Mudahnya Mengurus SIM

BEKASI – Pagi ini aku mengunjungi Polres Kota Bekasi di Alun-alun untuk memperpanjang SIM A yang sudah habis masa berlakunya. Waktu Utami turun di kantornya dia berpesan untuk tidak pakai acara sogok menyogok atau lewat calo. Aku pun telah bertekad demikian, hendak mengurus sendiri; pengen tahu repot dan lamanya seperti apa.

Sesampainya di parkiran Alun-alun, seorang calo sudah mendekat dan bertanya, “Perpanjang atau buat baru mas?”.
Aku jawab, “Kalau perpanjangan berapa, buat baru berapa? Sim-nya SIM A”.
“Perpanjangan 250, buat baru 350.” dia membalas.
“Wah gak jadi deh, mahal banget.”
“Lho, memangnya mas maunya berapa?”
“Gak jadi deh pak, aku coba urus sendiri aja.” jawabku sambil ngeloyor menuju gerbang Polres Metro Bekasi.

Belum sampai masuk gerbang, seorang polisi melambaikan tangannya. Aku pun menghampirinya.
“Ada apa pak” sapaku.
“Mau urus perpanjangan dik? Sini saya bantu.”
“Berapa biayanya pak?”
“Biasa aja, 220 ribu.”
“Lho, sekarang kok mahal sekali? 5 tahun yang lalu blankonya saja 72.500” jawabku.
“Silakan urus sendiri saja dik kalau tidak percaya” jawabnya.

Aku pun pergi meninggalkan si Bapak Polisi yang ‘ramah’ itu. Sesampainya di ruang SIM, di pintu masuknya aku pun ditanya oleh penjaga pintu itu: “Mau perpanjang atau buat baru pak? Sini saya bantu, tinggal foto saja kok.”
“Berapa biayanya” tanyaku lagi .
“Biasa pak, 215 ribu.”
Wih, semakin dalam semakin murah nih, pikirku. “Gak bisa kurang itu dik?” tanyaku.
“Bapak maunya berapa? Sekarang biaya perpanjangannya saja mahal pak, 80 ribu, belum lagi blankonya.” sahutnya.
“Ya sudah deh, saya coba urus sendiri dulu ya..” sambil melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 09.00 pagi.

Tanya di loket 1, dianjurkan untuk memfoto-copy dulu KTP sebanyak 4 lembar. Saat antri di foto copy, ternyata masih ada juga yang menawarkan jasa pengurusan SIM. Kali ini harganya sama dengan yang di pintu masuk, 215 ribu. Tentu saja aku tolak lagi.

Setelah membayar seribu rupiah untuk memfoto copy KTP, aku diarahkan untuk pemeriksaan kesehatan di poliklinik. Bayar 20 ribu, cek mata, selesai. Setelah poliklinik, aku ke loket asuransi. Disini membayar 15 ribu. Setelah lengkap, baru kembali lagi ke loket 1 dan disodorkan blanko yang harus ditebus dengan biaya 60 ribu.

Setelah mengisi blanko, aku menuju loket 3 untuk menyerahkan blanko plus semua dokumen tadi [foto copy ktp, resi kesehatan dan asuransi] dan dikenai biaya perpanjangan SIM sebesar 85 ribu. Oleh petugasnya, kita dipersilahkan menunggu. Aku melihat jam tanganku, 09.30. Whew, cuma setengah jam sudah kelar semua, tinggal menunggu difoto. Cepat juga, gumamku. Aku hitung semua biaya pengeluaranku tadi: 181.000.

Sembari duduk, aku melihat masih banyak orang yang memanfaatkan jasa calo. Heran, sudah di tempat seperti ini masih saja banyak yang main belakang. Padahal kalau mau mengurus sendiri toh gak begitu lama. Apalagi saat pukul 10.00 namaku dipanggil untuk mengantri foto. Jepret, sidik jari dan tanda tangan lalu aku dipersilakan menunggu lagi di luar. Tidak lebih dari 5 menit di ruangan itu aku pun kembali ke ruang tunggu hingga akhirnya pada pukul 10.18 namaku dipanggil lagi: SIM sudah selesai, alhamdulillah. Setelah itu aku diarahkan untuk mengambil kartu asuransi yang tadi kita telah bayar. Proses selesai.

Aku masih setengah tidak percaya saat aku ulangi lagi memeriksa jam tangan. Subhanallah, ternyata cuma butuh waktu 1 jam lebih sedikit sejak kita datang, urus sana sini, antri, difoto dan kelar. Untuk apa jasa calo kalau begitu? Aku hitung ulang seluruh biayanya dan benar, hanya perlu seratus delapan puluh ribu saja. Berarti kalau mengurus lewat calo, tujuh puluh ribu untuk dia. Pantasan calo betah kerja seperti itu kalau satu orang korban saja paling tidak mereka bisa mengumpulkan lima puluh ribu. Dua korban berarti seratus ribu. Kalau dikali 25 hari kerja, bisa dua juta lima ratus ribu.

Setelah mengucap syukur Alhamdulillah, dengan perasaan yang puas aku meninggalkan Polres Metro Bekasi. Salut untuk Kepolisian Republik Indonesia yang telah membuat sistem perpanjangan SIM jauh dari kesan bertele-tele. Soal masih ada oknum polisi yang merangkap kerja menjadi calo, mari kita doakan supaya mereka segera mendapat hidayah dan meninggalkan pekerjaan yang tidak diridhoi Allah itu.

2 pemikiran pada “Mudahnya Mengurus SIM

  1. wah, Insya Allah tahun ini SIM ku habis.
    pengen coba yang sesuai prosedur itu, tapi katanya harus siap mental.
    karena mulai dari parkiran sampai loket para calo dan “CALO” bergentayangan mencari mangsa

    Insya Allah kang, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati kita. bila kita berniat untuk tidak memanfaatkan calo-calo itu, Allah Maha Penolong, kita akan dijauhkan dari hal yang demikian. Semoga sukses!

  2. Di mana sih persisnya lokasi mengurus sim di Bekasi ini? Maklum, saya Bekasi coret, gak pernah ke sana…
    Thank for the info…

    di polres metro bekasi, daerah bulan-bulan. saya juga 5 tahun sekali kesana, hehehe.
    thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s