Ganti Nomor = Fugitive?

BANDA ACEH – Hari Kamis minggu lalu aku mengirimkan kurang lebih 100 sms yang berisikan pengumuman bahwa nomor handphone Matrix yang aku pakai 3 tahun sudah tidak valid. Aku ganti pakai xplor sekarang. Why? Sebabnya tetap lah sama saat aku pindah dari Mentari ke Matrix: Unlimited Internet.

Sejak memakai handphone yang memiliki fitur GPRS, aku begitu menikmati mobile internet. Kemana-mana kalau bisa harus terhubung dengan internet, entah itu sekedar browsing atau mendownload email. Itulah mengapa saat aku jenuh menanti Mentari memberikan sambungan internet via GPRS, ada tawaran menarik dari Matrix: unlimited internet for free! Whoa, apa-apaan ini, hari gini ada yang kasih free? Tanpa pikir panjang, tawaran Matrix aku ambil. Nomor Mentari pun perlahan-lahan lenyap karena Utami sering protes kalau aku bawa 3 handphone. ‘Kaya orang penting saja’ katanya. Ember, selain Mentari dan Matrix, aku juga bawa handphone CDMA Flexi, makanya setiap nambah kartu berarti kudu nambah handphone. Wuah, ndak lah yaw. Jadi, satu mesti dikorbankan. Bye-bye Mentari..

Uji coba GPRS Matrix hanya sempat dipakai setahun lebih beberapa bulan. Awal tahun 2005, Matrix mulai memberlakukan paket-paket terbatas untuk mengakses internet. Wah, mulai terganggu nih. Untunglah, saat Matrix sudah tidak menjanjikan lagi, ada paket unlimited internet dari xplor. Alhasil, kutinggalkanlah si Matrix, berpaling ke Xplor.

Teman-teman yang menerima sms perubahan nomor handphone, memberikan banyak tanggapan. Yang terbanyak adalah komentar-komentar yang sedikit bernada su’udzon, haha. Ada yang mengira aku meninggalkan hutang di Bank A, ada lagi yang mengejek aku lari dari kejaran debt collector dan yang paling parah aku diejek sebagai fugitive, seorang buronan polisi, bujubuneng..🙂

Komentar mereka tidaklah salah. Hanya orang-orang yang bermasalah saja yang kerap gonta-ganti nomor handphone. Istriku, baru sekali ganti nomor, itu pun karena hapenya raib digondol orang di Sogo 6 tahun yang lalu. Adikku si Iben, dari pertama punya hape sampai sekarang ya cuma itu saja nomor handphonenya. Lha kalau teroris atau orang yang bermasalah dengan hutang piutang? Hehehe, bener juga..

Aku menyadari, bahwa dengan mengganti nomor handphone mempunyai resiko yang cukup besar: kehilangan kontak. Oke lah, kalau untuk kawan-kawan yang sehari-hari sering berhubungan sih no problem, tapi kalau dengan kawan yang sudah lama tak jumpa? Well, i take that risk .. demi kepuasan berinternet ria dimana pun – kapan pun, seperti saat ini di Banda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s