Keutamaan Sayyidul Ayyam

29 Januari 2010 10:44

“Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: “Sekiranya orang-orang mengetahui (keutamaan) mengumandangkan azan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali harus dengan mengundi, niscaya mereka akan melakukan undian (untuk mendapatkannya).” (HR. Bukhari)

Dari hadits diatas dapat dipahami bahwa saat jaman kenabian Rasulullah SAW pun banyak kaum muslimin yang masih enggan mencari shaf terdepan dalam sholat berjamaah. Apalagi sekarang, yang masjidnya besar-besar, indah-indah namun jamaah sholatnya hanya ramai saat sholat Jum’at, banyak yang lebih memilih tempat di belakang atau sengaja mencari pilar atau dinding untuk bersandar, dan tertidur. Betapa sayangnya..

Padahal kalau diperhatikan, shaf terdepan saat sholat Jum’at itu terkadang masih lega dan bisa disisipi satu dua atau tiga orang lagi. Ini juga acap kali terjadi karena sifat jamaah kita yang masih enggan merapatkan barisan dalam shaf. Saat khatib naik mimbar misalnya, atau saat orang-orang mulai berdiri hendak menunaikan sholat sunnah [bila masjid itu mengumandangkan dua azan], itu adalah saat-saat krusial bagi kita yang telat datang untuk menyeruak mencari shaf yang terdepan.

“Sebaik-baik shaf (barisan) laki-laki itu di bagian depan, dan seburuk-buruknya di bagian belakang. Dan sebaik-baiknya shaf perempuan adalah di bagian belakang dan seburuk-buruknya di bagian depan.” (HR Muslim)

Apa mungkin masih banyak yang enggan mencari keutamaan-keutamaan dalam beribadah kali ya, sehingga kata ‘sebaik-baiknya’ pada hadits diatas tak berarti apa-apa. Mereka menunaikan sholat untuk sekedar menggugurkan kewajiban. Datang ke masjid pun sekali sepekan, itu pun saat iqomah sudah dikumandangkan pula, betapa meruginya.

Padahal bila kita meniatkan diri untuk mandi besar, menggunting kuku serta segala bulu dan rambut yang tidak perlu, hadir sebelum azan sholat Jumat berkumandang untuk mencari shaf terdepan, memakai busana yang terbaik, membubuhi wewangian secukupnya dan berdoa diantara dua khutbah, bukan kah akan dihapus segala dosa kita dari Jumat ini dan Jumat sebelumnya? Betapa nikmatnya, betapa murahnya rahman dan rahim Allah SWT.

Namun sayang, begitu banyak keutamaan sholat Jum’at yang masih disia-siakan oleh kaum muslimin hanya karena alasan duniawi. Padahal Allah SWT sudah mengingatkan “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

Memang, Allah SWT banyak menyebutkan dalam firmanNya kalimat ‘jika kamu mengetahui’ atau ‘jika kamu berfikir‘. Kalimat itu menunjukkan sudah merupakan kewajiban kita untuk selalu mencari ilmu agar selamat dunia akhirat. Tanpa ilmu, kita tak bisa meraih dunia. Tanpa ilmu, kita pun tak bisa menggapai akhirat.

Selamat hari Jumat, penghulunya hari dalam sepekan. Mari meraih segala keutamaan di hari ini. Labbaik Allahumma labbaik.

2 Responses to “Keutamaan Sayyidul Ayyam”

  1. arisbento Says:

    assalamu’alaikum
    terima kasih bos, postingnya saya jadiken rujukan ya
    jaZ

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

    jazakallahu khair, senang rasanya mendapat pesan seperti ini. semoga Allah membalasnya dengan kebaikan pula, amin.

  2. bagas Says:

    aku tanya sayyidul ayyam apa?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: