Belajar Mengaji Lagi
5 Agustus 2008 21:46
JATIMAKMUR – Sudah dua pekan ini aku mengikuti Tahsin di LTQ Yayasan Islamic Centre Iqro’ Pondok Gede, sebuah tempat yang dulu mempertemukanku dengan seorang Murabbi. Sejatinya sudah pengen ikutan sejak awal tahun 2008 ini namun kala itu telat mendaftar. Baru pada semester ini saat pendaftaran dibuka, alhamdulillah bisa masuk dalam daftar peserta.
Bacaan dimulai dari A Ba Ta Tsa lagi. Serius. Mengaji yang kali pertama belajar saat SD dulu di Bontang, kali ini hadir dengan pendekatan yang jauh berbeda. Peserta tahsin ini pun bukan mereka-mereka yang buta Al Qur’an, sama sekali bukan. Bahkan ada yang sudah hafal 2 juz, tetap harus belajar dari awal karena pengucapan dan letak pelafalan huruf Al Qur’annya yang salah.
Info Pelatihan Sholat Khusyu’ & Nikmat
6 Januari 2008 20:42
JATIBENING – Tanggal 3 Januari 2008 aku menerima SMS dari Tim Manajemen Sholat Khusyu’ & Nikmat pimpinan Ust. Ansufri Sambo. Isinya sebagai berikut:
Raih SHOLAT KHUSU di thn br HIJRIYAH. Ikuti Plthn Mnjmen Sholat plus mnjm doa, tgl 9 jam 17 s/d jam17 tgl 10 Jan 08 di Masjid Pang. Kuningan, museum satria mandala jl Gatot subroto jkt, brsama Ust SAMBO. Infaq 500 rb u mkn, snack, nginap, kit, 10 psrta dbimbing 1 ust. INFO 081311111136 /27
Tertarik? Silakan hubungi nomor telepon di atas.
Silaturahim & Taklim Bulanan Dakta
28 Oktober 2007 12:05
BEKASI – Kali pertama aku dan Utami mengikuti Taklim Bulanan Radio Dakta 107 FM di halaman studionya di Jln. H. Agus Salim Bekasi. Taklim diikuti oleh ratusan ikhwan & akhwatu fillah, dimulai dari pukul 09.00 sd saatnya azan sholat Dzuhur.
Nara sumber yang pertama, Ustadz Farid Utbah, yg sering on-air pada kajian Selasa malam pukul 20.00 ini menyampaikan tema persaudaraan dalam Islam.
Penyampai yang kedua adalah Ustadz Abu Deedat dari Tim Fakta, yang meminta kaum muslimin untuk waspada terhadap maraknya ajaran sesat akhir-akhir ini, seperti munculnya ‘rasul’ baru seperti munculnya ‘rasul’ baru dari Al Qiyadah Al Islamiah pimpinan Ahmad Musodik. Bagi yang hendak mendengar kajian tim Fakta, ustadz Abu on-air di Radio Dakta setiap Selasa pukul 16.00.
Pembicara ketiga, Ustadz Agus Tri Sundari dari PD Muhammadiyah Bekasi yang biasa membawakan acara Mutiara Hikmah setiap hari Senin malam pukul 20.00. Ustadz Agus menyampaikan per asalahan perbedaan-perbedaan dalam Islam yang sering dimanfaatkan pihak lain untuk memecah-belah umat.
Nara sumber berikutnya adalah Ustadz Anwar Ansyori Mahdub yang sering membawakan acara Getar Kalam pada hari Sabtu malam pukul 20.00. Ustadz yang telah mengisi kajian di Radio Dakta selama 9 tahun ini menyampaikan perkembangan segmen dakwah di Radio ini yang 10 tahun yang lalu masih seperti radio lainnya yakni menyiarkan lagu-lagu barat dengan hanya 10% muatan Islaminya hingga akhirnya berubah menjadi Radio Islam dengan muatan dakwah 80% saat ini.
Nara sumber terakhir adalah Ustadz Murhaili Barda yang membawakan acara Kajian Samara setiap hari Rabu. Dalam tausiyahnya ustadz menyampaikan sifat-sifat orang yang cinta dunia dan takut akan kematian. Dengan pembawaan tausiyahnya yang diselipi guyonan, Ustadz yang satu ini sanggup mendinginkan suasana yang telah panas karena hari telah beranjak siang.
Pukul 11.30 acara Taklim pun selesai. Puas rasanya bertatap muka dengan nara sumber yang selama ini hanya didengar suaranya di radio dan dapat bertemu dengan sesama jamaah pendengar siaran dakwah Dakta. Setelah bersama-sama membacakan doa Kifar Majelis, jamaah pun membubarkan diri.
MMQ di Baitul Ihsan
27 Februari 2007 10:00
JAKARTA – Kali kedua pengajian Majelis Manajemen Qolbu di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta diiringi dengan sejuknya hujan gerimis namun nampaknya tidak menyurutkan langkah kaki para jamaah yang berniat menghadiri Majelis Ilmu, suatu majelis yang dihadiri pula oleh para malaikat dan turut mengamini doa yang dipanjatkan malam itu.
Waktu azan maghrib berkumandang, sontak para jamaah yang kebetulan berpuasa pun segera berbuka. Suatu pemandangan yang menakjubkan, betapa masih banyak para profesional muda di ibukota yang setia mengikuti salah satu sunnah Rasulullah, yaitu berpuasa sunnah Senin-Kamis. Begitu pula saat bada sholat Maghrib, masih banyak yang meneruskan berbuka, kali ini dengan menyantap makanan yang lebih ‘berat’.
Jumlah jamaah yang hadir, alhamdulillah, cukup memadati Masjid Baitul Ihsan. Bahkan sampai ke lantai dua untuk para akhwat. Waktu pertama kali digelar bulan lalu, Aa sempat ‘heran’ dan menanyakan mengapa masih banyak jamaah yang mau mendengarkan ceramah yang dibawakannya. Maklum, pasca poligami yang menghebohkan itu banyak para jamaah yang menolak untuk mendengarkan dakwah Aa lagi. Namun aku lihat malam itu jamaah akhwat pun luber, walaupun mungkin masih belum sepadat saat MMQ dilaksanakan di Masjid Agung Al Azhar.
Ternyata Kita Bisa
30 Oktober 2006 11:48
JATIBENING – Alhamdulillah, telah selesai ibadah Ramadhan kita. Walaupun pada posting sebelumnya aku mengeluhkan kualitas ibadah yang menurun namun ada beberapa pelajaran yang aku dapat dari pengajian Ustadz Syachruddin tadi malam [29/10], yang intinya adalah kita ternyata mampu melakukan banyak ibadah selama bulan Ramadhan.
Berikut petikannya.
Ternyata Kita Bisa Mudah Berpuasa
Awal Ramadhan mungkin berat. Sepuluh hari kedua, pasti sudah terasa ringan. Apalagi sepuluh hari ketiga, sudah semakin ‘jagoan’ saja kita, kalau perlu tak sahur pun kita bisa tetap mudah berpuasa.
Ramadhan telah melatih kita untuk menahan segala lapar dahaga dan nafsu kita. Pada bulan Syawal ini ada ibadah sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, yaitu berpuasa selama 6 hari. Tidak ada ketentuan apakah 6 hari ini harus berurutan atau tidak, tapi sesuai sabda Rasul, ‘Barang siapa berpuasa Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, berarti dia telah berpuasa satu tahun.’
Subhanallah, betapa banyak nikmat yang bisa kita dapatkan. Bila telah bisa melakukan 30 hari, akankah yang 6 hari ini terasa berat? Bila tidak, insya Allah kita sudah bisa mengamalkan puasa sunnah seperti yang sering dilakukan Rasulullah SAW. Mari lanjutkan dengan berpuasa senin-kamis, hanya 2 kali dalam seminggu ini kok. Bisa kan?
Ternyata Kita Bisa Bangun Tengah Malam
Selama bulan suci, kita semua terbiasa bangun untuk sahur. Waktunya pun biasanya pada sepertiga malam terakhir, yaitu pada waktu yang sangat disarankan untuk melakukan ibadah qiyammul lail. Mengapa setelah Ramadhan selesai tidak kita teruskan bangun tidur kita di sepertiga malam terakhir untuk melakukan sholat tahajud dan bermunajat kepadaNya?
Marhaban Yaa Ramadhan
23 September 2006 6:22
JATIBENING – Selamat datang di bulan Suci, selamat datang saudaraku di bulan penuh rahmat dan ampunan, Bulan Ramadhan 1427H.

Insya Allah 1 Ramadhan akan jatuh pada tanggal 24 September 2006. Sudah siapkan diri kita menerima tamu yang kita tunggu-tunggu?
Mari tingkatkan amal dan taqwa kita di bulan Ramadhan ini, jadikan Ramadhan ini bagaikan Ramadhan yang terakhir bagi kita sehingga kita bisa memaksimalkan usaha untuk beribadah dan memberikanNya yang terbaik, amin.
Mohon maaf lahir bathin, selamat shaum dan menikmati jamuan Allah SWT!
Majelis Manajemen Qolbu Salim
18 September 2006 22:51
MASJID AL AZHAR JAKARTA – Malam ini tidak seperti biasanya Masjid Al Azhar sangat penuh. Mungkin karena ini adalah Majelis Manajemen Qolbu Salim yang terakhir diadakan sebelum Ramadhan 1427 H tiba.
Harapanku untuk bertemu dengan kawan-kawan ikhwan dari Haji Daarut Tauhiid sepertinya hanya menjadi asa karena hingga iqomah dikumandangkan untuk sholat Isya, tak seorangpun aku bertemu. Yah, mungkin lain waktu atau mungkin ada yang hadir tapi Allah tidak mempertemukan kami malam itu.
Aa Gym membawakan beberapa uraian yang berhubungan dengan amalan-amalan kita di bulan Ramadhan. Beberapa yang sempat aku catat adalah:
Jumatan di Baiturrahman
1 September 2006 22:29
BANDA ACEH – Alhamdulillah, di Jumat awal bulan September ini aku diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah sholat Jumat di sebuah Masjid Raya, sebuah landmark kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman.
Sejak awal kedatangan di kota ini, Masjid Raya ini sudah menggodaku. Betapa aku ingin menunaikan sholat fardhu di situ, namun hingga 7 hari aku di Banda Aceh, barulah Alloh mengijinkanku bersujud dan bermunajat di dalamnya. Maklum, pekerjaan yang dilakukan disini benar-benar menyita waktu. Mana jarak antara kantor KIP ke Masjid Raya ini cukup jauh, sekitar 20 menit naik angkutan umum [labi-labi].
7 Golongan yang Dilindungi Alloh
7 Agustus 2006 12:00
JATIBENING – Minggu malam kemarin, bertempat di Musholla Baiturrahim Jatibening, aku dan jamaah Musholla seperti biasa mendapat kajian mingguan dari Ustadz Syachruddin.
Ustd. Syachruddin membawakan kajian 7 Golongan yang Mendapat Perlindungan Alloh SWT pada Hari yang Tiada Safaat selain PerlindunganNya.
Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)















