Di Sriwijaya & Lion Air

JAKARTA – Sabtu & Ahad kemarin kami berkesempatan mengunjungi pernikahan sepupu, namanya dik Nunik, di Semarang. Kali ini kami mengajak Ingga dan Najah turut serta setelah Nopember tahun lalu hanya aku dan Utami yang menghadiri pernikahan kakaknya Nunik, si Hendy.

Naik Sriwijaya Air ke SemarangSi Najah, anakku terkecil, walaupun hampir lima tahun usianya tapi telah sering mengikuti berita, baik di tivi atau mendengar percakapan orang tuanya. Jadi saat media menayangkan banyaknya berita kecelakaan pesawat terbang pun ia sudah mengerti.

Sehingga saat sudah di dalam pesawat Sriwijaya Air yang akan membawa kami ke Semarang, ia memegang erat tanganku sambil bertanya apakah Sriwijaya Air pernah mengalami kecelakaan. Saat aku tanya, “Adik takut?” ia pun mengangguk. Aku jelaskan bahwa kita semua ada di dalam genggaman Allah. Hidup dan mati pun demikian. Aku bimbing ia membaca Al-Fatihah dan doa memulai perjalanan yang alhamdulillah mampu membuatnya sedikit lebih tenang.

Walaupun ini bukanlah pengalaman pertama bagi Ingga dan Najah naik pesawat, namun perjalanan ini adalah yang pertama bagi Najah setelah ia tahu hakekat naik pesawat. Dua kali perjalanannya ke Bali & Padang 2 dan 3 tahun yang lalu tidak mampu diingatnya. Wajar bila kali ini ia pun agak ketakutan bepergian naik pesawat.

Untuk meredakan ketegangannya, aku menawarkan mereka mainan yang ditawarkan oleh pramugari. Ingga mengambil penggaris yang ada kalkulatornya dan Najah memilih kipas angin mini dengan parfum. Alhamdulillah trik ini berhasil, Najah pun sampai berkata mengapa pesawatnya berhenti saat ia melihat ke luar jendela, hehehe. Penerbangan yang singkat itu pun tak terasa sampai kami mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Pulangnya, kali ini Najah sudah lebih pede. Sesuai komitmen kakaknya saat berangkat kemarin, Najah yang duduk didekat jendela. Ingga duduk di tengah dan kali ini mereka didampingi tante mereka, tante Chita.

GPS CaptureAda yang menarik dalam perjalanan pulang ke Jakarta menggunakan Lion Air Boeing 737-400 ini. Aku mencoba menyalakan GPS di PDA-ku untuk men-trace kecepatan pesawat, route dan sisa waktu yang akan ditempuh. Awalnya saat pesawat take-off, GPS masih bisa menangkap satelit. Namun saat sudah mengudara, sinyalnya pun hilang.

Aku teringat pesan adikku, untuk menempelkan GPS ke jendela pesawat. Alhamdulillah, sinyal satelit tertangkap dan informasi yang aku ingin dapatkan pun langsung tertera di PDA, seperti terlihat di gambar disebelah kanan ini. Disitu tertera posisi pesawat yang digambarkan dalam bentuk segitiga di tengah layar, kemudian kecepatan pesawat saat itu (808 km/jam), sisa jarak yang akan ditempuh (298 km), sisa waktu tempuh (30 menit 34 detik) dan waktu kedatangan (pukul 16:20). Maha Besar Allah yang telah mengijinkan hamba-hambaNya membuat alat seperti ini.

Satu lagi, Ingga memberitahukan kepada kami adanya kartu doa di saku tempat duduk. Aku lihat, wah, sangat menarik. Kartu Doa ini baru aku lihat di Lion Air, belum pernah aku temukan di maskapai lainnya. Seingatku, sewaktu berhaji dulu juga tidak ada kartu doa semacam ini di pesawat Saudi Airlines. Ini sangat membantu bagi penumpang yang belum tahu bahwa Rasulullah telah mengajarkan kepada kita doa bepergian.

Bunyi doa untuk umat beragama Islam yang diambil dari Surah Hud (QS 11:41) : “Bismillahi Majreeha wa mursaahaa inna Rabbi laghafuurur rahiim” yang berarti “Dengan Nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratnya (pesawat) ini. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kartu Doa Lion AirBerikutnya adalah doa tuntunan Rasulullah yang dulu sering kami baca setiap melakukan perjalanan saat berhaji: “Bismillahirrahmanirrahim. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhaanalladzi Sakhkhara Lanna Haadzaa Waamaa kunnaa Laahuu Muqriniin. Wa Inna Illa Rabbinaa Lamunqalibuun. Allahumma Innaa nas Aluka Fii Safarinaa Haadza. Albiraa Wattaqwaa, Waminal ‘Amali maa Tardho. Allahumma Hawin ‘alainaa Safaranaa Hadza, Wathwi’annaa Bu’dah, Allahumma Antas Shaahibu Fissafari Wal Khalifatu Fil Ahli. Allahumma Inni A’udzubika Min Wa’tsaais. Safari Waka’aabatil Manzori’ Wassuu Ilmunqalabi Fii Maali Wal Ahli.

