Pelatihan Sholat Khusyu’
19 Februari 2009 13:29
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya. (QS 107: 4-5)
JAKARTA – Beberapa hari yang lalu aku mendapat informasi mengenai pelatihan Sholat Khusyu’ dibawah asuhan Ustadz Sambo dengan Manajemen Sholat menuju Khusyu’ dan Nikmat. Pelatihan itu insyaAllah akan diadakan pada hari Ahad 15 Maret 2009 di Masjid Al-Hakim, Jl HOS Cokroaminoto No 84-86, Menteng Jakarta Pusat. Temanya “Sholat Khusyu’ itu Mudah” mulai dari pukul 07.30 s/d 22.00 WIB.
Bagi yang belum pernah mengikuti pelatihan sholat mungkin bertanya, untuk apa sholat kok pakai kursus dan pelatihan segala? Nah, kalau ada yang bertanya demikian, mending cobain yang satu ini deh. Dulu waktu pertama mendapat undangan tentang pelatihan sholat ini aku pun agak ragu, karena merasa sholat yang dilakukan selama ini sudah benar. Ternyata o, ternyata, ada rahasianya mencapai sholat yang khusyu’ dan nikmat.
Itulah mengapa Ustadz Sambo aku masukkan sebagai salah satu orang yang mengubah diri ini. Dengan mengikuti arahan dan panduan tata sholat Rasulullah SAW, beliau mengajarkan kepada kita tentang tata cara, posisi dan gerakan-gerakan sholat yang benar. Mungkin dalam satu dua pertemuan, tingkat khusyu’ itu tidak bisa kita dapatkan, walaupun kabarnya ada yang beruntung bisa langsung merasakannya. Sebaliknya, ada juga yang setelah beberapa kali mengikutinya, tetap saja tidak dapat mencapai tingkatan khusyu’.
Aku tidak bilang diriku sudah dapat melaksanakan sholat dengan khusyu’, namun setidaknya dengan mengikuti metode sholat seperti Rasulullah SAW ini, rasa nikmat dalam menjalankan sholat dengan menikmati setiap gerakannya insyaAllah pelan-pelan mendidik kita menuju arah kekhusyu’an dalam beribadah kepada Allah SWT.
Tidak mau celaka walaupun sudah sholat, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam petikan Surah Al Maa’uun di atas kan? Coba ikuti pelatihan ini deh! Info lengkap mengenai Manajemen Sholat Khusyu’ Ustadz Ansufri Idrus Sambo ada di http://manajemensholat.com/
Upin & Ipin: Film Kartun dari Malaysia
13 Februari 2009 16:56
JATIBENING – Sudah beberapa hari ini aku sibuk mendownload film animasi 3D dari negeri jiran Malaysia, yang berjudul Upin & Ipin. Seingatku, waktu Ingga ikut pesantren Ramadhan lalu, para pengajar yang berasal dari Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa [RISKA] pernah memutar film animasi ini.
Tokoh Upin & Ipin yang digambarkan sebagai bocah kembar yang sangat enerjik, selalu ingin tahu dan sering bertengkar dengan kakak mereka, si Kak Ros, hidup bersama neneknya yang dipanggil Opah di sebuah desa di Malaysia. Film yang berkisah seputar kehidupan mereka di bulan suci Ramadhan memang bertutur tentang serba-serbi ibadah yang dilakukan oleh umat muslim. Nampaknya, menjadikan film sebagai sarana edukasi untuk anak dan pemirsanya, telah diemban dengan baik oleh produsen film ini. Lanjut disini? Betul betul betul!
Cara Kami mendukung Palestina
13 Januari 2009 9:04
Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): “Dengan keperkasaan dan keagunganKu, Aku akan membalas orang zalim dengan segera atau dalam waktu yang akan datang. Aku akan membalas terhadap orang yang melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya.” (HR. Ahmad)
JATIBENING – Masya Allah, kekejaman zionis laknatullah Israel makin hari makin menjadi-jadi. Sudah muak rasanya membaca berita kekejaman mereka, apalagi berita mengenai penduduk Israel yang menjadikan dentuman bom, rudal dan bumbungan asap di Gaza sebagai hiburan. Mereka terlihat benar-benar menikmatinya, naudzubillahi min dzalik!
Sebagai seorang muslim, atau seorang manusia yang memiliki anak, melihat tayangan anak-anak kecil Palestina tak berdosa yang dibopong orang tuanya dalam keadaan terluka, tak berdaya dan tak bernyawa, hati siapa yang tak terusik? Mereka benar-benar korban perang dalam arti yang sesungguhnya. Mana tahu anak-anak kecil itu soal jihad, tapi para tentara zionis terkutuk telah meluluhlantakkan rumah dan taman bermainnya, memisahkan mereka dengan orang-orang yang mengasihinya, yang pasti ingin melindunginya namun tak berdaya.
Lalu apa sikap dan tindakan kita sebagai sesama muslimin? Bukankah sesama muslim bagaikan sebuah tubuh dan ikut merasakan bilamana bagian tubuh yang lain terasa sakit? Mari lanjutkan disini..
Mengoreksi Arah Kiblat
27 Mei 2008 9:55
JAKARTA – Pagi ini di harian Republika terdapat artikel menarik yang berjudul Tentukanlah Arah Kiblat Hari Ini buah tulisan Abdul Rachman seorang Peneliti Bidang Matahari dan Antariksa di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Tulisan itu juga dapat dibaca di situs Republika Online.
Ini sangat menarik dan memberi kesempatan kepada kita untuk mengoreksi lagi arah kiblat tanpa bantuan kompas atau GPS seperti yang pernah saya tulis di blog ini. Caranya sangat mudah, yaitu pada sore hari sejak tanggal 26 sampai 30 Mei, sekitar pukul 16.18 WIB kita tinggal arahkan pandangan ke matahari. Itulah kiblat kita karena saat itu matahari berada tepat di atas Ka’bah atau Kota Mekkah.
Menarik bukan, jadi pastikan buat reminder di PDA/Handphone anda pada hari ini sampai tanggal 30 Mei 2008 pukul 16.18 untuk menatap ke arah matahari guna memantapkan lagi arah kiblat kita.
Susahnya Merapatkan Shaf
21 Januari 2007 14:59
JATIBENING -Dari sahabat Nu’man bin Basyir berkata, “Rasulullah SAW menghadap ke jamaah shalat lalu bersabda ‘Luruskan shaf-shaf kalian.’ (Beliau menyebutnya sampai tiga kali). ‘Demi Allah sungguh-sungguh kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan benar-benar membuat hati kalian berselisih’”. Maka Nu’man bin Basyir pun melihat seseorang menempelkan bahu orang disebelahnya dan mata kakinya dengan mata kaki orang yang disebelahnya. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kita untuk merapatkan shaf saat sholat berjamaah. Kenyataannya, banyak sekali diantara kita yang masih enggan melakukannya. Padahal kalau kita mau melaksanakan perintah itu, terasa sekali kenikmatan dalam melaksanakan sholat secara berjamaah. Rasanya kita mempunyai banyak kawan dalam visi dan misi yang sama saat itu: menjemput ridha Illahi.
I’tikaf
11 Oktober 2006 12:34
BANDA ACEH – Secara harfiah, i’tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Penggunaan kata i’tikaf di dalam Al-Qur’an terdapat pada firman Allah Swt yang artinya: Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa. (QS 2:187).
Ayat lain yang menyebutkan kata I’tikaf dan ini dikaitkan dengan keharusan membersihkan masjid yang menjadi tempat I’tikaf adalah firman Allah yang artinya: Dan ingatlah ketika Kami menjadikan rumah itu (baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, I’tikaf, ruku dan sujud” (QS 2:125).
Di dalam Islam, seseorang bisa beri’tikaf di masjid kapan saja, namun dalam konteks bulan Ramadhan, maka dalam kehidupan Rasulullah Saw, I’tikaf itu dilakukan selama sepuluh hari terakhir. Diantara rangkaian ibadah-ibadah dalam bulan suci ramadhan yang sangat dipelihara sekaligus diperintahkan ( dianjurkan ) oleh Rasulullah SAW adalah I’tikaf. I’tikaf merupakan sarana muhasabah dan kontemplasi yang efektif bagi muslim dalam memelihara dan meniingkatkan keislamannya.
Dalam rangka persiapan I’tikaf menyambut 10 malam penghujung Ramadhan ada baiknya memperhatikan adab memasuki dan berada di masjid sebagai berikut: Read the rest of this entry »
Posisi Imam dan Makmum dalam Sholat Berjamaah
23 Agustus 2006 13:49
JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu, Haji Denden mengirimkan artikel tentang posisi sholat berjamaah. Untuk posisi Dua Orang Laki-laki, secara khusus telah ditanyakan kepada Ustadz Sambo dan beliau membenarkan posisi antara imam dan makmum yang sejajar, yang selama ini diketahui posisi makmum agak dibelakang imam. Berikut posisi selengkapnya: Read the rest of this entry »
Padang Mahsyar
4 Agustus 2006 14:34
JATIBENING – Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur oleh Allah SWT, maka manusia akan digiring secara bekelompok-kelompok dengan bertelanjang kaki, tidak berpakaian menuju tempat yang disebut Padang Mahsyar yaitu tanah berpasir putih dan sangat datar dimana tidak terlihat lengkungan maupun tonjolan.
Di Padang Mahsyar tersebut berkumpullah semua mahluk Allah SWT yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, qorun, binatang melata, binatang buas dan burung-burung, dimana mereka berkumpul berdesak-desakan.
tuhan Sembilan Centi – Sebuah Komentar
3 Agustus 2006 15:53
JATIBENING -
Pagi ini, istri tercinta mengirimkan tulisan Taufiq Ismail. Dia mengirimkan ini mungkin didasari karena suaminya sudah berhenti merokok 7 bulan yang lalu saat kami mulai berhaji..
Harus diakui, dengan rokok kita bisa memperluas pergaulan [??]. Betapa tidak, saat pertama masuk kuliah (1989), Marlboro-lah yang mendekatkanku dengan Jatulus Salom Purba , seorang batak yang menjadi sahabat kentalku di Semarang. Saat aku aktif main band di kampus, rokok itu pulalah yang mengenalkan diriku dengan ‘kakak kelas’, sehingga pembicaraan yang tadinya ‘basi’ bisa lebih cair lagi.
Pesepakbola Muslim
3 Agustus 2006 15:50
JATIBENING – Mumpung masih musimnya bola, dari kemarin penasaran aja, ada berapa ya pesepakbola Muslim dan bermain di Piala Dunia 2006? Tentu saja, daftar dibawah ini tidak memuat pemain dari Saudi Arabia, Iran dan Tunisia, yang mayoritas beragama Islam.
Kita mengandalkan Paman Google dan ini beberapa yang didapat. Agak mengejutkan juga karena ada beberapa pemain yang benar-benar top of their class di klub atau di negaranya. Tapi ada juga beberapa yang bukan pemain, tapi pelatih dan mantan pelatih. Ya udah deh, here’s a few of them:














