Menghimpun yang Berserak

JAKARTA – Sudah dalam beberapa hari ini, seorang kawan, sahabat bahkan bisa disebut saudara lama, tiba-tiba mengirimiku email dan ‘smile‘ di friendster. Nama panggilannya Freddy. Si Freddy ini sudah aku kenal sejak kelas 1 SD (tahun 1977) di Bontang, Kalimantan Timur. Itu berarti hampir 30 tahun yang lalu, Subhanallah.

Freddy merupakan salah satu dari 2 sahabatku waktu itu. Kami bersekolah dari SD, SMP dan SMA yang sama, karena memang hanya satu-satunya di komplek PT Badak NGL Bontang. Jadi tak heran, 12 tahun berkawan di Bontang dengan segala macam hobi kami lalui bersama membuat aku dan dia benar-benar mengetahui satu sama lain, in and out. Perbedaan agama di antara kami sama sekali bukan penghalang, setidaknya, sampai terakhir aku bertemu dengannya satu setengah tahun yang lalu di Yogya.

Class of 86 Soccer TeamDulu kami sering sekali bermain sepak bola bersama. Aku dan dia selalu ingin menjadi striker. Tidak ada yang mau menjadi pemain belakang. Pada foto di sebelah kiri ini (aku di deret belakang paling kiri, Freddy jongkok nomor tiga dari kiri), diambil pada tahun 1986 saat kami kelas 1 SMA hendak bertanding melawan kakak kelas 2 SMA.

Kami juga sering berpasangan dalam bermain tenis, melawan pasangan teman yang lain. Jaman segitu, sudah pakai taruhan, namanya saja untuk menambah semangat. Uang Rp 5.000,- atau besok traktir makanan di kantin sekolah, biasanya yang menjadi taruhannya. Kids, please don’t try this at home, hahaha..

Yang paling kami ingat, kami berdua pernah dua kali dikirim ke Kejurnas Judo Yunior dan Kejurda Kalimantan Timur. Yang pertama di Bandar Lampung tahun 1985 dan yang kedua di Pelatnas Ciloto, 1988. Kejurda di Samarinda, kalau tak salah ingat tahun 1987. Aku dan Freddy biasanya ada di kelas yang sama, 45kg. Namun apabila ada kejuaraan, biasanya si Freddy ‘naik kelas’ ke kelas >45kg. (Quote:Ya ampun, sekarang beratku 85kg, berapa beratmu Fred?)

Lulus SMA di Bontang, kami pun berpisah. Aku melanjutkan di Undip Semarang sedangkan Freddy dan sebagian besar kawan-kawan yang lain memilih ke UGM Yogyakarta. Saat kuliah pun, beberapa kali kusempatkan bermain ke Yogya, sekedar untuk bernostalgia. Sampai akhirnya waktu juga yang membatasi itu semua, masing-masing pun menikah dan komunikasi yang dulu sering terjalin menjadi terputus.

Hingga..

Kemarin Freddy mengirimiku email dan itu berarti sang sahabat sudah mulai merambah dunia internet! A-ha, betapa senangnya aku, seperti menemukan kembali bagian yang hilang. Apalagi, si Freddy begitu semangat mendorongku untuk menciptakan komunitas anak-anak angkatan ’89 di dunia internet. Akhirnya, dengan bermodalkan ‘database’ angkatan SMA kami, aku mulai mengirimi email ke kawan-kawan Bontang yang lain. Meskipun sampai saat aku menulis blog ini baru beberapa gelintir yang mereply email itu, Freddy tetap menyemangatiku agar impian untuk dapat membuat mailing list segera terwujud.

‘Duh senangnya, apabila suatu waktu kami dapat bertemu dengan membawa anak-anaknya masing-masing. Pasti bakalan heboh bila membayangkan kalau si A anaknya sudah sekian, si B ternyata gendut sekali dan si C ternyata tetangga kompleks, hahaha. Memang, menghimpun yang berserak akan sulit, apalagi banyak yang menetap di luar negeri. Tapi setidaknya semangat si Freddy membuatku optimis untuk mengumpulkan kami kembali, setidaknya lewat depan monitor saja dulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s