Ramadhanku Tak Sempurna

PURWOKERTO – Hari ini genap 30 hari kami melakukan shaum Ramadhan. Hari terakhir di bulan yang penuh ampunan dan nikmatNya. Dibandingkan Ramadhan tahun lalu, terasa sekali penurunan kualitas yang mengiringi ibadah shaumku.

Padahal di Musholla Baiturrahim, musholla terdekat di rumahku, aku ditunjuk sebagai Ketua Panitia Ramadhan yang mengurusi jadwal penceramah dan imam sholat Tarawih. Kepanitiaan ini juga mengurusi penerimaan Zakat Fitrah dan pembagiannya sebelum Hari Raya tiba. Namun semua amanah itu tidak bisa aku lakukan secara sempurna karena pada pertengahan Ramadhan kantor menugasiku ke Banda Aceh selama 2 minggu dan beberapa hari sebelum Idul Fitri kami pun telah mudik ke Purwokerto. Masya Allah, betapa aku tidak bertanggungjawab atas amanah itu. Untunglah, para remaja Forum Studi Musholla Baiturrahim yang diketuai saudara Ari Hermawan dan Ari Sandy, bersedia mengambil alih tanggung jawab itu.

Memang Allah SWT masih sayang padaku. Aku diberi kenikmatan berpuasa di Banda Aceh, dimana suasana dan tertib ibadahnya sungguh berbeda, sehingga memberikan nilai tersendiri pada Ramadhan kali ini. Tapi aku sadar betapa banyak ibadah yang tahun lalu aku lakukan namun di tahun ini aku tinggalkan. Padahal aku pun sadar bahwa nilai ibadah sunnah di bulan suci ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, apalagi ibadah wajib.

Tadarus. Pada awal Ramadhan ini aku mencoba kembali membaca Al Qur’an, namun seketika itu pula tadarus terhenti. Bahkan satu surahpun tak bisa kuselesaikan, mandeg di tengah jalan, astaghfirullah.

I’tikaf. Tahun ini tidak sekalipun aku sengaja berniat untuk berdiam diri di masjid/musholla. Aku hanya mencari artikel tentang I’tikaf, membacanya dan memposting di blog ini. Ajakan tetangga rumah pada malam ke-27 kemarin pun hanya jadi angin lalu..

Infaq/Sedekah.Tempat favoritku untuk bersedekah biasanya di gerbang-gerbang tol dimana aku lihat petugas kebersihan yang susah payah membersihkan tiket-tiket tol yang dibuang. Namun tahun ini, nampaknya masih bisa aku hitung pakai jari kesempatan itu..

Yaa Rabb, ampuni aku. Berikan kami kesempatan untuk berjumpa kembali dengan RamadhanMu tahun depan. Akan aku siapkan Niatku, Ruh-ku dan Jasmani-ku untuk lebih memanfaatkan waktu di bulan suciMu, untuk meraih maghfirah dan limpahan berkah serta Lailatul Qodar yang Engkau janjikan. Sesungguhnya, Engkau tidak pernah mengubah janji, amin.

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, Shiyamanaa wa shiyamakum.
Mohon Maaf Lahir Bathin, Selamat Idul Fitri 1427H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s