangen ya. ya sama alam, sama keluarga, kerabat dan lainnya. sudah seperti apa So’e sekarang ya, tak terasa sudah tiga tahun berlalu sejak terakhir berkunjung kesana..

  30. Mereka tinggal jauh dari Jakarta, pusat pemerintahan. Tapi, mereka rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia juga. Masih jauh dari makmur. Tapi, tega-teganya ada yang menilap anggaran pembangunan untuk wilayah yang bersinggungan dengan negara tetangga itu.
    Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), misalnya, menemukan bukti-bukti ketidakvalidan dalam pertanggungjawaban biaya non­personel atas jasa konsultan pada Ditjen PUM (Pemerintahan Umum). Jumlahnya mencapai Rp 3,45 miliar. Itu terdapat dalam La­poran Hasil Pemeriksaan Keuangan Nomor 9a/HP/XVIII/05/2011 tertanggal 23 Mei 2011.
    Pada 2010, Ditjen PUM Fasilitasi Pengembangan Wila­yah Perba­tasan Dalam Bidang Ekonomi, Bu­daya, Sosial dan Pembenahan Tanda Batas (kode 06.90.01.0792) yang pengadaan ba­rangnya ditempatkan pada dae­rah perba­tasan Indonesia. Ang­garan yang disediakan untuk program itu Rp 124,474 miliar (belanja barang) dan Rp 166,65 miliar (belanja modal)
    Pekerjaan itu digarap Direkto­rat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Sampai tutup buku, anggaran yang terserap untuk belanja barang sebesar Rp99,345 miliar atau 79,81 persen dan belanja modal sebesar Rp139,633 miliar atau 83,84 persen.
    Namun, dari anggaran yang ter­­serap itu, BPK melihat ada ke­jang­galan. Dalam laporan keua­ngan itu, ditemukan ada Rp3,45 miliar untuk tiga paket pekerjaan yang tidak bisa dipertang­gungja­wabkan penggunaannya. Dalam laporan keuangan yang diterima BPK, pelaksana proyek tidak bisa menunjukkan bahwa bukti per­tanggungjawaban penggunaan anggaran untuk tiga jenis pe­kerjaan.

  31. Soe adalah yang terindah… Desember kemaren, b ke BELANDA, dan disana b sempat ketemu dengan orang2 yg dulu pernah tinggal di soe. Tepatnta di kesetnana (perumahan RENS) depan PURA km2!!! Dong sngat senang dengan soe… Smoga ktong pung rukun tetap terjaga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s