Oleh-oleh Makanan dari Aceh

BANDA ACEH – Ada sedikit oleh-oleh cerita dari Aceh. Semuanya soal makanan. Maklum, salah satu tempat yang ramai dikunjungi orang di ibukota propinsi paling utara Indonesia ini adalah kedai-kedai makanan. Waktu dijamu makan di salah satu restoran sea food di jalan Panglima Polem [yak betul, pakai huruf ‘e’], seorang rekanan kantor bercerita. Begini ceritanya.

Pada suatu hari, ada si Fulan yang masuk ke restoran dan melihat daftar menu. Ia hanya mempunyai uang Rp 10.000 dan setelah membaca menu ia memesan nasi goreng seharga Rp 8.000. Untuk minuman, ia memilih Teh Panas yang seharga Rp 2.000. Pas dengan uang yang dibawa, ia pun dengan yakin memesan pesanannya.

Sesaat kemudian, pelayan dibuat bingung karena melihat si Fulan melahap Nasi Goreng sambil meminum teh yang masih panas itu. Setelah selesai makan dan saat Fulan hendak membayar, kasir pun bertanya mengapa ia buru-buru meminum teh yang masih panas itu. Dijawab si Fulan ‘aku cuma bawa uang sepuluh ribu, hanya bisa untuk membayar nasi goreng dan teh panas. Aku tak mau berhutang karena tadi aku lihat harga teh dingin Rp 2.500’. Alamak.

Memang, di Aceh sini, lebih jamak istilah teh dingin dibandingkan es teh. Dan yang membuat aku sedikit surprise, ternyata makanan Aceh tidak lah pedas seperti yang aku bayangkan. Orang Aceh lebih suka manis dan makanan pun lebih terasa seperti di Jawa dibandingkan di Sumatera.

Signboard Restoran Ayam TangkapCerita kedua, soal Ayam Tangkap. Beberapa hari yang lalu, ada perpisahan pejabat GTZ di Aceh dan kami semua diundang makan siang di Lueng Bata. Tempat yang dipilih adalah Rumah Makan Khas Aceh, Ayam Tangkap. Aku sendiri tidak tahu, mengapa disebut Ayam Tangkap. Malah beberapa rekan memberi tahu ada istilah lain untuk makanan ini: Ayam Sampah. Haha, ternyata ayam disajikan dalam sebuah piring, dipotong kecil-kecil dan diberi daun-daunan kering diatasnya dan dilumuri kecap. Lengkap sudah, kalau dari atas, potongan daging ayam tidak terlalu nampak karena tertutup daun-daun kering itu, dan untuk memakannya, anda harus ‘menangkap’ ayam di onggokan ‘sampah’ daun di atas piring itu. Mungkin itu lah mengapa disebut Ayam Tangkap atau Ayam Sampah. Aha!

2 pemikiran pada “Oleh-oleh Makanan dari Aceh

  1. Mie aceh dunks….
    Kare n gulai kambing ….
    minumnya juice timun biar ga panas dalem…
    M@Nt@BBBB!!!!!

    setujuuuuuuuu!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s