13 September, 17 Tahun yang Lalu..

JAKARTA – Hari ini 17 tahun yang lalu di Jalan Menteri Soepeno Semarang, tepatnya tanggal 13 September 1989, aku memboncengkan seorang teman perempuan dengan motor Yamahanya dari kampus di FE Undip ke kos-kos-annya di Mugas. Biasalah, namanya lagi pendekatan ya apa pun dilakukan tak iye ? Begitu pula hari itu, hari Rabu, pagi-pagi kelas kami ada jadwal olahraga.

Perjalanan dari kampus ke kosnya cukup 10 menit. Setelah selesai dia berganti baju, kami pun hendak kembali lagi ke kampus untuk melanjutkan kuliah. Malangnya, saat melaju di jalan Menteri Soepeno ada pemulung yang menyeberang jalan. Karena posisi motor sudah ada ditengah [marka] jalan, pemulung pun bingung, mau maju atau mundur. Dia bingung akupun bingung juga, akhirnya keheningan pagi pun pecah oleh teriakan temanku itu..


Sadar aku baru saja menabrak orang, aku bangkit menghampiri temanku. Dia tidak bisa langsung berdiri, kakinya keseleo. Aku lihat motornya, hmm, sudah bengkok tak karuan ban depannya. Lalu aku hampiri pemulung itu, ya Allah, dia sudah tua ternyata. Mukanya meringis kesakitan sambil memegangi pundaknya. Tak lama kemudian datang mobil polisi, dan kami semua diangkut ke RS Kariyadi yang tak jauh dari lokasi kecelakaan.

Setelah melalui proses perawatan medis, kaki teman perempuanku pun diperban, si bapak tua itu patah pundaknya dan harus digibs, dan aku sendiri tidak apa-apa.

Di kantor polisi, SIM C-ku ditahan, dan aku dikenai wajib lapor selama seminggu. Aku pun berkewajiban untuk mengantarkan bapak pemulung itu pulang ke tempat asalnya. Seingatku, aku beri dia Rp 5.000 dan bapak itu pun turun di tempat aku menabraknya, di Taman Menteri Soepeno. Hingga kini, kalau tiap tahun mengenang kecelakaan itu, masih ada rasa penyesalan mengapa aku hanya memberinya lima ribu rupiah. Semoga Allah mengampuniku.

Ah, andai saja saat itu aku sudah mengerti bacaan doa sebelum bepergian, ‘Bismillahi majreha wamursaha inna rabbi laghafurur rahim – (Dengan menyebut nama Allah, kami berkendaraan. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang)’ seperti yang diajarkan anakku, mungkin kecelakaan itu bisa terhidarkan. Namun hikmahnya, gadis yang bersamaku saat kecelakaan itu sekarang sudah menjadi ibu dari anak-anakku, alhamdulillah..

2 pemikiran pada “13 September, 17 Tahun yang Lalu..

  1. 13 September , 16 tahun yg lalu……
    Aku kehilangan sepeda motor GL 125 kesayanganku (setelah hampir 6 tahun bersamanya…) di rumah seorang temanku.
    Namun hikmahnya, sekarang dia juga menjadi ibu dari anak-anakku….
    Ini yg namanya : ” musibah membawa berkah ”

    Ya gak Bi…?

    hahahaha.. betul, betul.. subhanallah kang! memang kadang musibah juga
    membawa berkah ya..
    kemarin belum sempat ketemu di h agus ya.. maafin lahir bathin, juga sms
    yang belum terbalas, maaf sekali..

    thx for drop a comment!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s