[Penjelasan AA Gym Tentang Pernikahan Kedua]

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh kita semua. Saya akan menyampaikan, sesuatu yang sangat sangat penting, dan…hal yang dianggap akan menjadi hal yang strategis untuk siapapun yang menginginkan perubahan.

Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas santri daarut tauhiid, andaikata keputusan yang aa ambil ini membuat banyak ketidaknyamanan. Pertama, ketidaknyamanan perasaan karena informasi yang kurang jelas. Yang kedua, ketidaknyamanan…karena mungkin bertentangan dengan sebagian keyakinan. Yang ketiga, karena akan ada dampak bagi Daarut Tauhiid, MQ maupun Kopontren.

Keputusan berpoligami ini bukan hal yang ringan, saya sadar sepenuhnya akan dampak (baik dan buruknya). 5 tahun dibahas, prolognya sudah sering dibacakan, apa gerangan alasannya, mengapa mengambil resiko yang sangat besar seperti ini?
Pertama, kita lihat bahwa…kata poligami bagi sebagian masyarakat indonesia masih dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila ibu-ibu memberi nasihat…”Jangan berpoligami…!”

Apalagi dengan adanya kejadian ini, sms yang… -sebagian sms yang saya lihat-…ibu-ibu yang begitu marahnya, sampai mau meludahi, memukul kalau bertemu AA, buku-buku disobek, potret tidak mau dilihat. Ini adalah bukan hal yang membuat kita emosi, tapi ini peta(?tidak terdengar jelas), betapa belum semua orang bisa siap mendengar kata poligami.

Ini menjadi pikiran…shalat jalan, shaum jalan, haji, umrah…tapi ketika mendengar kata poligami…tersengat. Menjadi marah, menjadi…ghibah, seakan ada hukum Allah yang salah. Saya mengerti…bahwa wanita begitu berat mendengar kata ini, dan ini manusiawi. Tetapi…manjadi tidak yakin kepada kebenaran, khususnya yang satu ini, menjadi memaki, memusuhi…ini yang harus kita bantu perbaiki.

Kita lihat juga, pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan, ttm…menjadi…sepertinya bukan sebuah perilaku buruk, masyarakat makin permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan ada tokoh yang berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab dulu.

Saudaraku sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun, maka…walaupun mungkin ada banyak kekurangan dan kesalahan di dalam pengambilan keputusan ini, saya memilih untuk melakukannya. Mengapa baru diumumkan sekarang?
seperti halnya sepak bola, karena ini membutuhkan tim yang tangguh, saya harus menanti saat tim saya kuat…Teh Ninih, Anak-anak, Orang Tua. Besar harapan, Allah membuka waktunya, dan Alhamdulillah, pertolongan Allah…kemarin diberi kesempatan dibuka waktunya.

Satu…hikmahnya, bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat untuk menguji apakah selama ini saya menikmati pujian, penghargaan, popularitas, penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu yang saya yakini benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini, betapa banyak perhatian dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan, ancaman…dan saya sependapat seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, kita harus ikhlas menerima caci maki ini, andai kata kita benar-benar mau komit. Alhamdulillah…

Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi masyarakat. Saya ingin tahu, dakwah saya selama ini mengajak orang komit kepada hukum Allah, aturan Allah, atau baru komit kepada suka Abdullah Gymnastiar. Kalau dia komit kepada hukum, berarti tidak ada masalah. Ini hal yang halal, ini hal yang dibolehkan, bukan dianjurkan…ini hal yang, juga Rasulullah tidak melarang, sahabat juga melakukan. Ini hal yang, aturan negara juga memberikan peluang. Ini bukan kejahatan, ini bukan zina, ini bukan selingkuh…INI HALAL!! Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi mengapa sebagian orang sampai seperti itu kata-katanya? Berarti…saya dakwah belum berhasil membuat orang lebih yakin kepada kebenaran dari Allah, baru sampai kepada figur AA Gym. Ini baik hadirin, untuk menguji sampai sejauh mana efek dakwah.

Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa mantapnya. Ternyata, poligami tidak semudah diucap. Setiap hari teruji sekali, bagaimana 2 istri ini dari sudut yang berbeda? belum lagi anak-anak, belum lagi masyarakat…menguras…AA pemula belum pernah berpoligami sebelumnya.
Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami terbuka. Adayang nasihat diam-diam, ada yang memberi nasehat bagus…belum juga. Jadi, untuk terbuka secara nasional, belum ada gurunya. Dan ini tidak mudah, hadirin. Kalau ada gurunya mungkin lebih mudah.

Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya tidak melakukan kemaksiatan, ini legal, ini halal…Bismillah. Hikmahnya, jadi lebih sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada siapa lagi, selain kepada ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa akan nampak karunia ALlah lainnya bagaimana kita sudah serius menggantungkan kepada Allah.

Hikmah untuk istri saya. Adayang bertanya…”AA Gym kurang apa teh Ninih?
Teh Ninih baik, pandai, sholehah, cantik.” Sulit saya mengemukakan…ini adalah tanda cinta saya kepada istri saya. Saya tahu istri saya sangat baik, dan saya ingin istri saya menjadi lebih baik. Saya rindu melihat teh Ninih menjadi bidadari di sorga kelak…dan saya tahu…saya adalah salah satu penghalang yang membuat teteh bisa mencintai Allah sepenuh hati. Siapa suami yang tidak rindu istrinya menjadi pecinta Allah? Saya pasti mati…Apa yang bisa dilakukan oleh seorang suami yang cinta ke istrinya, kecuali ingin menjadi pecinta Allah yang dapat menjamin dirinya. Tapi, saya susah menjelaskan ini kepada umum. Saya tahu istri saya akan sakit. Tetapi seperti yang disuntik vitamin, mungkin sakit sebentar, besok lusa dia akan lebih kuat. Kalau saya nanti mati, mudah2an inilah warisan terbaik sebagai tanda cinta saya kepada istri saya…Saya percaya betul teteh akan kuat.
Ayahnya ulama, nenek-kakeknya
ulama, adik-kakaknya orang-orang yang terjaga, dia didoakan banyak orang.
Saya tahu bagaimana teteh bangun malam. Saya ingin teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai saya (AA Gym berbicara sambil menangis). Ini benar hadirin…(pada bagian ini, terdapat jeda beberapa detik, karena AA Gym dipeluk oleh seorang koleganya, dan terdengar juga suara tangisan AA Gym.
Sebetulnya, di bagian ini, jika mendengarkan rekamannya lebih mengharukan daripada sekedar tulisan di sini. Karena emosinya lebih terdengar, dan pada beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara sambil menangis).

Susahsaya mengungkapan dengan bahasa umum…

Mudah2an besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini menjadi ulama wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan perbuatannya. Saya lihat umat terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak sehat. Jarang ada ulama wanita yang begitu penuh(?). Saya harus menggeser cinta para muslimah, mungkin lebih tepat kepada figur seorang ulama wanita. Saya siap menerima caci maki, saya siap dihina orang, saya siap dijauhi orang…mudah2an Allah menerima ini sebagai tanda cinta saya kepada teh Ninih, cinta saya kepada ummat, untuk mendapat figur yang lebih tepat. Wallahualam, Allah lah yang Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan bukti ini.

Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan kejam. Siapa yang lebih mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri? Apakah cinta dengan dibiarkan dia tidak mengenal kebenaran? Apakah cinta dibiarkan dengan segala sesuatu yang enak? Saya ingin anak saya tidak (pernah/terlalu?) mengatakan sesuatu yang salah tentang hukum Allah. Dia harus mengatakan bahwa ini adalah hukum Allah. Nggak boleh dicacati hati ini terhadap kebenaran dari Allah. Tidak mungkin Allah membolehkan sesuatu yang akan mencelakakan manusia. Tidak mungkin Allah memberikan aturan yang akan mencelakakan dan membinasakan, Allah yang paling tahu tentang manusia.

Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi dan beraat sekali bagi saya. Tapi, saya percaya sepenuhnya saya tidak berbuat jahat. Ini adalah kebenaran yang tidak umum dilakukan. Alhamdulillah. Dan saya ingin anak-anak saya kuat, terlatih menghadapi yang sulit. Selama ini enak, dipuji, dihargai. Mereka akan menghadapi teman-temannya, lingkungannya. Saya ingin mereka kuat menjadi anak-anak yang kuat, dan mereka harus belajar berbagi kebahagiaan dengan yang lain.

Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke sekolah…katakan Anakku untuk bapakmu…”harus kuat pak, harus kuat..”. Anak-anak memberikan dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari gurunya…”Anak-anak AA kuat dan tegar, di sekolah biasa, walaupun saya tahu biasanya yang lain terpuruk”.

Saya percaya pertolongan Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan.
Untuk daarut tauhiid, inilah saatnya, saudara lebih banyak bergantung kepada Allah daripada kepada Abdullah Gymnastiar. Mungkin akan ada penurunan jumlah jama’ah yang datang, pelatihan, pembeli…kalau saudara bergantung kepada Abdullah Gymnastiar, inilah saatnya saudara kecewa. Yang membagi rezeki bukanlah saya, Allah yang maha kuasa. Kita sudah sering mengatakan,”suatu saat jangan bergantung kepada AA”. Inilah saatnya. Yang daftar ke MQ Travel ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA, BAGUS!! MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!! Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA ALLAH!!. Tamu ada yang membatalkan datang ke sini..ITU BAGUS!! Mereka tidak boleh datang karena manusia, mereka harus datang karena mau mencari ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat kerugian dengan berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual beli, disanalah keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid nya lurus.

Bagi kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-tiba menjadi benci kepada teh Rini… Teh Rini hanyalah seorang makhluk yang ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya ketentuan ini. Insya Allah, suatu saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan apa hikmahnya. Apakah saudara benci kepada sesama wanita sendiri, dengki sehingga seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, berbuat sadis…orang yang berghibah itu orang yang dianggap sadis, karena seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian keimanan bagi AKhwat. Bagi lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini juga ujian keimanan, apakah serta merta ingin melakukan hal yang sama, padahal tidak tahu ilmunya?

Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes apakah yang dicari selama ini hanya sesuatu yang enak, sesuai dengan seleranya, atau yang dicari yang benar menurut ALlah SWT. Mengapa begitu marah kepada saya? Karena tidak sesuai dengan harapannya. Harusnya, ummat menginginkan saya sesuai dengan harapan Allah, bukan harapannya. Alhamdulillah, akan ada saatnya sebagian orang tidak mau mendengar,menjauh, marah…tetapi saya percaya setiap hati itu adalah dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum tentu besok akan benci. Saat ini mencaci, belum tentu besok akan mencaci. Mengapa? Karena yang menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita, yang menanamkan cinta hanyalah Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak ada masalah, dihina, dicaci, dikutuk, diancam…ini adalah bagian yang belum pernah saya jalani selama ini.

Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa waktu. Kalau saudara mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas, semuanya menjadi mudah. Kalau saudara mencintai dunia, mencintai pujian, penghargaan, bergantung kepada makhluk…inilah saat yang terberat yang saudara jalani. Barang siapa yang Allah baginya, Hasbiyallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal nassir.

Saudaraku sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan terbukti, bentuk cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya, Insya ALlah. Saya harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji kesetiaan, cinta kepada AA. Saya tidak berharap agar rekan2 mencintai, membela saya…Jangankan kepada rekan2, kepada teh Ninih saja…”Mamah, AA tidak menuntut mamah melakukan apapun untuk keputusan yang AA ambil ini”. Karena tidak bisa diungkapkan sekarang hikmahnya. Mudah2an rekan2 memaklumi, memaafkan, dan siap. Inilah babak baru dalam kehidupan saya, mungkin satu-dua tahun ini akan latihan mengembangkan kemampuan. Sebagai penggantinya, mudah2an ibu2 akan…tempat saya digunakan oleh teh Ninih.
Mudah2an akan ada figur ulama lain yang bisa mengisi kekosongan ini, pada saatnya mudah2an AA Gym yang tampil lebih layak disebut ulama daripada sekarang ini yang hanya baru belajar berdakwah biasa. Saya membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan, teruji kegigihan, konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah karena mencari kedudukan kepada manusia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

[Teh Ninih sebagai pembicara kedua]

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh…

Maha suci Allah, yang melembutkan hati-hati kita. Mudah-mudahan dengan kelembutan hati, Allah menuntun kita agar kita mudah untuk menerima kebenaran. Terima kasih AA…saya pribadi merasa bersyukur memiliki suami yang diberikan karunia yang sangat besar, bisa mengenal Allah sejak sebelum menikah. Dan saya…banyak evaluasi untuk saya sebagai istri, kurang terima kasih saya kepada suami, sehingga dengan pernikahan 20 tahun, walaupun saya sebagai istri sudah mulai dikenalkan dengan Allah oleh orang tua, tetapi untuk langsung bisa mempraktekan, Alhamdulillah, syariatnya lewat AA.
Hakikatnya Allah SWT yang sayang, Allah memilih AA.

Perjalanan 20 tahun menikah penuh dengan liku, kadang sering tidak setuju dengan apa yang AA lakukan. Berawal dari bagaimana AA selalu melatih istri untuk tidak cinta dunia. Sempat terpikir, “Kenapa AA seperti ini, kok nyiksa istri…?”. Tetapi, subhanallah, dengan kesabaran AA, sebagai suami begitu paham perasaan istri. Dan 20 tahun kemudian, inilah saatnya, latihan demi latihan yang luar biasa ujian besar. Di saat istri sangat cinta kepada suami, karena suami sedang diuji dengan penghormatan, dan suami juga selalu memuji istri. Nah, pada saat inilah, subhanallah, Allah mendatangkan kejadian yang menguji keikhlasan istri. Maka yang pertama kali, hikmah dari kejadian ini, “Ya Allah, saya sedang diuji dengan kemudahan, dengan penghormatan”. Dan suami begitu bangga kepada saya, kadang terucap dalam hati, dalam pikiran…”inilah saya yang paling hebat, yang bisa mengantarkan suami saya menjadi hebat seperti ini”…Allah nggak suka, Allah Maha Cemburu…”Bukan karena engkau…”, bukan karena saya sebagai istri, tapi Allah yang menuntun, Allah yang memberikan kekuatan kepada suami. Maka, Allah mendatangkan seorang wanita yang AA pilih sebagai istrinya.

Awalnya, hancurlah sudah perasaan diriku…tapi, subhanallah, terus minta kepada Allah…oh, ternyata nggak ada yang hebat, tidak ada yang hebat, yang hebat hanya Allah. Itulah ujian keikhlasan, sehingga akhirnya…ketika tahu bahwa AA sudah menikah, subhanallah, pasti ini ada hikmahnya, pasti ada hikmahnya. Langsung merujuk apakah ini akan mengikuti nafsu saya takut kehilangan…kehilangan…nama istri AA Gym yang hebat, atau merujuk kepada hukum Allah. Istikharah, sujud, minta tolong, sambil menangis…dan, subhanallah, ketika hati kita lembut, itu terasa sekali penghambaan kita kepada Allah, minta yang terbaik…minta yang terbaik. Dan, Allah membukakan hati bahwa apa yang dilakukan suami saya ini adalah sebuah kebenaran. Saya harus berjuang untuk memanage nafsu…memanage nafsu.

Dan, yang kedua, hikmahnya adalah, setelah meyakini bahwa ini sebuah kebenaran, disinilah benar, bahwa dengan poligami itu sangat komplit, bagaimana manajemen qalbu bisa dilatih semuanya. Yang pertama, bagaimana

melatih supaya tidak dengki kepada orang. Di saat ada orangnya, dengki tidak? padahal hati terusik. Kalau saya dengki, berarti terhalang saya untuk mendekat kepada Allah. Kemudian yang kedua, evaluasi untuk diri.
Apakah ini, saya termasuk tamak, tidak mau berbagi? Padahal selama ini, di hadits, di Quran…bahwa kita harus mencintai saudara seiman seperti mencintai diri sendiri. Saya punya suami yang begitu hebat, sholeh, kaya, cakep…ini orang yang paling saya cintai, bisa nggak berbagi kepada sesama muslimah. Ternyata tidak mudah AA…(terdengar audiens dan Teh Ninih sendiri tersenyum/tertawa ringan)…ngejungkel(terjungkal) juga yah?
Istilahnya…AA takut sama yang lain. Tapi, subhanallah, dengan pertolongan Allah, terus diberikan pemahaman…pemahaman. Berarti saya nggak boleh mundur, ini kesempatan, harus lulus…harus lulus…harus bisa.

Itu hikmah yang kedua, dan yang terakhir, barangkali ini satu harapan dari Teteh sebagai…sebagai orang yang dipilih mendampingi AA dalam berjuang.
Di saat melihat akhwat, perilaku kepada teh Rini khususnya, sangat beragam.
Sampai ada yang ingin menjenggut katanya kalau ketemu, ingin menjambak, ada yang malah sampai…disihir aja katanya, A, diguna-guna. Wah, udah macem-macem. Pokoknya, subhanallah, ini sebuah pelajaran untuk saya secara pribadi…oh, berarti sikap wanita itu sangat beragam, dan saya tidak bisa menuntut akhwat sama, semua legowo, semua memaafkan…tapi inilah tanggung jawab seorang pendakwah, seperti apa yang AA tadi sampaikan. Jadi, maaf sekali…Teteh menghargai sekali yang sayang kepada teteh mungkin sangat ingin, membalas lah…kalau itu dikatakan ketidaksukaan, bagaimana menjadi seorang anak atau santrinya membela gurunya, untuk supaya tidak sakit.
Tapi, tolong…berperilakulah, perilaku yang baik, karena walau bagaimanapun teteh sekarang mulai berfikir…saya bersyukur dan berterima kasih kepada teh Rini yang menjadi jalan saya bisa evaluasi, sejauh mana keseriusan(?) saya taat kepada suami, sejauh mana saya berlatih untuk berbagi, berlatih untuk tidak dengki, berlatih untuk memaafkan orang yang sepertinya menyakiti. Seperti itu A, terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

