Ana Uhibbuki Fillah

19 Maret 2010 22:18

Aku mencintaimu karena Allah. Pertama kali mendengar istriku mengucapkan kalimat itu, ada yang aneh kedengarannya. Seperti bukan sebuah kalimat percintaan atau ungkapan kemesraan. Aku berusaha menolak maknanya karena bagaimana bisa dirinya mencintaiku karena Allah? Itulah dhoifnya seorang manusia. Sudah lemah, sombong pula. Mau jadi apa nanti, naudzubillah.

Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda tentang 7 golongan yang mendapat perlindungan dari Allah SWT saat tiada hari tanpa perlindungan kecuali perlindunganNya, yaitu salah satunya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah.

Hadits itu berbunyi ‘Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”.'(H.R.Bukhari – Muslim)

Nah, ternyata tanpa menyelami lebih dalam ungkapan itu, Allah perlahan-lahan menunjukkan benang merah kalimat tersebut. Dengan sama-sama belajar mencari ridhaNya, baik dengan meningkatkan kualitas ketakwaan dan ibadah, menghadiri banyak majelis taklim serta belajar membenahi bacaan Al-Qur’an tanpa disadari kualitas hubungan kami pun ikut meningkat.

Dulu kami yang sering salah paham, nada bicara yang meninggi, mata yang seperti mau keluar serta kerap tidak sabar menghadapi sesuatu permasalahan, tak terasa lama-lama kami tinggalkan. Permasalahan bisa dengan sendirinya mencair tanpa perlu membalikkan punggung atau tak bertegur sapa. Ungkapan sayang atau cinta pun menjadi sebuah kata yang menyejukkan hati, bukan lagi ungkapan klise sebuah pasangan hidup. Bahkan sebenarnya, tanpa diungkapkan pun bila mata ini berpandangan, yang bertemu adalah energi cinta yang belum pernah kami rasakan sebelumnya, padahal kami sudah menghabiskan lebih dari separuh usia ini bersama.

Ajaib memang. Tapi tak ada yang tak bisa dinalar. Aa Gym pernah menyampaikan bahwa membawa dua istri menuju satu titik temu mungkin sulit. Namun membawa dua istri dan masing-masing dibawa mendekat kepada Allah, segalanya menjadi lebih mudah. Bila dua saja bisa, satu insyaAllah lebih mudah kan? Ingatlah, kita mendekat satu jengkal kepada Allah, Allah akan mendekat kepada kita satu hasta.

Begitu lah yang aku rasakan. Ajak istri/suami anda bersama-sama mendekat kepada Allah SWT. Saling membangunkan di tengah malam untuk bertahajud, sahur dan berpuasa sunnah bersama, bertadarus sampai membuat janji untuk bertemu di sebuah majelis taklim atau apapun ibadah lainnya asal dilakukan bersama-sama dalam rangka mencari ridhaNya, insyaAllah rahman dan rahiimNya akan terasa di dalam kehidupan ini.

Tak bisa instan memang, butuh proses dan keistiqomahan. Tapi aku sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda. InsyaAllah.

Utami, ana uhibbuki fillah. Aku mencintaimu karena Allah.

11 Responses to “Ana Uhibbuki Fillah”

  1. syanti Says:

    Bersyukurlah akhi mengalami nikmatnya kehidupan berumahtangga karena Alloh. Itulah yang saya alami selama perjalanan rumah tangga kami kurang lebih 16 tahun. Tapi ternyata Alloh berkehendak lain, Dia yang Maha Kuasa memisahkan kami, Dia mengambil hambanya yang sangat kami cintai karena Alloh. Perjalanan rumah tangga seperti itu sangat berdampak positif terhadap saya dan anak-anak dikala kepala rumah tangga tiada. Mungkin disinilah hikmah dari contoh-contoh yang selalu beliau perlihatkan kepada kami. Tidak semuanya sesuai teori tapi ternyata kenyataan lebih sulit.

