Apa yang sudah Aku Perbaiki dalam Sholat?

JAKARTA – Maha Suci Allah yang telah menurunkan perintah Sholat kepada kita kaum Muslimin. Sholat adalah perwujudan persembahan kita kepada Sang Khalik, Sang Penggenggam apa-apa yang ada di langit dan di bumi, Sang Penggenggam diri ini.

Semakin merasakan nikmatnya sholat setelah Allah mempertemukanku dengan Ustadz Sambo di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta setahun yang lalu. Metode sholat Khusyu’ dan Nikmatnya benar-benar mampu mengubahku menikmati setiap gerakan dalam sholat. Apa saja yang sudah aku perbaiki dalam gerakan sholatku?

Takbiratul Ihram: Bila sebelumnya aku cukup mengangkatkan tangan sejajar telinga, setelah tahu caranya yang benar, gerakan ini membuatku selalu ingin melakukannya, baik saat takbir dan i’tidal. Caranya adalah menarik kedua tangan ke samping depan dada dengan penekanan ke arah belakang sambil menghirup nafas dalam-dalam. Kedua telapak tangan menghadap ke kiblat sambil melafalkan ‘Allahu Akbar’. Nikmat!

Bersedekap: Dulu aku meletakkan kedua tanganku di atas perut. Rasanya kok terlalu santai, tidak bisa khusyu’. Metode ustadz Sambo menganjurkan kita meletakkan kedua tangan bersedekap di dada. Tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri, agak ditekan ke dada. Kadang kalau suasana sedang hening dan khusyu, kita bisa merasakan detak jantung, subhanallah nikmat sekali.
Dulu aku sering memejamkan mata saat berdiri seperti ini. Dengan metode ini pandangan kita jatuhkan ke tempat sujud. Untuk kedua kaki, semua jari-jari kaki lurus menghadap kiblat. Mungkin awalnya agak susah berdiri seperti ini karena kaki kita cenderung ke kiri dan ke kanan bila sedang berdiri. Tapi dengan sedikit usaha dan latihan, justru posisi berdiri seperti ini membuat kita bisa merapatkan shaf dengan jamaah di kiri dan kanan kita.

Ruku’: Ustadz Sambo mengibaratkan lamanya kita ruku’ dan sujud selama kita memakan 1 biji kurma. Berapa lama? 10, 20 atau 30 detik? Tergantung anda. Yang penting saat ruku’ kedua tangan diletakkan dilutut dan lurus, tubuh membentuk sudut 90°, pandangan ke arah sujud. Coba deh latihan di depan cermin untuk memastikan punggung kita benar-benar lurus dan membentuk sudut 90° terhadap kedua kaki kita.

Menuju Sujud: Ini tidak diberikan oleh Ustadz Sambo, namun aku mendapat masukan dari kawan haji, H. Denden, bahwa Rasulullah memerintahkan kita untuk turun bersujud tidak seperti seekor unta yang mau duduk, yaitu meletakkan dengkulnya terlebih dahulu. Sebelum lutut kita menyentuh lantai, kedua tangan telah menyangga tubuh dulu, baru lutut kita turunkan hingga kita sempurna meletakkan dahi ke tempat sujud. Praktekkan deh, rasanya memang lebih nyaman.

Sujud: Ritual ini yang paling banyak aku perbaiki. Kedua tangan diletakkan sejajar telinga, mata dalam keadaan terbuka, jari-jari kaki semua menghadap kiblat. Hidung harus menyentuh sajadah/lantai, sejajar dengan dahi. Beri penekanan pada kedua kaki insya Allah akan dirasakan penekanan yang dahsyat pada dahi. Nikmat sekali, try this at home!

Duduk diantara dua sujud: Tidak banyak yang diubah pada posisi ini. Kaki kiri dilipat dibawah -maaf- pantat dengan jari-jari mengarah ke kaki kanan; kaki kanan dilipat dengan jari-jari kaki tetap menghadap kiblat. Rasakan nikmatnya tekanan pada jari-jari di kaki kanan.

Duduk Tahyatul (awal atau akhir): Jari-jari kaki kanan tetap menghadap kiblat sebagaimana saat kita sujud. Saat tasyahud (mengucapkan syahadat) sampai salam, telunjuk kananku sekarang aku gerak-gerakkan sesuai sunnah Rasul yang memperbolehkan kita menggerak-gerakkan telunjuk, “Beliau (Rasululloh SAW) menggerak-gerakkan jarinya (telunjuknya) sambil berdoa dengannya.” (HR Abu Dawud, AN-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya). Sebaiknya tidak terlalu cepat agar tidak mengganggu konsentrasi jamaah yang lain.

Tentu saja semua metode dan cara-cara sholat ini belum tentu semua orang sepaham dan nikmat melakukannya. Semua berpulang pada diri kita masing-masing bagaimana niat kita menyempurnakan ibadah sholat. Namun bagi diriku pribadi, setelah mempraktekkan apa yang didapat dari pelatihan Sholat Khusyu’ dan Nikmat Ustadz Sambo, setiap gerakan sholat haruslah menjadi suatu ritual dan persembahan kita yang terbaik bagi Allah Azza Wa Jalla.

4 pemikiran pada “Apa yang sudah Aku Perbaiki dalam Sholat?

  1. Assalamu alaikum

    mengenai gerakan turun menuju sujud.

    Ustadz Sambo mendahulukan lututnya sebelum tangan.

    Lihat lagi deh Videonya.

    Salam

    Wa’alaikum salam akhi Farhan,

    Benar, namun ustadz Sambo tidak mempermasalahkan mana yang lebih dulu menyentuh tanah saat aku tanya perihal itu. Yang paling penting adalah setiap gerakan dilakukan dengan tumaninah.

    Satu yang tetap terbawa hingga saat ini dari ajaran Ustadz Sambo adalah membuat Sholat dilakukan dengan sangat nikmat dan khusyu’. Setuju?

    Jazakallah!

  2. Alhamdulliah Jaza saya berhasil ngeprin ilmu yang mas oyi tulis

    Subhanallah walhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. Senang mendengarnya akhi, semoga bermanfaat!

  3. jangan pernah melakukan ibadah semaunya sendiri, ibadah itu rosul yg menuntunkan, jadi jika ingin ibadah dgn benar cari tuntunan sesuai anjuran rosul, cari dalilnya dari al q ur’an dan as sunnah yg shoheh.

    setuju akhi.. insyaAllah apa-apa yang dikerjakan tidak menyalahi sunnatullah dan sunnah rasulNya. ini adalah landasan utama bagi kita untuk melakukan segala hal yg berkaitan dengan akidah dan ibadah. jazakallah khair.

  4. assaalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
    alhamdulillah, semoga apa yang antum tuangkan mengenai seputar cara shalat yang sesuai dengan tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini mendapat balasan kebaikan dari Allah Tabaaraka wa Ta’ala.
    Allahumma Amin

    brakallahu fiikum

    wa’alaikumussalam akhi,
    amin ya Allahumma amin. terima kasih saudaraku, semoga dapat bermanfaat dunia akhirat, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s