[Penjelasan Aa Gym]

Mengapa dipilih Alfarini? Seorang yang baru masuk ke sini (DT). Saya lebih mendasarkan kepada istikharah, satu tahun, kurang lebih. Kalau baik, mudahkan…kalau tidak baik, jangan pernah terjadi. Saya tidak memilih karena saya mencintai berlebih. Tidak bisa dipungkiri Alfarini dikaruniai sesuatu yang menarik perhatian, tetapi .(ada satu kata yang tidak jelas)…sadar, saya tidak mau hanya karena itu.

Nah, rekan-rekan sekalian. Alfarini usianya hari ini genap 38 tahun.
Alfarini, kakeknya adalah…neneknya adik-kakak dengan orangtuanya pak Habibie. Jadi, ini lahir di keluarga besar pak Habibie. SD, SMP nya di Al-Azhar, SMA di Surabaya, kuliah di UNAIR. Yang saya dengar, memiliki kecerdasan memadai, tanding dengan teh Ninih yang tidak pernah rangking 2, kecuali rangking 1 terus. IP nya 3,6. Saya pilih, diantara hikmahnya adalah karena ketabahan dan kesabarannya menghadapi situasi-situasi yang sangat berat dalam kehidupannya. Ibunya sudah stroke, ayahnya sudah uzur, pikun.
Dia harus memikul tanggung jawab atas keluarganya seorang diri. Sudah janda, anaknya 3, usianya selisih setahun dengan istri saya. Dan teruji dalam situasi yang saaangat berat seperti ini, dimana saya tidak bisa mendampingi teh Rini dihina, dicaci, dimaki begitu banyak orang, dia harus menghadapinya seorang diri. Maha Suci Allah, yang membuka sedikit demi sedikit hikmah.

Sahabat saya Hari Sudarsono, yang membangun pesantren ini dari awal, baru saya tahu bahwa itu adalah saudara dekatnya, dan beliaulah, Hari Sudarsono lah yang menceritakan. Jadi, kalau selama ini ada informasi yang simpang siur, siapakah wanita ini? Jangan…jangan disisipkan intel dan sebagainya.
Semakin lama, semakin saya kenali, Qiyamul Lailnya, standarnya adalah jam setengah 2 pagi, jam 2 pagi. Kesabarannya, alhamdulillah, saya syukuri.
Tentu banyak kekurangan-kekurangan sebagai manusia, tetapi sesudah ijab qabul, saya sebagai suaminya memikul tanggung jawab untuk bisa membuat istri saya ini menjadi bagian dari dakwah ini. Mudah-mudahan Teteh bisa menjadi Kakak, berikut gurunya. Saya harap saudara tidak berburuk sangka kepada istri saya yang kedua ini. Dia adalah bagian dari takdir ini, teteh akan berubah menjadi lebih baik, insya Allah, syariatnya hadirnya Rini.
Anak-anak saya lebih dekat dengan Allah, syariatnya dengan hadirnya Alfarini. Saya bisa belajar untuk terus mengubah diri, syariatnya adalah ditakdirkannya ada wanita bernama Alfarini.

Kenapa tidak dipilih dari anak Kyai yang sudah jadi? Mungkin takdir ini membuktikan bahwa menikahi itu harus bertanggung jawab memperbaiki, maaf, meningkatkan. Teh Ninih orangtuanya ulama, sudah jadi dari awal, saya hanya tinggal memoles. Alfarini, pengetahuan agamanya tidak sebanyak saudara-saudara, namun banyak juga pengetahuan dan pengalaman lainnya yang mungkin saudara belum memiliki. (sampai sini, rekaman terputus…)

Kembali ke Efek Domino Poligami Aa Gym

Sumber: Mailing List Daarut Tauhiid (daarut-tauhiid@yahoogroups.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 260 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: