Jalan Pagi

JATIBENING – Sejak hari Ahad minggu lalu, saya punya kegiatan baru dan insya Allah hendak rutin melakukannya. Bukan kegiatan yang benar-benar baru karena menjelang keberangkatan ke Tanah Suci akhir tahun 2005 yang lalu kami pun telah melakukannya di akhir pekan, yaitu olah raga berjalan kaki.

Namun kali ini ada semangat berbeda yang mendorongku melakukan olah raga pagi itu. Pertama karena niat untuk memiliki tubuh yang lebih bugar dan sehat. Ini tentu tak lepas dari hasil medical check up yang kurang baik bulan lalu. Kedua, sejak saya getol memanfaatkan GPS untuk beraktifitas, saya sekarang memiliki alat untuk mengukur berapa jauh perjalanan pagi itu dan berapa kecepatan jalan kakinya. Ini yang membuat jalan kaki menjadi lebih semangat.

Screenshot BeeLineGPSJalan pagi dilakukan pada hari-hari dimana saya tidak sedang berpuasa. Biasanya pada hari Selasa, Rabu dan Jum’at serta Sabtu dan Ahad. Khusus untuk hari-hari kerja [weekdays], jalan kaki biasanya cuma 30-40 menit karena kami berangkat dari rumah untuk bekerja pada pukul 06.00. Untuk akhir pekan, seperti yang saya lakukan Ahad lalu, bisa berjalan sampai satu jam.

Selesai sholat subuh di Musholla dekat rumah, perlengkapan standar yang saya pakai adalah training pack, kaus kaki, sepatu gunung [yang telah menemani berjalan kaki Mekkah-Mina-Arafah-Muzdalifah-Mina-Mekkah] dan PDA saya. PDA ini selain berfungsi men-track seberapa jauh rute perjalanan, waktu dan kecepatan yang ditempuh lewat GPS, juga ada fasiltias radionya. Oleh karena itulah, karena pada jam-jam itu ada siaran MQ Pagi di Radio Delta atau Pro2FM, saya pun mendengarkan tausiyah Aa Gym dari earphone. Jadi berolah raga sambil mendengarkan dakwah, nikmat lho.

Rute yang saya tempuh tidak jauh-jauh, hanya seputaran komplek perumahan kami. Alhamdulillah, walaupun akhir-akhir ini hujan sering turun di sore dan malam hari yang membuat jalanan menjadi basah dan sedikit becek, namun ada jalanan di ‘kampung’ -demikian kami biasa menyebut perumahan yang diluar komplek- yang bisa dijadikan rute alternatif.

Untuk berjalan kaki selama 30 menit, saya bisa berjalan sejauh 2,5 km dengan kecepatan maksimal yang ditempuh 7 km per jam. Cukup lah untuk menghasilkan keringat di pagi hari.

Sampai saya menulis tulisan ini, sudah 4 hari saya melakukannya. Hasilnya, biasanya pada jam-jam dhuha saya sering menguap, mengantuk dan lemas, badan jadi lebih bugar, fresh dan bertenaga. Saya yakin, bila kita melakukan suatu aktifitas yang kita senang melakukannya, insya Allah akan mendapatkan hasil yang positif.

Ayo berolah raga!

Satu pemikiran pada “Jalan Pagi

  1. Asyik banget emang kang kalau jalan-jalan pagi 🙂

    wuiii, bener fred, sekarang jalan pagi sudah menjadi kebiasaan yang insya Allah rutin. kalau hari kerja sih temannya sedikit di jalan-jalan, tapi kalau sudah sabtu minggu, hmmm, jadi lebih semangat. gimana di pontianak, kaga banyak asap kan kalau pagi, hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s