Sujud Syukur
19 Juni 2009 9:01

Keterangan foto: Diambil dari situs detikinet, mungkin copyright dari AFP
JAKARTA – Pagi ini saat membaca berita tim kesebelasan Mesir menundukkan Italia di detiksport, terlihat ada foto yang menarik yaitu para pemain Mesir melakukan sujud syukur setelah timnya mengalahkan Italia di Piala Konfederasi di Afrika Selatan.
Agama kita memang luar biasa. Salah satu mekanise perwujudan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla dapat kita lakukan secara spontan dimana saja, yaitu dengan melakukan sujud syukur. Sering kita temui foto-foto jamaah haji yang melakukan sujud syukur setelah mendarat kembali di tanah air, atau spontanitas mbak Prita Mulyasari saat dibebaskannya dari tahanan wanita LP Tangerang, menunjukkan betapa sujud syukur ini adalah suatu ungkapan terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas karunia terbesar yang dirasakannya pada saat itu.
Lakukan saja, langsung dan dimana saja saat kita menerima anugerahNya. Tak perlu bersuci, tak perlu merasa hina, tundukkan hati dan rendahkan diri ini, bersujud dan bersyukurlah dalam sujudmu, sebanyak-banyaknya. Puji dan sebut namaNya berulang kali niscaya hatimu akan tergetar dan merasakan betapa Allah itu sangatlah dekat. Bila meleleh air matamu, rasakanlah itu sebagai bagian dari nikmat Allah itu sendiri.
Surah Al-Baqarah (QS2:152): Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Surah Ibrahim (QS14:7): Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Terima Kasih Istriku
24 Juni 2008 10:32
JAKARTA – Hari-hari kerja biasa kita berdua berangkat bersama, kali ini aku hanya mengantarkanmu ke terminal mobil omprengan di depan komplek perumahan kita. Kau cium tanganku sebagai tanda takzim-mu kepadaku, semoga menjadi tanda keikhlasan untuk pergi sendirian ke medan jihad pagi itu. Kerelaanmu untuk berdesak-desakan, kepanasan dan berkeringat serta hilangnya waktu untuk membicarakan topik yang sedang hangat diperbincangkan di radio kesayangan kita, semoga itu juga tidak mengurangi niatmu.
Bukannya aku sedang ingin sendiri istriku. Bukan pula gara-gara kenikmatan yang baru kutemukan ini membuatku lupa padamu. Namun ijinkan aku tak mengantarmu dua-tiga hari dalam satu pekan saja, agar keinginanmu memiliki suami yang bugar, sehat dan tidak kegendutan dapat aku hadirkan. Keridhaanmu sangatlah aku harapkan karena aku tak berani membayangkan azab Allah yang akan menimpaku bila kau tak ridha atas apa yang aku lakukan sekarang.
Sungguh, aku tidak lagi selingkuh. Aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku bisa menjadi suami yang engkau harapkan, suami yang tidak ‘memberatkanmu’. Kamu tetap percaya padaku kan?
Terima kasih istriku, demi Zat yang diriku ada di tanganNya, kau tetap tak terbandingkan. Aku jauh lebih mencintaimu daripada sepeda baruku ini…
Olahraga yang Menyenangkan
20 Juni 2008 11:17
JATIBENING – Jumat ini merupakan hari yang menyenangkan. Ya, ini hari pertama mengayuh sepeda sampai ke kantor di Kayu Putih Jakarta. Jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh ternyata, hanya 17 km dengan waktu tempuh 1 jam 11 menit. Maklum, pemula, jadi nggowes sekedarnya yang penting sampai, hehehe..
Awal dari kegiatan bersepeda ini dimulai sebulan yang lalu, saat aku sudah hampir jenuh berolahraga jalan kaki ba’da subuh. Walaupun berjalan kaki akan membakar kalori lebih banyak dibanding bersepeda untuk waktu tempuh yang sama, namun bersepeda memberikan suatu pengalaman baru dengan nikmat yang luar biasa.
Amri, seorang kawan milis yang sukses meracuniku untuk memasuki olahraga ini mengucapkan ‘selamat datang di olah raga yang menyenangkan‘. Tak salah memang, dengan bersepeda yang mana jarak tempuh kita bisa lebih jauh dibanding berjalan kaki, otomatis memberikan ruang ekspedisi yang lebih menarik dan penuh pengalaman baru.
Jalan Pagi di Monas
23 Juli 2007 15:40
JAKARTA – Sabtu kemarin agak berbeda. Pagi itu kami sekeluarga mengunjungi Monumen Nasional untuk menghirup udara pagi Jakarta. Taman Monas yang dulu pernah diprotes karena dibangun pagar yang memagari kawasan itu, juga protes menyoal didatangkannya rusa dari Kebon Raya Bogor, nyatanya menjelma menjadi sebuah area publik di Jakarta yang sangat menyenangkan. Baik itu untuk orang yang berniat rekreasi, berolah raga atau hanya sekedar mampir. Coba lihat gambar di samping ini, ada yang mengira kalau lokasi taman itu ada diantara rimba beton ibukota?
Jujur saja, walaupun sudah 10 tahun tinggal di Ibukota Jakarta, baru kali ini kami mengajak anak-anak berolah raga pagi di silang Monas, suatu lokasi yang tiap hari kami lalui. Dulu pernah sih mengajak Ingga dan Najah bersepeda, namun hanya di jalan MH Thamrin, tidak sampai memarkirkan mobil di IRTI (ada yang tahu apa arti IRTI ini?) lalu menyengaja mencari keringat di taman Monas ini.
GPS2GE
12 Mei 2007 15:15
JATIBENING – Masih seputar GPS, tapi kali ini disandingkan dengan perangkat lunak yang ada di Personal Computer (PC). Baru-baru ini aku mendownload sebuah aplikasi (yang sayangnya tidak gratis – 7 days free trial). Namanya GPS2GE, atau GPS to Google Earth, yang diinstal pada Windows Mobile 5. Software ini berfungsi menggambar track atau rekaman perjalanan kita yang nantinya diekspor ke format yang dikenal Google Earth yaitu KML.
Sudah dua hari ini saat jogging (berjalan kaki), aku memanfaatkan GPS2GE untuk memetakan perjalanan di pagi hari itu. Interval dapat diatur namun sebaiknya diset ke 1 detik sekali untuk menambah keakuratan dalam penentuan lokasi. Dapat dilihat di gambar diatas (please click it to enlarge) ada dua warna garis yang masing-masing memetakan perjalanan dalam dua hari kemarin. Pada garis yang berwarna kuning terlihat rute yang ditempuh jauh lebih pendek dari yang garis berwarna merah. Ini dikarenakan pada waktu setengah perjalanan turun hujan gerimis yang membuatku harus memperpendek rute yang sedang dituju.
Saat dalam perjalanan pun kita bisa membubuhi placemark (penanda posisi). Icon-nya pun persis seperti icon di Google Earth (GE), jadi sangat memudahkan kita yang sudah familiar dengan GE.
Sesampainya di rumah, sebelum mematikan GPS2GE kita harus mengekspor track yang telah disimpan dalam memori PDA. Terdapat tombol ekspor ke KML dan jejak perjalanan kita pun tersimpan. Setelah terhubung ke PC, file KML tadi dipindahkan dan dengan men-drag file KML tadi ke Google Earth, jejak perjalanan pun terpampang di layar. Cool!
Namun seperti yang sudah disebut diatas, GPS2GE tidaklah gratis. Kita harus meregistrasi software ini agar dapat terus menggunakannya. Tertarik? Silakan unduh di Website GPS2Ge.
Jalan Pagi
26 April 2007 20:25
JATIBENING – Sejak hari Ahad minggu lalu, saya punya kegiatan baru dan insya Allah hendak rutin melakukannya. Bukan kegiatan yang benar-benar baru karena menjelang keberangkatan ke Tanah Suci akhir tahun 2005 yang lalu kami pun telah melakukannya di akhir pekan, yaitu olah raga berjalan kaki.
Namun kali ini ada semangat berbeda yang mendorongku melakukan olah raga pagi itu. Pertama karena niat untuk memiliki tubuh yang lebih bugar dan sehat. Ini tentu tak lepas dari hasil medical check up yang kurang baik bulan lalu. Kedua, sejak saya getol memanfaatkan GPS untuk beraktifitas, saya sekarang memiliki alat untuk mengukur berapa jauh perjalanan pagi itu dan berapa kecepatan jalan kakinya. Ini yang membuat jalan kaki menjadi lebih semangat.
3rd AKRUD Games 2006
19 Agustus 2006 8:26
CIMANGGIS – Event tahunan Keluarga Besar Mintardjo kembali diadakan dalam menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan negara kita. Tahun 2006 ini merupakan tahun ketiga AKRUD Games diadakan di Stadion Hijau, di Kemang Cimanggis.
Peserta tahun ini terdiri dari 9 tim, yaitu [sort ini alphabetical order] Tim 26 dari Semarang, Tim Ambon Manise dari Grand Wisata, Tim Hijau selaku tuan rumah dari Cimanggis, Tim Imajingga dari Jatibening, Tim Pendekar Banten dari Serpong, Tim Petualang dari Legenda Wisata, Tim Saur Sepuh dari Bandung, Tim Spring dari Cimanggis dan Tim Tol dari Semarang-Jakarta. Tidak dapat berpartisipasi pada tahun ini adalah Tim New New dari Cibubur dan Tim dari Bali. Peraturan masih seperti tahun yang lalu,
dimana Juara 1 mendapat poin 5, Juara 2 mendapat poin 3 dan Juara 3 poinnya 1.
Pesepakbola Muslim
3 Agustus 2006 15:50
JATIBENING – Mumpung masih musimnya bola, dari kemarin penasaran aja, ada berapa ya pesepakbola Muslim dan bermain di Piala Dunia 2006? Tentu saja, daftar dibawah ini tidak memuat pemain dari Saudi Arabia, Iran dan Tunisia, yang mayoritas beragama Islam.
Kita mengandalkan Paman Google dan ini beberapa yang didapat. Agak mengejutkan juga karena ada beberapa pemain yang benar-benar top of their class di klub atau di negaranya. Tapi ada juga beberapa yang bukan pemain, tapi pelatih dan mantan pelatih. Ya udah deh, here’s a few of them:














