Puasa dan Keimanan
28 Agustus 2009 14:42
JAKARTA – Syukur alhamdulillah kita sudah berpuasa 7 hari di bulan suci 1430H ini. Puasa atau shaum itu satu-satunya ibadah dalam Rukun Islam yang bukan merupakan ibadah ‘demonstratif’. Ibadah lainnya, seperti syahadat, sholat, membayar zakat dan pergi berhaji, orang lain bisa tahu bahwa kita sedang melakukannya.
Seorang mualaf harus bersyahadat dan bersaksi di depan orang lain sebagai pertanda masuk keislamannya. Sholat bahkan diwajibkan berjamaah di musholla/masjid bagi kaum laki-laki. Zakat pun demikian, kadang namanya sampai diumumkan di media. Apalagi ibadah haji, yang pergi sepasang suami istri, yang mengantar bisa sekampung. Tapi berpuasa? Boleh kita sahur dan berbuka bersama keluarga, tapi siapa yg tahu bahwa kita saat ini sedang berpuasa? Hanya diri kita dan Allah SWT lah yang tahu.
Lalu ada yang menggelitik di hati, apakah kita yang berniat puasa dan sahur tadi pagi, berani membatalkan puasa dengan sengaja siang ini? Karena lapar dan dahaga, sepulang Jumatan bisa saja kita mampir ke warung untuk membeli sebotol minuman. Toh tak ada yang protes, tak ada tang melarang dan tak ada yang tahu. Mungkin hanya kita, penjual minuman itu dan tentu, Allah SWT. Tapi mengapa kita tidak berani melakukannya?
Kita yang tidak berani melakukannya, insyaAllah karena kita memiliki iman di dada. Bersyukurlah kita karena masih mempunyai iman. Hanya yang beriman lah yang dipanggil Allah SWT untuk melakukan shaum Ramadhan, sebagaimana ayat ke 183 di surah Al-Baqarah yang terkenal itu. Hanya dengan iman itu lah kita bisa juga bersyahadat, melangkahkan kaki ke masjid untuk sholat berjamaah, membayar zakat dan pergi berhaji (bila mampu).
Sayangnya, kadang kita hanya ‘beriman’ di bulan Ramadhan saja. Setelah ramadhan pergi, seolah-olah tingkatan iman kita baru sampai di rukun islam yg pertama. Rukun Islam sisanya, seolah berlalu bersama munculnya sang Syawal. Lebih sedih lagi kalau tak ada bekasnya sama sekali, bagai Ramadhan yang datang tapi tak mau memberikan oleh-oleh rahmatNya, naudzubillah.
Tulisan ini sebenarnya untuk memotivasi diri sendiri, namun tak ada salahnya bila dapat mengajak pembaca untuk mempertebal kualitas iman dan ibadah agar Allah menggolongkan kita sebagai generasi Qur’ani, bukan hanya generasi Ramadhani. Mumpung baru sepekan kita berpuasa, ayo tingkatkan ibadah dengan mengazzamkan niat di hati agar kualitas ibadah kita akan terus seperti saat ramadhan menemani hari sehingga predikat taqwa yang dijanjikan Allah untuk hambaNya bisa kita raih, amin.
Gambar diambil dari situs B.S.B, Dubai. Diolah.
Menyiapkan Target di Bulan Ramadhan
20 Agustus 2009 11:54
JAKARTA – Tinggal sedikit lagi masuk bulan suci Ramadhan 1430H. Sudah tiga Ramadhan ini rumah kami selalu dihiasi atribut menyambut datangnya sang bulan suci. Ini kami lakukan agar anak-anak tergugah semangat dan motivasinya untuk fastabiqul khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan. Tema tahun ini adalah ‘Ramadhanku Bercahaya Bersama Abi & Ummi‘. Desain itu kami cetak dalam ukuran 1m x 1.5m dan digantung di dekat musholla rumah, yang diharapkan berfungsi untuk mengingatkan anak-anak bahwa saat ini adalah saat yang sangat berharga untuk beribadah sebanyak-banyaknya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sekeluarga sudah mempunyai target ibadah masing-masing. Si Ummi kemarin menyerukan kepada Ingga dan Najah, akan memberi Rp 50.000,- untuk satu juz Al-Qur’an yang diselesaikan. Mata Ingga pun berbinar-binar, mungkin ia membayangkan akan memperoleh uang seperti di permainan PetSos-nya [yang menjengkelkanku itu] lalu bisa beli ini itu. Ia pun bertanya, ‘Bila khatam Qur’an, bisa dapat satu setengah juta dong ‘mi, nanti uang ummi habis.‘ Si Ummi pun menjawab, ‘Tak apa-apa. Yang penting anak ummi bisa khatam Qur’an.‘
Sah-sah saja kan, menggugah semangat anak-anak lewat iming-iming sesuatu, baik berupa barang ataupun uang? Karena terkadang anak-anak drop semangatnya di tengah jalan. Bosen lah, capek lah, dan banyak lagi alasan lainnya. Biasanya dengan memberikan suntikan semangat demikian, mereka pun sadar, mereka mempunyai target yang harus dipenuhi.
Bagaimana dengan orang tuanya? InsyaAllah, kita pun tidak mau kalah dengan anak-anak . Bila saat umrah 9 hari saja bisa khatam 1 kali, seharusnya 30 hari bisa lebih dong ya, hehehe. Tapi aku sadar diri, ghirah di sini tidaklah sekuat di Tanah Suci, apalagi waktunya yang susah bila harus lama bertadarus setiap selesai sholat fardhu. Target khatam 1 kali masih realistis namun harus ditambah dengan target menghafalkan semua surah di juz ke 30, insyaAllah.
Nah, bagaimana dengan anda, sudahkan mempunyai target ibadah di bulan suci kali ini?
Bagi pengguna aplikasi CorelDraw [versi 11 atau yg lebih besar] yang mau mengunduh file gambar diatas, silakan download disini (70 Kb).
Jenggot
14 Agustus 2009 11:25
JAKARTA – Jenggot, atau janggut dalam Bahasa Indonesia, menurut wikipedia adalah ‘rambut yang tumbuh pada daerah dagu, pipi, dan leher pria.’ Dalam agama Islam, memelihara jenggot ini ada yang mengatakan sunnah, ada pula yang wajib. Tulisan ini tidak mengupas sisi hukum memelihara jenggot dari kaidah agama, namun lebih pada pengalaman penulis dalam memelihara jenggot ini.
Kapan pertama kalinya aku membiarkan jenggot -yang sebenarnya tidak lebat-lebat amat ini- tumbuh di dagu, persisnya aku sudah lupa. Bila melihat arsip foto-foto digital tahun 2002, daguku masih licin, hasil penebangan pisau cukur dan foam/busa cukurnya. Bicara foam itu, seingatku aku jadi korban iklan. Melihat sang model nyaman memainkan pisau cukurnya diatas busanya yang berlimpah, aku jadi tertarik untuk membelinya. Padahal, belakangan aku rasakan pakai sabun cair saja juga sama nikmatnya..
Sujud Syukur
19 Juni 2009 9:01

Keterangan foto: Diambil dari situs detikinet, mungkin copyright dari AFP
JAKARTA – Pagi ini saat membaca berita tim kesebelasan Mesir menundukkan Italia di detiksport, terlihat ada foto yang menarik yaitu para pemain Mesir melakukan sujud syukur setelah timnya mengalahkan Italia di Piala Konfederasi di Afrika Selatan.
Agama kita memang luar biasa. Salah satu mekanise perwujudan rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla dapat kita lakukan secara spontan dimana saja, yaitu dengan melakukan sujud syukur. Sering kita temui foto-foto jamaah haji yang melakukan sujud syukur setelah mendarat kembali di tanah air, atau spontanitas mbak Prita Mulyasari saat dibebaskannya dari tahanan wanita LP Tangerang, menunjukkan betapa sujud syukur ini adalah suatu ungkapan terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas karunia terbesar yang dirasakannya pada saat itu.
Lakukan saja, langsung dan dimana saja saat kita menerima anugerahNya. Tak perlu bersuci, tak perlu merasa hina, tundukkan hati dan rendahkan diri ini, bersujud dan bersyukurlah dalam sujudmu, sebanyak-banyaknya. Puji dan sebut namaNya berulang kali niscaya hatimu akan tergetar dan merasakan betapa Allah itu sangatlah dekat. Bila meleleh air matamu, rasakanlah itu sebagai bagian dari nikmat Allah itu sendiri.
Surah Al-Baqarah (QS2:152): Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Surah Ibrahim (QS14:7): Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Sujud Tilawah
1 Mei 2009 16:23
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Jika Bani Adam membaca ayat sajdah maka setan menyingkir dan menangis lalu berkata : ‘Wahai celaka aku, Bani Adam diperintahkan untuk sujud, maka dia sujud, dan baginya Surga, sedangkan aku diperintahkan untuk sujud, tetapi aku mengabaikannya, maka neraka bagiku.’ “ (Dikeluarkan oleh Muslim, lihat Fiqhul Islam halaman 23 karya Syaikh Abdul Qadir Syaibatul Hamdi)
JATIBENING – Jum’at subuh tadi, ada peristiwa kecil di musholla dekat rumah. Sang imam, pak haji biasanya kami memanggil beliau, untuk Jum’at kedua secara berurutan mengumumkan kepada jamaah bahwa nanti ia akan melaksanakan sujud tilawah, karena akan membaca ayat sajadah dalam bacaan sholatnya. Karena ‘pengumuman’ itu diberikan saat hendak dimulainya sholat, kami para jamaahpun tidak ada yang menanggapinya. Dan sholat subuh pun dimulai.
Pagi itu di rakaat pertamanya beliau membaca surah As Sajdah (QS32). Setibanya pada ayat ke 15 yang artinya ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.‘ beliau pun langsung sujud, tanpa takbir. Tak lama ia bersujud, ia pun berdiri kembali -juga tanpa takbir- dan melanjutkan bacaannya. Yang parah, ada beberapa jamaah yang tidak ikut sujud -termasuk diri ini- dan ada sebagian yang ikut sujud. Bagaimana penjelasan sujud tilawah ini? Mari lanjut disini..
SMS dari KPU
7 April 2009 15:13
JAKARTA – Siang ini, ada sms masuk: Ingat 9 April 2009, bagi yang telah terdaftar di DPT silahkan datang ke TPS dan berikan suara anda dengan tanda centang (v) di surat suara. From: KPU.
InsyaAllah aku dan Utami sudah punya ‘jagoan‘ pada tanggal 9 April mendatang. Dan kemarin kami sudah menerima surat undangan untuk memilih, jadi sudah berhak datang ke TPS dan mencontreng salah satu partai dan nama calon legislatif. Satu hal yang patut disyukuri karena ternyata masih banyak saudara-saudara dan kawan-kawan lainnya yang tidak mendapat surat undangan tersebut. Ini kan bisa berarti haknya dihilangkan oleh negara, dalam makna yang paling kasar. Oleh sebab itu bunyi SMS-nya pun seperti diatas, hanya bagi yang telah terdaftar di DPT.
Nah, bagi yang sudah mendapat surat undangan, silakan dipergunakan. Bila tak kenal calegnya, silakan contreng nama partainya. Cukup satu kali saja. Bagi yang tidak tahu partai mana yang hendak dicontreng, pilih lah partai yang paling bersih, yang tidak pernah memiliki kasus di DPR. Masih ada satu hari untuk mencari informasi agar tidak salah pilih.
Ikhtiar juga wajib disertai dengan doa. Sholat istikharah, tahajud, hajat atau apa saja, yang penting meminta petunjuk kepada Allah SWT agar kita mantap dengan pilihan kita. Semoga.
Selamat mencontreng! Ingat, jangan dicoblos ya, takut gak diakui ntar.. hehehe..
*logo dicomot dari situsnya bukrie. syukran akhi!
Pelatihan Sholat Khusyu’
19 Februari 2009 13:29
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya. (QS 107: 4-5)
JAKARTA – Beberapa hari yang lalu aku mendapat informasi mengenai pelatihan Sholat Khusyu’ dibawah asuhan Ustadz Sambo dengan Manajemen Sholat menuju Khusyu’ dan Nikmat. Pelatihan itu insyaAllah akan diadakan pada hari Ahad 15 Maret 2009 di Masjid Al-Hakim, Jl HOS Cokroaminoto No 84-86, Menteng Jakarta Pusat. Temanya “Sholat Khusyu’ itu Mudah” mulai dari pukul 07.30 s/d 22.00 WIB.
Bagi yang belum pernah mengikuti pelatihan sholat mungkin bertanya, untuk apa sholat kok pakai kursus dan pelatihan segala? Nah, kalau ada yang bertanya demikian, mending cobain yang satu ini deh. Dulu waktu pertama mendapat undangan tentang pelatihan sholat ini aku pun agak ragu, karena merasa sholat yang dilakukan selama ini sudah benar. Ternyata o, ternyata, ada rahasianya mencapai sholat yang khusyu’ dan nikmat.
Itulah mengapa Ustadz Sambo aku masukkan sebagai salah satu orang yang mengubah diri ini. Dengan mengikuti arahan dan panduan tata sholat Rasulullah SAW, beliau mengajarkan kepada kita tentang tata cara, posisi dan gerakan-gerakan sholat yang benar. Mungkin dalam satu dua pertemuan, tingkat khusyu’ itu tidak bisa kita dapatkan, walaupun kabarnya ada yang beruntung bisa langsung merasakannya. Sebaliknya, ada juga yang setelah beberapa kali mengikutinya, tetap saja tidak dapat mencapai tingkatan khusyu’.
Aku tidak bilang diriku sudah dapat melaksanakan sholat dengan khusyu’, namun setidaknya dengan mengikuti metode sholat seperti Rasulullah SAW ini, rasa nikmat dalam menjalankan sholat dengan menikmati setiap gerakannya insyaAllah pelan-pelan mendidik kita menuju arah kekhusyu’an dalam beribadah kepada Allah SWT.
Tidak mau celaka walaupun sudah sholat, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam petikan Surah Al Maa’uun di atas kan? Coba ikuti pelatihan ini deh! Info lengkap mengenai Manajemen Sholat Khusyu’ Ustadz Ansufri Idrus Sambo ada di http://manajemensholat.com/
Cara Kami mendukung Palestina
13 Januari 2009 9:04
Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Dengan keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan segera atau dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya.” (HR. Ahmad)
JATIBENING – Masya Allah, kekejaman zionis laknatullah Israel makin hari makin menjadi-jadi. Sudah muak rasanya membaca berita kekejaman mereka, apalagi berita mengenai penduduk Israel yang menjadikan dentuman bom, rudal dan bumbungan asap di Gaza sebagai hiburan. Mereka terlihat benar-benar menikmatinya, naudzubillahi min dzalik!
Sebagai seorang muslim, atau seorang manusia yang memiliki anak, melihat tayangan anak-anak kecil Palestina tak berdosa yang dibopong orang tuanya dalam keadaan terluka, tak berdaya dan tak bernyawa, hati siapa yang tak terusik? Mereka benar-benar korban perang dalam arti yang sesungguhnya. Mana tahu anak-anak kecil itu soal jihad, tapi para tentara zionis terkutuk telah meluluhlantakkan rumah dan taman bermainnya, memisahkan mereka dengan orang-orang yang mengasihinya, yang pasti ingin melindunginya namun tak berdaya.
Lalu apa sikap dan tindakan kita sebagai sesama muslimin? Bukankah sesama muslim bagaikan sebuah tubuh dan ikut merasakan bilamana bagian tubuh yang lain terasa sakit? Mari lanjutkan disini..
Kupotong Sendiri Qurbanku
10 Desember 2008 21:07
JATIBENING – Purna sudah rasa penasaran itu. Pada Hari Raya Qurban 1429H kemarin untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menyembelih seekor binatang. Jangankan kambing, menyembelih ayam pun aku belum pernah. Rasanya tidak tega melihat binatang menjemput ajalnya melalui tangan kita.
Namun rasa penasaran itu makin membuncah saat mengikuti pengajian menyambut Idul Adha di Masjid Al Falah Jati Agung 1 sepekan sebelumnya. Pengajian yang menghadirkan ustadz dari warnaislam.com, Ustadz Ahmad Sarwat itu, berhasil mengazzamkan niat di dalam hati ini untuk meneteskan darah hewan sembelihan sebagai pemenuhan atas syariat dan hakikat persembahan terbaik bagi Allah Azza wa Jalla.














