Ternyata Kita Bisa

JATIBENING – Alhamdulillah, telah selesai ibadah Ramadhan kita. Walaupun pada posting sebelumnya aku mengeluhkan kualitas ibadah yang menurun namun ada beberapa pelajaran yang aku dapat dari pengajian Ustadz Syachruddin tadi malam [29/10], yang intinya adalah kita ternyata mampu melakukan banyak ibadah selama bulan Ramadhan.

Berikut petikannya.

Ternyata Kita Bisa Mudah Berpuasa
Awal Ramadhan mungkin berat. Sepuluh hari kedua, pasti sudah terasa ringan. Apalagi sepuluh hari ketiga, sudah semakin ‘jagoan’ saja kita, kalau perlu tak sahur pun kita bisa tetap mudah berpuasa.

Ramadhan telah melatih kita untuk menahan segala lapar dahaga dan nafsu kita. Pada bulan Syawal ini ada ibadah sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu berpuasa selama 6 hari. Tidak ada ketentuan apakah 6 hari ini harus berurutan atau tidak, tapi sesuai sabda Rasul, ‘Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.’

Subhanallah, betapa banyak nikmat yang bisa kita dapatkan. Bila telah bisa melakukan 30 hari, akankah yang 6 hari ini terasa berat? Bila tidak, insya Allah kita sudah bisa mengamalkan puasa sunnah seperti yang sering dilakukan Rasulullah SAW. Mari lanjutkan dengan berpuasa senin-kamis, hanya 2 kali dalam seminggu ini kok. Bisa kan?

Ternyata Kita Bisa Bangun Tengah Malam
Selama bulan suci, kita semua terbiasa bangun untuk sahur. Waktunya pun biasanya pada sepertiga malam terakhir, yaitu pada waktu yang sangat disarankan untuk melakukan ibadah qiyammul lail. Mengapa setelah Ramadhan selesai tidak kita teruskan bangun tidur kita di sepertiga malam terakhir untuk melakukan sholat tahajud dan bermunajat kepadaNya?

Ternyata Kita Bisa Melakukan Sholat di Awal Waktu
Rasullullah SAW bersabda ‘Sholat yang paling utama adalah sholat di awal waktu’. Untuk melatih sholat di awal waktu, tidak ada cara lain selain melatihnya berjamaah di masjid/musholla. Selama Ramadhan kemarin, masjid dan musholla penuh dengan jamaahnya yang melakukan sholat berjamaah, khususnya sholat maghrib, isya dan subuh. Bukankan kemarin kita telah berlatih selama sebulan penuh, akankah kita hentikan setelah Ramadhan usai?

Ternyata Kita Bisa Mudah Bersedekah
Ingat kan kalau kita hendak pergi sholat tarawih? Apa yang kita biasa cari sebelum meninggalkan rumah? Biasanya kita mencari uang receh atau ribuan untuk diinfaq-kan pada kotak amal. Ramadhan telah melatih kita untuk itu selama sebulan, maka jangan berhenti untuk bersedekah setelahnya.

Ternyata Kita Bisa Mencintai Masjid
Begitu penuh sesak shaf-shaf di musholla/masjid saat Ramadhan. Pada sepuluh hari terakhir, banyak juga yang berniat untuk i’tikaf. Banyak tetangga yang jarang kita temui bersujud di dalam rumah Allah, pada Ramadhan kemarin duduknya bersebelahan dengan kita, alhamdulillah. Sayangnya, setelah Ramadhan selesai, masjid dan musholla kembali sepi. Mengapa kita tidak mencintai masjid lagi setelah Ramadhan pergi? Akankah kita tunggu Ramadhan yang akan datang? Siapa bisa menjamin usia kita dapat menemuinya lagi?

Mungkin masih banyak ‘KITA BISA-KITA BISA’ lainnya, tapi paling tidak janganlah ibadah-ibadah yang kita telah latih selama sebulan penuh pergi begitu saja. Sesuai arti dari bulan Syawal, yang berarti peningkatan, sudah seharusnya bulan ini menjadi awal peningkatan ibadah kita sebagai perwujudan persembahan kita kepada Allah ‘Azza Wajalla.

Wallahua’lam Bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s