Jumatan di Meruyung

utami-&-kids-@-meruyung.jpgMERUYUNG – Hari Jumat kemarin Utami mengajak anak-anak mengisi liburan ke Masjid Dian Al Mahri di Meruyung, Depok. Masjid yang sempat heboh di email atau mailing list tahun lalu karena diklaim sebagai salah satu masjid yang paling indah di Asia Tenggara karena memiliki kubah yang berlapis emas itu, memang menarik banyak jamaah untuk mengunjunginya.

Juga saat Jumat itu kami kesana. Dari Jatibening kami mengajak serta Putri dan Dinda, teman bermain Ingga dan Najah yang makin akrab sejak orang tuanya, H Agus Pramono pergi haji bersama kami beberapa saat lalu. Kami berangkat agak pagian dari rumah, sekitar pukul 09.00 dan memilih rute melewati JORR, keluar Fatmawati dan terus melalui Cinere. Setelah ‘berjuang’ melewati kemacetan di Pondok Labu dan Cinere, 2 jam lebih kami pun tiba di Masjid Kubah Emas itu.

inside-meruyung.jpgSubhanallah, begitu terucap saat melihat masjid itu pertama kalinya. Mungkin bangunannya tidak sebesar yang dibayangkan, namun detil pengerjaan masjid ini mengingatkan siapa saja yang pernah datang ke Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini benar-benar indah dan rapi, berdiri di tanah luas dengan desain landscape yang terencana baik.

Di area parkir yang cukup luas, sudah banyak mobil dan bus pariwisata yang parkir. Alhamdulillah, keputusan kami untuk berangkat lebih pagi berakibat baik karena hari itu banyak sekali yang berniat sama dengan kami. Setelah menitipkan sandal dan berwudhu, kami pun memasuki masjid.

Saat pertama kali memasukinya, tidak ada yang istimewa selain ornamen di bawah kubah emasnya. Disitu tergantung pula lampu kristal yang cukup besar, mampu membuat semua orang menengadahkan kepalanya untuk menatap. Pada bagian atas dimana lampu kristal itu tergantung, terdapat ornamen emas yang bertahtakan asma’ul husna dengan latar belakang lukisan langit dan awan biru.

Sayangnya, menurutku maqom imam kurang besar, bahkan bisa dibilang kecil apabila kita bandingkan dengan Masjid Al Azhar di Kebayoran Baru atau Baitul Ihsan di Komplek Bank Indonesia Jakarta. Pun dengan mimbar sang khatib, sangat kecil bila dibandingkan dengan kemegahan masjid ini.

Kaligrafi yang mengitari persegi empat masjid ini pun tidak terlalu istimewa kalau kurang ‘sopan’ dibilang biasa saja. Pilar-pilar yang cukup berdekatan pun mengganggu pemandangan, namun nampaknya hal itu tidak bisa dihindari karena masjid ini cukup besar sehingga membutuhkan penopang yang cukup banyak.

Dengan desain satu lantai, ruang yang tercipta ke atas cukup lega, membuat masjid terasa sejuk. Aku tidak perhatikan, apakah ada pendingin udara disana, yang jelas walaupun saat khutbah berlangsung matahari di luar cukup terik dan jamaah sangat memenuhi shaf, suhu di dalam tidaklah panas. Mungkin karena itu tadi, plafonnya cukup tinggi sehingga udara bebas mengalir.

masjid-meruyung.jpgSetelah sholat Jumat selesai, ada beberapa catatan kecil yang aku sempat keluhkan di dalam hati. Yang paling mengganjal adalah seperti kesan adanya pengkultusan terhadap pemilik masjid ini. Walaupun pengantar acara telah meminta keikhlasan para jamaah untuk mengirimkan suratul Fatihah untuk ibu Dian Mahri, tetap saja menurutku kurang tepat.

Biarlah masjid ini menjadi ladang amal wakaf dan jariah beliau tanpa perlu jamaah diminta mendoakannya. Aku yakin, semakin banyak jamaah yang datang ke Masjid Kubah Emas untuk mencari ridho Allah SWT, segala jerih payah yang telah dikeluarkan untuk membangun masjid yang indah ini akan mendapat balasan yang setimpal bahkan berlipat ganda seperti janji Allah kepada siapapun hambaNya yang memperjuangkan hartanya di jalanNya, tanpa kita harus mengajukan atau meminta kepadaNya.

Terlepas dari itu, aku dan keluarga cukup puas dengan segala fasilitas yang diberikan pengelola masjid ini. Kamar kecil, pentitipan sepatu/sandal dan tempat wudhu cukup bersih. Walaupun antrian untuk keluar dari parkiran masjid memerlukan waktu setengah jam, bagi kami itu adalah konsekuensi yang harus ditempuh karena banyak yang ingin datang dan beribadah di tempat itu. Semoga Allah SWT memuliakan siapa saja yang memakmurkan masjid itu, terlebih mereka-mereka yang membangun dan memeliharanya, amin.

3 pemikiran pada “Jumatan di Meruyung

  1. Tp kk bagus itu emas nya asli enggak nya??????????.aku bingung nich.Mohon kasih tau dong bu Utami

    insya Allah itu emas asli. saya jawab sekaligus saja ya untuk shinta & bagus [karena ip-nya sama].

  2. Ass. Wr. Wb.
    Mohon kehadirannya pada acara MANAQIBAN TQN PonPes SURYALAYA di MASJID KUBAH EMAS, Meruyung, Cinere Gandul. Pada Hari Sabtu, Tanggal 18 Oktober 2008, Jam 08.00 WIB.
    Acara: KHOTAMAN, MANAQIB, DUET TAUSHIYYAH JUARA 1 TPI 2005/06 dan SHOLAT DZUHUR. Dress Code: Baju Muslim / Jilbab.
    Wass. Wr. Wb.
    Iis Dahlia / Dr. Dita / Andy / Aya

    wa’alaikumussalam,
    undangan yang menarik. ane bantu sebar yaa.. syukran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s