Artinya Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang menganugerahi kami kemampuan memanfaatkan (pesawat) ini, sedang kami sendiri (tanpa pertolonganNya) tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kita, kita pasti akan kembali. Ya Allah kami bermohon kepadaMu, anugerahkanlah kami dalam perjalanan ini kebajikan dan ketaqwaan, serta usaha yang Engkau Ridhoi. Ya Allah mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan perpendeklah jaraknya. Ya Allah Engkaulah teman dalam perjalanan, dan Engkau pula pelindung bagi keluarga. Ya Allah aku berlindung padaMu dari kesulitan perjalanan, kesuraman pandangan serta bencana menyangkut harta dan keluarga.

Untuk umat beragama yang lain, pun ada tuntunannya. Jadi Kartu Doa itu memuat doa-doa bagi semua umat beragama yang diakui di negeri ini. Selain Islam, ada tuntunan doa dalam agama Kristen Protestan, Katholik, Hindu dan Buddha. Salut buat Lion Air!

7 pemikiran pada “Di Sriwijaya & Lion Air

  1. huehehehe…ternyata pda-nya bermanfaat juga mas…jadi pengin nih…;)

    Ganti dong n-Gagenya jadi pda dengan gps built-in bli, hehehe..

  2. mas oyi saya mau tanya, gimana caranya buat tulisan di samping foto spt itu? saya buat cuma bsia sebaris tulisan, jd ada bagian kosong di samping foto😦
    btw, minta kirimkan foto naja ke email saya dunk mas😛 kangen ama si kecil.

    Lho, itu kan cuma set image alignment-nya ke left. Jadi setelah insert foto ke dokumen, klik foto sekali lalu tekan icon image property di toolbarnya wordpress, pilih alignment ke left untuk foto di kiri atau right untuk foto di kanan. Cobain yak.

  3. Alhamdulillah kalo lion air dah bisa kasih fasilitas yang agamais, tapi lebih baik crewnya baik yg didarat ma di udara diperbaiki dulu tuh moralnya, kayaknya di agama dilarang tuh berzinah, buka2 aurat, masa fasilitas mess lion hanya untuk tempat selingkuh dan kumpul kebo, ruangan dibandara yg dikhususkan utk crew hanya jadi tempat mesum aja, ya…. berusaha utk kelihatan baik dan menjadi lebih baik di depan customers itu bagus tapi klo boleh crewnya harus dicuci dulu qalbunya biar jatuh2nya gak jadi manusia yg munafik

  4. Setuju juga ama comment-nya mas Baon,.
    dan coba aja lihat itu penampilan ground-crew lion air di sepinggan airport-balikpapan…costum ketat rok mini dan seolah sengaja mempertontonkan aurat untuk menarik calon penumpang agar memilih lion air sebagai alat transportasi yg dibutuhkan…dan semua ground-crew yg pasti semua perempuan kayaknya mereka bangga dgn penampilannya yg membuat semua calon penumpang pd melotot malu-2 ngliatin,..tapi mereka kayaknya santai2 aja,…

    Ji,…
    Kalo lembar tuntunan doa bepergian seperti itu sejak tahun 1990 juga udah disediakan di helikopter milik IAT yg digunakan sbg alat transportasi untuk pekerja pengeboran minyak di kalimantan timur…kalo lion air kan baru aja berkiprah didunia penerbangan…

    Wassalam
    BB

  5. aku denger2 sich coment mas baon emang bener…..
    tapi kalo boleh saran…. jangan salahkan CREW nya melulu donk……mereka kan cuma ikut aturan karyawan yang telah di buat perusahaan dengan pake rok mini n baju ketat……

    jadi…..CREW emang perlu di cuci qolbu dan MOralnya…..
    tapi …..yang membuat peraturan lah yang mesti di CUCI duluan….dan dialah yang bertanggung jawab bersama CREww.. menanggung SEMUA dosa yang ditimbulkan….

    karena kemaksiatan yang timbul karena perantaraan seseorang dosanya sama sama dapeeeettttt

    begitoooo mungkin FREEENNNNNN…

    WASSALAM

    wa’alaikumussalam kang fatur,
    terima kasih inputnya dan saya setuju bahwa yang paling bertanggung jawab adalah manajemen yang membuat peraturan mengenai busana pramugari-pramugarinya. namun bila pramugari menyadari bahwa apa yang dikenakannya bisa mengundang syahwat seharusnya mereka pun bisa ‘berdemo’ agar diberikan pakaian yang lebih menutup auratnya. thanks yak.

  6. kemarin pulang dari jakarta ke bandarlampung naik Sriwijaya Air, tapi di depan kursi ngga ada daftar bacaan do’a. yang ada justru majalah daftar harga-harga barang. mungkin karena beda rute, beda juga isi ‘kemasan’ penerbangan itu ya?🙂

    terima kasih komentarnya eriek,
    untuk kartu doa, seperti yang saya tulis di blog, hanya tersedia di lion air, bukan sriwijaya air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s