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu, wa’afihi, wa’fuanhu. Ujian yang sangat sulit, berupa kehilangan pasangan hidup semoga membawa hikmah bagi ibu syanti untuk tetap berjuang dalam menggapai ridho Allah SWT. Innama’al ushri usyron, di dalam kesulitan itu pasti bersama kemudahan, itu janji Allah SWT. Yakinlah bahwa episode ujian yang ibu jalani sekarang merupakan ladang amal dan kesempatan untuk membuktikan ketaatan kita dalam bertawakal menyambut takdirNya. Semoga ibu tetap tegar dan selalu berpegang pada tali Allah Azza wa Jalla, amin.

  2. Ita Says:

    Subhanallah….
    Ana bergetar membca artikel akhy, ana yg sudah menyia-nyiakan ksempatan ini , namun ana msih tetap berharap Allah msih memberiku kesempatan tuk membina satu biduk Rumah Tangga yg Sakinah Mawaddah Warohmah. Amin
    Akhy.. Sudikah anda mengirimkan artikel ini di Email Q, atas kesediaanya Syukron .
    Semoga slalu dan selamanya Rumah Tangga Akhy dalam Rahmat-Nya,, Amin
    Salam ukhuwah buat Istrinya , sampaikan betapa ana memuji wanita2 yg Sholeh sperti dirinya .
    O ya klu ada Fbx, ana minta yah idx .
    Jazzakumullah khairon khasiron atas artikel n kesediaanya ats permintaan ana .

    amin insyaAllah, semoga Allah Azza wa Jalla mengijabah doa ukhti dalam membina rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. terima kasih atas doa bagi keluarga kami, yang masih terus belajar saling mencintai karena Allah SWT. insyaAllah salamnya ana sampaikan, silakan berukhuwah melalui blog ini atau FB.
    artikelnya ana kirim via email ya. jazakillah ukhti ita.

  3. Wulan Says:

    posting yang sangat berkesan mendalam

    terima kasih banyak ya atas komentarnya, wulan.

  4. nugraha Says:

    Subhanallah.. saya merinding membacanya pak.
    Awalnya mencari arti dari kata “Ana Uhibbuki Fillah” .Soalnya seorang wanita bilang seperti itu kepada saya. Yg ane temuin disini bukan cuma artinya, tetapi hadist, ilmu , pemaparan dari bapak.
    Terimakasih pak buat artikelnya.

  5. keinun Says:

    Subhanallah….
    Saya jg awalnya mencari arti kata “Uhibbuki Fillah” ternyata mendapat ilmu yg luar biasa. Smoga sy dan suami diberikan ketekunan untuk sll blajar dan insyaAllah mendapatkan ketentraman spt kluarga akhi.

  6. Ayahalmira Says:

    Luar biasa yg ini :)

  7. muflih Says:

    Subhanallah.
    Ana belum begitu paham dengan “Ana uhibuki Fillah” kemudian ana telusur
    Ternyata disini ana menemukan jawabanya”
    Mksih ust. Pencerahanya membawa kedamaian hati


  8. Subhanallah.
    Artikel yang cukup menarik

  9. neng sal Says:

    assalamualaikum,,,anna uhibbuki fillah bisa diucapkan untuk ibu tidak??

  10. Yadi_Setiadi Says:

    “….Ungkapan sayang atau cinta pun menjadi sebuah kata yang menyejukkan hati, bukan lagi ungkapan klise sebuah pasangan hidup. Bahkan sebenarnya, tanpa diungkapkan pun bila mata ini berpandangan, yang bertemu adalah energi cinta yang belum pernah kami rasakan sebelumnya..”

    bagian ini yang membuat saya bergetar. Subhanallah.

  11. via Says:

    Assalamu’alaikum. Senangnya membaca romantisme seperti itu. Semoga keluarga anda selalu diberkahi Allah swt. Aamiin


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 261 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: